Ternyata kentang jauh lebih lucu...
Friday, September 23, 2005
Wednesday, September 14, 2005
Sebutanku
Aku punya banyak sebutan, yang sudah ngetrend adalah:
1. Sigitsigitsemut. Sejarahnya, aku manggil sepupuku yg gemuk: Oddy Oddy Endut. Eh dia ngebales: Sigit Sigit Semut. Jadilah…
2. citcid alias Al-Sid bin Ahmad Rasyid, seorang pahlawan perang dari Spanyol, mereka menyebutnya El-Cid.
3. 6Hit, bacanya ghit (ghit sighit, kemari…). Dari 6 Hit, enam pukulan. Klo lima pukulan, 5Hit, jadinya shit.
4. Igit, panggilan imut, iihh…
5. Sigit Kay (K untuk Kusumanugraha). Kayak MIB, Kay… Jay…
6. Kusbi. To create a dicotomy from the other Sigit. Kus=Kusumanugraha, Bi=babi. Sigit yang satu lagi: Adibi (Adinugroho Babi). Apaan sih?!
7. The Spinning Liong. Karena rambutku yg keriting? Lagipula aku suka warna oranye semenjak Intel Pentium 4.
8. Sigitev ben Kusumanugurion. Namaku versi Ibrani.
Bisa dibilang, blog ini extension nya profile di Friendster.
Aku suka, suka…
Aku suka makan kentang. Walaupun ada lagu yg nyindir aku sebagai orang bodoh (hai tuan bodoh) yang selalu ngejar2 kentang, lalu penyanyi lagu itu ingin mengajariku bagaimana cara memperlakukan kentang, aku tidak peduli. Toh kentang juga sering berbuat bodoh.
About me…
Ini adalah ‘about me’ yg pengen kutulis di Friendster. Tapi karena di Friendster pinginnya serius, jadinya kutulis di blog saja.
Aku…
1. Aku suka makan kentang.
2. Benar-benar suka makan kentang.
3. Kentang, aku bisa makan kentang sampe berjam-jam… (niru ucapan panjahat Castor Troy di film face off: ‘peach, I can eat peach for hours.’)
4. Kentang suka aku nggak ya?
Gelar (jadi inget Sarah Mitchell Gelaar…)
Kalo temenku yang kuliah kedokteran, ntar pas lulus gelarnya kan Dokter.
Orang psikologi, gelarnya Psikolog.
Orang menejemen, gelarnya Manager (manager Artis, hehe..).
Orang informatika, gelarnya Informan (serasa di dunia kriminal-detektif ya).
Nah, klo orang2 Seni Rupa?
Anak desain produk ntar gelarnya Produser (???).
Anak interior, gelarnya Interiorer (edaaan…!!!). Interiorerarirureror…
Anak kria, gelarnya Kriawan, alias Karyawan (semoga ga ada anak kria yg baca blog ku).
Anak seni murni, gelarnya Seniman, hmm…
Anak Desain Komunikasi Visual, gelarnya Visualizer… atau Komunikator….?
Yah, semoga aku ntar jadi Visualizer/Komunikator yang piawai di bidangnya, amiin…
Ibu Lies sekalipun bosan…
Pak Tirto adalah seorang dosen yang terkenal membosankan saat mengajar, bikin ngantuk. Walau kata Irfan (siapa itu Irfan, baca blogtionary) pengetahuannya luas.
Ibu Lies juga seorang dosen yang membosankan saat mengajar. Gaya mengajarnya seperti mengajar anak TK, seolah-olah kita para mahasiswa desain ini anak TK (sebetulnya kalimat ini ga perlu).
Jika 2 orang ini digabungkan saat mengajar, jadilah mata kuliah ‘Waw! DKV!!!’. Wawasan DKV maksudnya…
Saat itu, Pak Tirto duluan yang berbicara. Waktu berlalu lama sekali saat beliau berbicara. Tiba2, Ibu Lies keluar dari kelas. Entah untuk ngapain, tapi kami menyimpulkan kalo Ibu Lies KEBOSANAN JUGA SEPERTI PARA MAHASISWA. Jadilah judulnya: Ibu Lies sekalipun bosan.
Kesimpulannya, yang menang Pak Tirto.
Quotes
Heri (terhadap Andrie yang dijagain Fany pas main basket): ‘Wah, “ngerjain” anak orang, lu ndri!’
Sigit A. (terhadap Heri yg nemuin ulat di tas nya): ‘Gile, Heri “main”nya di semak-semak.’
Fany (pas ga mau ngasitau rahasia): ‘Aduh, mulut gw udah “dikunci” ama Andrie nih, ga boleh ngasitau rahasianya.’
Kok di sekeliling gw orangnya parah2 gini ya... hehe...
Note: Sigit A = Sigit Adinugroho. Sigit satu lagi, bukan aku.
Ingin menyenangkan kekasih, yang senang malah Sigit.
Andrie temanku sengaja bawa2 mp3 lagu2 romantis Korea ke kampus tuk diperdengarkan ke cewenya. Pas dengerin bareng pake mp3 player, cewenya malah cuek dan bilang: ‘lagu apaan si nih?!’, sementara dia nya udah nangis2 terharu gitu...
Akhirnya dia perdengarkan ke aku, dan aku bilang lagunya bagus. Jadilah aku yang menikmati lagu romantis Korea yg dibawa Andrie. Salah sasaran!!!
Saturday, September 03, 2005
Oda yang menyukai Akira
Eiichiro Oda pembuat komik One Piece ngefans Akira Toriyama pembuat komik Dragon Ball. Begitu tahu hal tersebut, para penulis kacangan majalah anime langsung nyerocos ‘pantesan gambarnya mirip…’ dengan nada sok bijaksana.
Sok tau banget, padahal ngga mirip sedikitpun. Kalaupun ada yang mirip, itu paling cuma tokoh2 latar yang ga penting, Cuma fuguran.
Tapi, Oda yang suka ama Akira kesannya ngejek. Soalnya komik buatan dia dari cerita dan gambar jauh lebih bagus dari komik Dragon Ball. Selin itu One Piece juga pernah dinobatkan sebagai komik nomer satu Jepang tahun Showa.
Nah aku sendiri ngefans ama Eiichiro Oda. Jadi, mungkin komikku bakal jauh lebih bagus dari One piece nya Oda. Trus aku ngejek Oda. Aduh, ujub...
