Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, December 14, 2006

Which Witch

Taken from his blog, my friend Sigit(yeah, absolutely the same name!) like to observe the personality of his friends. Here are some:

>He doesn't really bother about grades, about being competitive, about being passionate about things. Although he's not that far behind either. He's not even explicitly organised about his everyday life and things. But his appearance is always neat and tidy, his thought flowing gently through his mouth, have a strong faith in his religion and what he believes in life. He doesn't know where to go and what to do in the future, but although he has doubts, he doesn't panic out loud. He is the kind of philosopher that observes people but never want to plunge himself into the world. His inner thoughts amaze people.

>He knows that to be successful in the future he needs to do everything to get the most out of himself. He is outrageously competitive and proactive. He seems to know what to do for himself for today and the future. Life is a battlefield for him. He needs to win, thus he tries everything. But he seems to be very self-centered sometimes which might arise from the environment/education he was raised in. He is the type of an arrow that comes off an arch who never comes and looks back.

>Life is all about laugh and joy for him. There's nothing to worry about. It's always simple everyday. Nothing is better than a good, or somewhat blatantly rude joke. But people do like him much. He's the bond for every gathering. He's the type of someone who lives day by day, minute by minute and enjoy himself thoroughly.

Can you guess which one is me? (btw, sorry Git for stealing your post)

Wednesday, December 06, 2006

Karin dan Kolredridg

Apakah kalau kantuk menimpamu…?
Apakah kalau kau bermimpi terbang ke langit…?
(Atau turun ke kebun-kebun yang indah...?)
Ke tempat tinggi, taman bunga…
Apakah kalau kau memetik bunganya…
Lalu kau bangkit dari tidurmu…
Kau dapati bunga di antara jemarimu…



Puisi oleh Kolredridg, penambahan oleh Karin (bukan Carryn)

Komm Susser Todd (Come come, Sweet Death…)

Tahukah anda arti angka empat?

Akhir-akhir ini aku sering melihat angka empat dalam keseharian. Lama koneksi internet-ku 4 menit 4 detik atau sejenisnya. Itu pun berulang kali.

And I Ask Him… ‘Kar, emang ada apa sih dengan angka empat? Kok akhir2 ini gue sering ngeliat angka 4, kenapa ya?’

And He Told Me… ‘Angka 4 dalam bahasa Jepang itu dibaca shi, yang artinya mati atau kematian. Makanya orang-orang Jepang ato Cina anti menggunakan angka 4 dalam produk atau lantai bangunan mereka. Nah lo, Git!’

Dan saat itu gue lagi berkumpul bersama temen2 gue berempat.

‘Udah Git, ga usah dipikirin. Mampir ke rumah gue dulu yok?’

‘Nomer rumah lo nomer berapa kar?’

‘Nomer empat…’

Dingin, saat itu pula semuanya terasa dingin. Gue mikirin yang enggak-enggak ngebayangin pas gue nyetir mobil pulangnya. Bakal ada yang nangis gak ya kalo gue meninggal? Apa yang sudah gue lakukan selama ini? Barang2 gue yang menumpuk itu bakal diapain? Gue nggak percaya hal-hal ginian. Tapi toh, aku memang belom siap mati. Selama ini gue ngebayangin kalo gue bakal hidup sampe tua. Gue selalu khawatir ntar pas lulus gue bakal kerja apa. Padahal bahkan belom tentu gue bakal ‘kerja’…

Dan tau nggak, nomer registrasi gue pas ikutan Training ESQ : 0404

Aku akan mati. Well, aku memang akan mati. Semua orang akan mati.

Thursday, November 30, 2006

And I Ask You…

Sebetulnya masa depan itu cerah atau gelap?

Gw sering menanyakan hal ini ke temen-temen gue. Biasanya jawaban mereka berkisar antara cerah, atau gelap. Bagi yang optimis menjawab cerah, tapi kebanyakan anak dkv multimedia menjawab gelap… Kadang mereka juga menjawab sesuai dengan suasana hati mereka saat itu. Pas lagi seneng, jawabnya ‘cerah’. Pas lagi bete, jawabnya ‘gelap’.

Ada juga yang menjawab, ‘Ya seperti hari ini, menurut lo gimana?’. Dan saat itu cuaca sedang mendung-mendungnya. Orang yang berbeda menjawab begini, ‘Sekarang sih emang lagi gelap, tapi nanti pasti bakal terang lagi, liat aja besok’. Jawaban-jawaban mereka cukup melegakan hatiku.

Yang paling unik, ada temen gue yg terdiam dan nggak bisa ngejawab apa-apa. Nah! Itulah yg membuat dia menjadi seperti sekarang ini, berdedikasi dan sarat oleh berbagai achievement. Karena life is about now now now now. Tak perlu risau gundah galau memikirkan esok!

Tapi, ada 2 jawaban yang paling gue suka dari 2 orang tersebut ini:

Temen gue si A bilang: ‘Masa depan itu pasti gelap, jadinya orang nggak tau entar akan jadi bagaimana sehingga dia akan berusaha sungguh-sungguh’

Tapi gue lebih suka jawaban yang ini, temen gue si V:

‘Masa depan itu ya harus cerah! Karena itu adalah masa depan kita!!!’

Tiba-tiba malam yang dingin terasa hangat setelah mendengar jawaban temen gue itu pas nganterin dia pulang.


Sigit bodoh bertanya-tanya hal nggak penting. Padahal gue sendiri yang bilang sok-sok nasehatin ke temen gue ‘kalo nggak gelap kan bintang nggak bisa kelihatan…’

And He Asked Me...


Git, apa bedanya Presiden Iran Ahmadinejad dengan Presiden AS George W. Bush????

Sigit:

Wajahnya mirip2 sih. Cuma kalo Ahmadinejad dateng ke Indonesia disambut, Bush disambit.

Kalo Ahmadinejad dimintain tandatangan, Bush dimintain tanggungjawab.

Kalo Ahmadinejad senyum tulus ke keramaian, Bush senyum sinis ke keramaian.

Kalo Ahmadinejad dibenci masyarakat Barat, Bush dibenci masyarakat Timur dan Barat.

Kalo Ahmadinejad bukan dari golongan ulama di Iran, Bush adalah golongan evangelis.

Kalo Ahmadinejad anak tukang besi, Bush anak bapaknya (you know what i mean).

Kalo Ahmadinejad nggak pake dasi dan bajunya sederhana, Bush pake dasi yang ikatannya rumit sehingga keputusan kepresidenannya pun kepengaruh rumit. (mulai ngaco... ehm, dari awal udah ngaco kok)

Kalo Ahmadinejad berdialog pake bahasa Parsi dan diterjemahin, Bush pake bahasa Inggris dan tetep diterjemahin soalnya orang sini dikit yang fasih Inggris.

Sunday, November 26, 2006

How Cannot I Love You

Cannot meet
Cannot touch
Cannot kiss
Cannot love

How can not I love you

?

Friday, November 17, 2006

The English Patient

Heri bilang, orang yang mau jadi cewek/isteri gue harus teramat sabaaaaaaarrrrrrr…….. Nggak bisa kalo dia itu yang no.2 sabarnya, apalagi nomer 3. Harus yang nomer satuuuUUUU sabarnya. Heh, kok gue merasa terhina ya??? Sialan, maksud dia ngomong gitu apaan ya? (Heri adalah nama temen gue, bukan Harry, bukan Hari, bukan Heru, bukan Hera nyokapnya Hercules, apalagi Hero)

Be Smart
Be Strong
Behold
and

Be FREE…!!!!!

K.K.N. dan T.M.N.T.

Kura-kura ninja idolaku

Kura-kura ninja sayang Ibu

Kura-kura ninja memang lucu

Tapi tidak, kau gantungkannnnnnn…..



Coba nyanyikan dengan nada lagu Pura-pura Cinta-nya Ada Band.

G.U.N.D.A.M. dan T.C.C.I.

Aku menemukan tempat itu, Kadin, Kamar Dagang dan Industri, atau Chamber of Commerce and Industry. Serasa seperti The Chamber of Secrets-nya Harry Potter. Letaknya juga seperti Kedai jalan masuk ke Diagon Alley seperti yang diceritakan di HP: terpencil, dan orang tidak akan begitu memperhatikan jika lewat di depannya.

Kebetulan pas itu gue menengadah karena silau, dan melihat ke atas, ada tulisan itu: Kadin. Tempat eksklusif yang belom bisa dimasuki orang-orang seperti aku. Ruangannya saja kecil sekali. Bagian depannya nggak mencerminkan kemegahan samasekali.

Tempat itu berada di daerah Braga, pas gue mau beli Gundam(baca: Gandam [ya ampun beda satu hurup doang…] ) di toko sebelahnya. Hebat, harga Gundam disitu bisa lebih murah Rp.50rb dibanding di Vega Ranggamalela. Limapuluhribu lumayan kan… bisa buat beli motor, beli mobil…

Dalam salahsatu brosur pengembangan diri yang gue baca, beda antara orang yang kaya dengan orang yang miskin adalah: orang miskin kalo dapet duit bingung mu dibeliin apa, kalo orang kaya dapet duit bingung dilipatgandakan bagaimana.

Berhubung saat itu saya berniat untuk membeli Gundam yang teramat mahal itu, saya menjadi merasa semakin menjauh dengan Kadin. Tapi toh, penampilan luar tokonya lebih menarik Gundam Tamiya Model Kit Shop daripada Kadin The Chamber of Commerce and Industry.

Tianshi adalah Perusahaan Cabang dari TIENS Group Sodara-sodara…

Saya tidak pernah menyukai MLM, apalagi tertarik untuk mengikutinya. Tapi, saya melihat, teman-teman saya yang ikut MLM adalah orang-orang yang penuh hasrat. They’re lively ones. Senang sekali melihat mereka penuh percaya diri, penuh semangat, dengan sorot mata yang berbinar-binar seperti binatang liar yang siap mencakar sampai lukamu perih seperti terbakar (aaarrrrrrrRRRRRRR….).

Dan saya, sering ditawari untuk ikutan MLM. Dari sekian banyak orang dan teman yang mereka kenal, para MLMers itu memilih untuk mendatangi saya dan menawari join. Kenapa? Apakah saya memiliki sorot mata yang sama seperti saya melihat mereka (tidak, tulisan ini tidak akan berkembang ke arah romantis atau sentimentil). Pernah waktu itu ada temen yang nawarin ikutan MLM karena pernah melihat saya baca majalah Warta Ekonomi. Dang! Saya pun pernah disangka jago marketing padahal Fun Racing aja nggak ngerti. Baru masuk LFM, saya udah ditawari jadi Kabid. Aduh, tolong… jangan overestimate saya, jangan underestimate juga. Ya, lihat saja kumis dan janggut yang menempel di muka saya, juga rambut saya yang keriting (maksudnya, lihatlah yang sebenarnya).

Testi dari temen saya, dia jadi lebih percaya diri saat berkenalan dengan lawan jenis setelah ikut pelatihan dan motivasi dari MLM yang dia ikuti. Bahkan dia pun aktif berkenalan dengan tukang bakso, tukang parkir, tukang… yang suka nemplok di pohon itu loh… oh itu mah kukang. Ini ada satu garingan bentuk baru rayuan gombal:

‘Mbak mbak… mau ikutan MLM nggak?’

‘Apa? Nggak deh kayanya…’

‘Kalo jadi pacar saya?’

‘…’

Tuesday, November 07, 2006

Orang-orang Penuh Hasrat

SSecretive
IIndustrious
GGloomy
IIndustrious
TTechnological

Name / Username:



Kalo dipikir-pikir, aku merasa memiliki banyak kemiripan dengan mereka:

seperti Nami, mata duitan
seperti Ussop, suka berbohong
seperti Sanji, obsesif
seperti Tony, mudah dibohongi
seperti Robin, kadang lempeng
seperti Franky, mudah terharu
seperti Zorro, terlalu banyak tidur dan suka tersesat!
seperti Luffy, bodoh

Untuk selanjutnya, susah untuk membuat tulisan di postingan ini lebih orisinil. Aaargh...!!!

Friday, November 03, 2006

Hogg’s Heart


Joanne Hogg

Wednesday, October 18, 2006

Perhatikan Nama-nama berikut ini... (Brother, Let’s Back to Fitri, Together…)

Kiki Barkiah
Firman Sasongko
Yudhiza Ghaztela
Ivan Hamidi
Sigit Kusumanegara

…

“KusumaNUGRAHA”, dodoL!!!
Eh kok sama orang yang dihormati ngomongnya gitu… hehe maap. I’m his apprentice anyway…
Tambahkan satu nama anda di bawah nama terakhir, tapi hilangkan nama yang paling atas, sehingga susunan nama tetap berjumlah hanya 5 (lima), lalu posting di Blog, Billboard Friendster, atau Multiply anda. Ini dimaksudkan untuk membuat !@#$%^&*()+



Nggak nyangka bakal ada orang yang inget postingan ‘The Noble and Proud Djamhoer Family’. ‘Git, salam buat keluarga Djamhoer yak!’, it’s him. Nah, ada yang inget postingan ‘Fabulous Fabel’ nggak? Yang isinya cerita tentang 3 ekor berang-berang? Kalo ‘Gara-gara Oprah Winfrey’?

Well, !@#$%^&* am I talking about?
>>>


(We are sinking! We are sinking!)

Hallu..? This is German Coast Guard…

(We are sinking! We are sinking!)

What are you… sinking about?


Itu diambil dari iklan Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Amrik sono. Gak tau Amrik gak tau Eropa, tapi kayanya Eropa soalnya tokoh iklannya orang Jerman yang nggak fasih berbahasa Inggris. Seperti yang tertulis di atas :D

I wanna quote someone's saying:

“I don’t know what’s what anymore…”

Harry McKenzie

Yeah, he doesn’t know what’s what anymore. But I know!!! So I want to sing a song:

The internet is really really great
I got a fast connection so I don’t have to wait

There is always some new site
I browse all day and night
It’s like I’m surfing at the speed of light…!!!


Good singing eh? Lagu ini saya ambil dari Warcraft Singer, oleh2 teman saya dari KP di Malaysia. Kuala Lumpur. Petronas Tower.



Terakhir, saya ingin mengucapkan
Taqabbalallu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
(Semoga Allah menerima dari kita, ibadah dan puasa kita)
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
(You and all of you, I’m really really sorry)
Selamat Lebaran, Idul Fitri 1427 Hijriah!!!
(Happy Ending, Purification Day OneFourTwoSeven Hijriah [means tahun Hijriah] )

Brother,
Let’s back to Fitri.
Together…

Sunday, September 03, 2006

Gazebo

Gil, lo belom baca kan ya?

Hiahahahahahahahahahaha!!!

Apa? "Anywhere but lips?"

Uuuuuuuuuupppppssss......

Peace bro.

Tuesday, August 15, 2006

La Tahzan!

Daftar ulangku kelebihan sks. Yang seharusnya 6 kutulis 4 karena melihat pengumuman yang menyesatkan oleh jurusan, dan saat perwalian pun tidak diperbaiki oleh dosen. Dari Annex, aku pun langsung melaju ke kampus tuk ngambil surat kelebihan sks. Untung sebelumnya udah bikin dulu, karena mu ngambil matakuliah lebih, tapi nggak jadi.

Karena kesel, di jalan aku agak ngebut pas balik dari kampus mau menuju Annex lagi. Pas belok agak mendadak, ditabraklah pintu belakang mobilku oleh motor. Bunyinya keras sekali. Pengendara motornya sampai tergeletak tak berdaya di jalan. Dikepinggirin ke trotoar oleh orang-orang yang melihat. Not again… not again…

Mobilku cuma baret dikit. Motornya, terlihat nggak karuan, dan si pengendara luka-luka lecet dan bahunya terasa sakit seperti mau lepas katanya. Engselnya turun. Tapi dia nggak minta ganti rugi. Aku juga agak bingung sih siapa yang salah, mungkin dia juga bingung. Akhirnya kuberi biaya pengobatan seadanya – bukan di Borromeus – tapi di Bu Romiyus untuk pijat dan urut.

Dia pergi duluan. Tapi pengendara motor yang ceroboh ini menjatuhkan helm cadangannya. Aku yang ngambil, dan kuanterin ke seberang jalan. Dia sendiri dikasitu oleh polisi kalo helmnya jatoh. Pas kukasih, bapak-bapak pengendara motor ini tersenyum dan bilang terimakasih dengan suaranya yang pelan, cempreng, dan terkesan tua. Aku pun balas tersenyum simpul, agak ditahan. Tapi kami nggak senyum-senyuman kok. Bapak itu langsung tau kalo aku mahasiswa, dilihat dari potonganku, kemeja dan celana bahan.

Tak terasa umurku di kampus ini tinggal setahun lagi, itu pun kalo lulus cepet. Tapi seolah-olah aku belum apa-apa, dan semua yang pernah kulakukan tak menghasilkan apa-apa. Satu semester tertawa-tawa menciptakan banyak lelucon bersama teman-teman dkv-ku, rasanya hati ini menjadi keras. Satu semester habis untuk bermain basket setiap ada waktu kosong di tengah-tengah kuliah. Aku emang gak pernah nggak naik kelas ato nggak lulus mata kuliah. Tapi rasanya aku nggak naik kelas pada banyak hal di hidupku. Aku harus mengulang lagi dari awal.

Bagaimana perasaan anda saat melihat cita-cita anda telah diwujudkan oleh orang lain? Sementara anda belum apa-apa, dan bukan apa-apa…

Pas baca buku saku, ada kuis. Apa kepanjangan singkatan-singkatan berikut ini?

KTM : Kartu Tanda Mahasiswa
KSM : Kartu Studi Mahasiswa
DPK : Dana Penunjang Kesejahteraan
SKS : Satuan Kredit Semester
DNA : Data Nilai Akhir
FPN : Formulir Pendaftaran Nol sks
NR : Nilai Rata-rata
IP : Index Prestasi
IPK : Index Prestasi Kumulatif

Bener gak?

Tuesday, July 25, 2006

Seekor Lebah yang Terbang Tanpa Arah

Embun di daun ini sudah menetes habis untuk menangisi pagi hari yang telah lewat, kulewati tanpamu, lagi

Harapan yang ada di tanjung ini sudah habis tersapu ombak sementara aku menunggumu, menunggu untuk ikut tersapu ombak

Rasa manis pada buah apel ini mulai membuatnya membusuk, menjadikannya mirip jantung hati yang tak terbalas cintanya

Sunday, July 23, 2006

Just Do It

Anggap saja hidup ini dilambangkan dalam 3 fase. Pertama kau harus mengikat tali sepatumu. Kedua, kau berlari sekuat tenaga. Ketiga, kau menancapkan dan mengibarkan benderamu di garis finish.

Tapi aku takut, saat aku mengikat tali sepatuku, orang-orang sudah duluan berlari. Aku juga takut, saat aku baru mulai berlari, orang-orang sudah duluan mengibarkan bendera mereka. Yang paling aku takut, saat aku baru menancapkan bendera, orang-orang sudah tidak ada.

Sehingga aku tidak juga memulai mengikat tali sepatuku. Sekian lama waktu dihabiskan hanya untuk melihat sepatu itu belum bertali. Sebetulnya aku tahu benar apa yang harus aku lakukan, hanya saja aku tidak melakukannya.

Jika kau sudah memegang tali, gerakan menyimpul itu akan diteruskan dengan sendirinya. Akhirnya aku mengikat tali sepatu, dan mulai berlari. Ternyata, banyak orang-orang yang berlari bersamaku. Aku senang sekali, apalagi melihat mereka yang belum mengikat tali sepatu mereka di belakangku.

Proses berlari ini ternyata cukup lama. Aku berhenti untuk beristirahat. Aku duduk, lalu tiduran. Kepala yang tertekan saat tiduran membuat rasa takutku muncul lagi. Aku takut jika aku kembali melanjutkan berlari, orang-orang sudah mencapai garis finish. Posisi berdiri tanpa kepala tertekan sebetulnya akan membuat semangat muncul kembali. Tapi untuk bangun saja susah, karena semua khayalan buruk menemani tidurku.

Akhirnya aku pun tidak bangun, dan tidak melanjutkan berlari. Hanya tidur-tiduran juga cukup menyenangkan kok. Mereka yang sudah mengibarkan bendera, lalu apa? Begitu pikirku.

Tolong. Seseorang tolong bangunkan aku, ajak aku untuk kembali berlari, bersamamu. Ajak aku baik-baik, atau seret aku. Jangan biarkan aku terinjak-injak oleh pelari lain sementara aku tertidur.

Sekarang atau tidak samasekali. Sekarang atau tidak samasekali. Sekarang atau tidak samasekali. Dalam tidurku, aku berdoa semoga ada gempa yang bisa mengubah posisi tidurku menjadi berdiri. Tapi gempa itu malah terjadi di tempat lain.

Itu doa yang sangat buruk. Aku sungguh tidak ingin terjadi gempa. Aku pun bangun sendiri dan melanjutkan berlari. Sekalipun entah kapan aku bisa menancapkan benderaku. Entah bendera itu akan berkibar atau tidak setelah kutancapkan.



Aku berlari-lari lari-lari mengejar mobilku… bukaaan!!!
Kaki kiriku berlari mengejar kaki kananku yang duluan melangkah. Vice Versa.

Wednesday, July 19, 2006

Oh Casper, muter-muter, kayak helikopter, Bapaknya dokter, Ibunya suster...

Pas lagi makan2 ama temen2 di sebuah café (tak perlu saya sebutkan namanya), kami dikejutkan oleh suatu peristiwa yang membuat bulu kuduk berdiri!

Abis makan – biasa – lalu kami foto2 di tempat yang agak terbuka. Pas lagi foto2 inilah, temen gue ngeliat benda putih terbang-terbang di deket semak-semak. Tadinya kirain cuma cahaya lampu ato apa. Tapi ternyata setelah benda itu muncul lagi, benda itu terlihat jelas dan nyata sekali. Tapi bukan kunang-kunang atau serangga lainnya, kayaknya hantu deeeehhh…!!!


Photobucket - Video and Image Hosting


Benda itu muncul-kelihatan-muncul-kelihatan gitu. Dia meliuk-liuk dengan cepatnya, bercahaya kayak hantu api obor yang suka ada di cerita hantu Jepang. Kami semua nggak ada yang berani mendekat, kecuali salah seorang temen gue (yang wajahnya dengan hormat nongkrong di foto di postingan ini). Kalau boleh saya deskripsikan – maaf – hantu itu kayak sperma.

Untung udah sempet gue foto sebelom benda itu menghilang samasekali dan nggak muncul-muncul lagi, yes!!! Padahal biasanya kan hantu gak bisa ditangkep oleh kamera. Tapi kalo ngefoto ruang kosong, biasanya (menurut pangalaman banyak orang) malah ada hantu suka ikut nongol. Dasarrr…

Anehnya kami semua nggak begitu takut (mungkin karena wujudnya nggak begitu jelas ya), tapi kejadian itu cukup bikin kami merinding dan membuat bulu kuduk berdiri dengan hebatnya. Untung bukan tuyul (ih amit-amit!!!). Keramaian yang kami timbulkan sempat membuat seorang mbak-mbak pelayan datang untuk melihat ada apa. Tapi seperti biasa (kayak di film-film), hantu itu menghilang pas ada orang lain datang…

Lagian nggak etis kan, bilang2 ada hantu di ‘tempat ini’. Ntar orang pada kabur, lagi… atau justru pada berdatangan karena penasaran?

Monday, July 17, 2006

Oh Yuri, Agisa Tau…

Bagimu ini pasti lucu sekali, tawamu begitu keras
Ini hujan dan kita nggak punya payung. Aku juga nggak tahan ngeliatnya :)

Lampu merah menyala di perempatan yang kita lewati
Kamu indesisif, nyebrang ato nggak, bahkan untuk mengambil satu langkah saja

Memang ini tidak sehebat lagu yang pernah kau nyanyikan dengan buruk padaku
Tapi aku akan berusaha mengembalikan suasana musim semi yang telah hilang itu

Aku ada di sini, ah orang yang kusayangi
Selamanya, kan kugenggam tanganmu

Istana pasir kecil yang kita buat tersapu ombak
Kau tersenyum tapi sebetulnya kesal, lalu menengadah melihat awan di langit

Jika hanya ada musuh di dunia ini, aku akan menjaga belakangmu
Jangan sampai kau melupakan rasa percaya ini

Aku ada di sini, ah orang yang kusayangi
Selamanya, kan kugenggam tanganmu

Aku ada di sini, ah lagu yang menyenangkan
Hey, berusahalah demi kami berdua

Aku tahu, jika esok hari cerah
Ayo, akan kuperlihatkan padamu

Langit, laut, semuanya: ah, berkilau berkelip dengan indahnya
Karena kau… aku menyayangimu

Selalu, ku akan selalu di sampingmu. Ah, orang yang kusayangi
Hey, selalu… mm… selalu…
Selalu…

Aku ada di sini
Di sebelah sini
Ya, sebelah sini


- Chisato Nishimura & Zen Yamagen -

Saturday, July 08, 2006

Informasi Sholat dan Adzan

You’re in a middle of nowhere. Mau sholat, tapi bingung udah adzan atau belum. Mau berbuka, tapi bingung udah maghrib atau belum. Hubungi 022-2511308 !!! Line ini disediakan khusus untuk mengetahui jadwal sholat dan waktu adzan. Operatornya ramah, informasinya akurat dan terpercaya.

Hehe sebetulnya ini nomer rumah temen gue. Waktu kita lagi jalan bareng, dia pengen tau udah adzan ato belum, trus dia nelpon rumahnya, nanyain ke si mbok udah adzan ato belum. Soalnya rumahnya di sebelah mesjid.

Persilangan Jalan

Saat liburan seperti ini, aku lebih sering berjalan2 bersama keluarga. Saat itu, aku berdoa kepada Allah, ‘ya Allah, semoga aku bertemu dengan seorang teman malam ini’. Benar saja, aku bertemu teman lama di SMA. Dia bersama adiknya. Nggak mirip.

Jalan-jalan berkutnya, aku pun mulai berpikir, dari sekian banyak orang kok nggak ada yang kenal ya? Aku pun kembali berdoa kepada Allah, ‘ya Allah, semoga aku bertemu seorang kenalan malam ini’. Allah pun kembali mempertemukanku dengan seseorang. Tapi kali ini aku yang menghampiri dia, dia bekerja part-time di sebuah toko. Tumben kali ini bisa ketemu, karena biasanya aku sering ke tokonya tapi dia nggak ada. Hmm, cukup menyenangkan. Terima kasih ya Allah.

Mobil Murah

Pilih mana, Toyota Yaris, Suzuki Swift, atau Honda Jazz? Yang paling banyak berkeliaran mungkin Honda Jazz, sehingga bagi anda yang gengsi kalo punya mobil pasaran, pasti nggak bakal milih Honda Jazz. Dari segi desain body, mungkin yang paling bagus Suzuki Swift. Tapi kalau yang paling murah dari ketiga mobil itu, jelas Honda Jazz. Harganya 150an juta, beda sekian puluh juta lebih murah dibandingkan pesaingnya. Tapi ada yang lebih murah lagi, mobil Honda Jazz keluaran Bandung seharga hanya 36 juta saja!!!

Seperti layaknya mobil yang akan dijual, mobil ini dipake jalan2 sama penjualnya keliling Bandung sambil dipasangi harga. Tapi media untuk menulis harganya bukan kertas biasa bo! Pake plat besi! Plat besi yang diembos pula. Gila banget kan?

Plat besi ini adalah plat mobil bernomor polisi D 36 JT. Tuh kan murah banget cuma 36 juta? Bisa nego.

Kapan ku Punya Pacar (tapi bukan aku)

kaPAN kU puNYA paCAR

KapAn Ku PuNya pAcaR

KAPAN KU PUNYA PACAR

kapan kupunyapacar


-seurius: candil, dkk-

(kapan mereka punya pacar?)

Wednesday, June 28, 2006

A Pirates Life for Me (but not me)

"We kidnap & ravage & don't give a hoot

We extort, we pilfer, we filch & sack

We're devine, we're black sheep, we're really bad eggs!

Drink up, me hearties yo ho!

Yo ho, yo ho...

A pirates life for me..."

Tuesday, June 20, 2006

Integrated Circuit Array

ICA
ICQ
ICU
IOU

Dear Icha...
Kumencarimu
Kumenemukanmu
Kuberhutang padamu lho

Saturday, June 10, 2006

The Time Which Was a Sword, a Blade, Stabbed Through Your Heart

It’s a sign of the times
That your love for me, is getting so much stronger

It’s a sign of the times
And I know that I, won’t have to wait much longer

It’s a sign of the time…
It’s a sign of the time…

-Moving Type-

Ye Belong ter Me

Ngeliat Piramid di sepanjang Sungai Nil
Menyaksikan matahari terbit dari pulau terpencil
Tolong inget sebentar saja, sayangku yg centil
Kau Milikku…

Menatapi pasar di Kota tua Aljier
Kirimi aku foto dan suvenir
Ingatlah saat mimpi mulai ditafsir
Kau Milikku…

Ku akan kesepian tanpamu
Dan mungkin kau juga begitu

Mengarungi lautan di atas pesawat perak tanpa tujuan
Lihatlah hutan saat ia dibasahi hujan
Ingatlah sampai saat kita bertemu lagi akan
Kau Milikku…

-Dorris Lupa-

Aaku Ada di Sini

Duuuh… uwo uwo oh ow!

Aku lagi bete
Mu karate
Duit cuma gope

Kesana jalan kaki
Nelpon doi
Minta anterin dong say

Akhirnya kumenunggu
SMSku
Tadi ko nggak nyampe

Kirain naik VW
Naik bemo
Taunya naik sedan gede

Ih suuka molor aja
Kataanya slalu bangun pagi
Di resto warnanya ijo
Kutunggu diri-nya sambil main yoyoo…

Aaku ada di sini
Ah! Itu siih namanya warung soto
Aduh begonya pacarkuu…

Wajah nggak seberapa
Siisanya
Cuman rada bego

Mobil baru kok mogok
Mustang GT
Nangis gua gak kesono

Musim tanding ntar Juni
Dikirain tuh masih lama
Sekarang yok makan sate
Siram jeruk, kacang ijo, Warung Nasi Bu Dhe…

Waaah nasinya risotto!
Lah! Itu sirih lha kok nempel di soto
Dah gitu, itu berbuluuu…

Waaah langitnya biru bo!
Nah! Ya tradisi abis nraktir ku bokek
Foto yuk biar nyeni…

Soda: Fanta dan Coca Cola
Yuk kawan, minum bersamaku…

(Suaramu) seksi kayak lembu
Ah! Kira-kira, kirain mau moto
Terasi nempel di muka…

Ih kuno! Sok manis ih kuno
Ah! Ayo sini kita mari berfoto… mmm foto…? FOTO...!!!

Waaah terasinya kefoto!
Uuu… uu… yeah…
Foto sekali lagiii…

(noraaak…!!!)

Waaah tapirnya kefoto!
Uwo uwo oh ow… oh ow… yeah…

Aaah… haaa… haaa…

(noraaak… noraaak… noraaak!!!)

Waaah sapinya kefoto!
Huuu huw… uhu uhu…

Aaku ada di sini…

I’m right here
Capture me

Sunday, April 23, 2006

Cinta

Love is a pure bliss

I, once, loved a girl

Who named so beauty
Whose eyes so beautiful
And smile so beautifully

I love her loves to this life
Which I love so much

And I'm,
Hoping so much that
She will loving me back
With all her beautiful ways

But, we are two lovers in completely
Different league

I don’t think my love will find a way

What is love, anyway, git?

Indah

Aku menemukan bunga yang sangat cantik di padang rumput
Tapi aku tak bisa mencabutnya dan menanamnya di kebunku
Bunga itu terlalu indah untuk kebunku yang gersang

Bahagia

Ada seorang pemikir yang mengurung dirinya di keterasingan
Untuk mempelajari cara membahagiakan menusia
Tapi, semakin dia mengurung diri, semakin dia lupa
Makhluk seperti apakah manusia itu

Bahkan dia sendiri tidak merasa bahagia karena kesendiriannya

Monday, April 10, 2006

Rallying Posts just like that Foul Mouthed Girl

Sekali gebrak 6 postingan langsung:

-Kisah Kantin Bengkok
-Komik Nyepet
-Main Voli
-Coba Tiru Mereka
-Zodiak dan Shio
-Batas


Need feedback.

Dimana? Dimana?

Pas lagi makan bareng temen2 di Kantin Bengkok, gw ngeliat 2 temen gue lewat: Miranti dan Rianti. Cerita dilanjutkan dengan slow-motion gerakan gue mengangkat tangan untuk melambaikan tangan dan getaran yang merambat keluar tenggorokan untuk menyapa salahsatu dari mereka:

‘Mentari!’

Uppsss…

(Lho, kok jadi ‘Mentari’ sih??!!!)

Temen gue yang lain udah pada ngeliatin, mencari-cari siapa yang gue sapa. Biar nggak malu, gue lanjutin aja pake nyanyi…

Mentari
Menyala di sini
Di sini, di dalam hatiku…

Gemuruhnya sampai di sini
Di sini, di urat darahku…

Di sini, di urat darahku…

Kimi wa Girlfriend (gurufuren)

Temen gue yg anak UKJ (Unit Kesenian Jepang) udah berkali-kali bolak balik terus-terusan bawa buku komik ini mulu. Karena penasaran, akhirnya buku itu gue rebut – boong deng – gue pinjem dan gue baca.

Begitu buka halaman pertama, gue udah langsung ketawa-ketawa sampai ngakak (eh, padahal halaman pertama kan paragraf undang-undang tentang pembajakan…). Yg punya buku, sama temen gue yang lain, kontan heran.

Ceritanya, si tokoh utama (cewek) baru masuk SMU. Dia belom pernah punya temen cewek, soalnya terbiasa dengan keadaan di rumah yang sodaranya laki-laki semua. Nah, kali ini dia udah punya bayangan, kalo dia bakal dapet banyak temen cewek. Tapi begitu berhadapan dengan mereka, apa yang ada di pikiran si doi berbeda banget dengan apa yang keluar dari mulutnya. Bukannya berkata-kata manis dan sopan saat menyapa kenalan baru, doi malah mengeluarkan perkataan yang menyinggung dan penuh dengan kesombongan.

Ini, pas yang lain mu karaokean dan doi pengen ikutan, secara tidak sadar doi malah bilang, ‘Kalian masih ya, ikutan kegiatan kampungan kaya gitu.’ (itu diucapkan dengan nada dingin). Alhasil, setelahnya tentu saja doi menyesal histeris sampai banjir air mata berlebihan. Karena gengsi, doi bukannya minta maaf tapi malah terus berpura-pura bersikap angkuh.

Temen gue penasaran sama apa yg gue ketawain, trus dia juga coba baca. Hening, lalu dia bilang, ’Elu banget ya git…’

Jlebb… aih, benar juga ya. Apalagi dia temen deket gue yang udah kenal gue sejak pertama masuk kuliah.

Hahaha, menertawakan diri sendiri nih?

‘V’ for Volleyball game

Duduk sendiri, termenung, nungguin temen. Eh, ada yang ngajakin main voli, ‘Mas, gabung yok, orangnya kurang satu nih.’ (‘Oke mbak…’)

Saya kan nggak ngerti main voli. Ngertinya juga prempoli (perempuan) dan lengkong (laki-laki). Biasanya selalu main basket. Nggak ngeh kalo voli pun setiap orang (mahasiswa) bisa gabung, kaya main basket. Gw kira tadinya yg main voli tu udah pada kenal semua.

Eh ada Judica alias Andi si anak perusahaan Boulevard. Sekarang dia rambutnya panjang kaya Annakin Skywalker ato Harry Potter di film ke-4.

Main voli tu ternyata posisinya digilir, 6 orang itu muter tukeran posisi smasher, alleyer, backer, center. Dateng-dateng, gue udah main disuruh servis. Bola melenceng, yang lain maklum. Kesempatan servis berikutnya gw tonjok aja tuh bola. Yah, berhasil lah, nyampe ke sebrang net. Kalo mu nyervis gaya nampar bola, dari ujung tangan sampe pundak bakal sakit. Tapi bola nyampe dengan mulus, cepat, dan dilayani ogah-ogahan sama lawan (takut soalnya).

Klo main voli lebih terasa keakrabannya. Sama-sama nggak bisa, bakal diketawain. Tapi tertawa bersama. Klo main basket biasanya mayoritas orang-orangnya teralu streng.

Kalo main sepakbola bikin sakit kaki, kepala, sama dada. Main voli bikin sakit tangan (sakit lho, bisa sampe bengkak). Main basket gak bakal sakit apa-apa. Kecuali klo main gak pake alas kaki di lapangan panas-panas sampe telapak kaki melepuh, robek, terus belum sembuh bener sudah dilepuhin lagi.

Mentor

Selama ini aku selalu merasa hidup sendiri, berusaha sendiri, tak pernah ada yang menghampiri dan menolongku. Mungkin aku ingkar, karena lidah tak bertulang (tapi jari buat ngetik kan bertulang…). Aku menginginkan mentor. Nabi Muhammad sudah tiada. Aku butuh mentor yang masih hidup, dan ada di dekatku. Yah, aku memang tak pernah mendapatkannya. Tapi aku ‘mendapatkannya’ secara tidak langsung. Aku menjadikan orang-orang di sekelilingku sebagai mentor. Mungkin anda pun bisa mencontoh orang-orang ini:

Si cablak luarbiasa dan cuek bodo amat plus kocak bersuara cempreng. Orang ini benar-benar cablak! Ngomong keras-keras gak puguh dengan suara cemprengnya yang lucu itu. Jadi sekalipun dia cerita serius, bawaannya tetep aja ketawa. Klo dia ngomong, suka ketawa sendiri. Tak masalah, toh orang lain terbawa ikut ketawa. Pernah waktu itu dia dengan ‘ramahnya’ ngajakin orang asing ikut main basket ama kita-kita. Padahal ‘orang asing’ itu adalah anak-anak SMA 5 yang kesel karena lapangan mereka kita dominasi tiap minggu. Si cablak dengan cueknya tetep aja pake bilang ‘terima kasih’ segala padahal si anak-anak 5 sudah sinis gitu tampangnya. Sementara gue udah ngiris-ngiris bawang…

Si ramah luarbiasa dengan murah senyum dan nggak pernah marah. Kalo ketemu orang pasti senyum, ketemu gue setiap hari juga tetep aja senyum lebar. Ngomongnya sopan, intonasi suaranya nggak pernah ninggi. Perhatian, peduli, ramah, baik hati. Sekalipun dia yang salah malah dia yang bilang ‘maaf’. Ke orang lain yang lebih muda sekalipun manggil ‘Mas’. Orang pernah bilang klo si ramah hidupnya kayak nggak punya beban. Dia benar-benar berbagi kebahagiaan. Aku merasa bahagia kalo berada dekat dengannya.

Si rajin tekun serius pekerja keras haus ilmu dan spontan. Klo ngedengerin orang ngomong, dahinya ampe berkerut-kerut dan ampe ngebenerin posisi duduknya berkali-kali. Dia nggak malu mengakui klo dia nggak tahu. Baik hati, spontan pada perkataannya, dan tak pernah menarik kembali kata-katanya, kebaikannya tulus. Pekerja keras dan haus ilmu sampai-sampai sering tepar. Selalu melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh, tak berharap mendapatkan imbalan kecuali kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Aku kagum padanya. Klo deket dia, gw jadi ikut semangat.

Mungkin aku terlalu mengoverestimate mereka. Tapi setidaknya saya bisa mengambil hal-hal yang baik dari mereka. Belajarlah dari si cablak, si ramah, dan si rajin. Carilah mentor-mentor anda sendiri.

Ini Klimaks dari Roadshow November – April

Baru-baru ini aku baru saja menyadari, kalau ternyata di dunia ini ada batasan yang tidak bisa kutembus, sekeras apapun aku berusaha, atau sesering apapun aku berlatih. Aku memang sudah ditakdirkan untuk menjadi orang yang seperti ini. Aku tak akan menjadi ‘Super Sigit’, atau Sigit++. Mungkin semua orang juga begitu, mungkin setiap orang memiliki batasan masing-masing yang tidak bisa ditembus.

Begitu mengetahui hal itu, gue sempet shock. Padahal cita-citaku sangat tinggi (dan semoga, mulia). Tapi ngumpul ama temen-temen masih bisa bikin gue tertawa, walau gaya ngomong gue jadi lempeng dan pandangan mata nggak fokus. Beberapa jam gue sempet bengong, merenung. Tapi besoknya gue udah bisa ceria lagi.

Ga tau malu? Punya kekurangan tapi masih bisa ceria? Hmm, banyak orang berpikir kaya gitu. Contoh: banyak orang yang bilang kalo si anu cantik tapi otaknya tak berisi. Lalu apakah salah kalo dia cantik? Wajah kan pemberian Allah. Klo misalnya si anu jelek dan bodoh, biasanya orang bakal cuek-cuek aja, gak komentar.

Jika ada seseorang yang berpenampilan menarik, tapi sebetulnya dia payah. Nah kan penampilan itu sebagai suatu pendongkrak nilai lebih baginya. Daripada udah payah trus penampilan payah… Tapi orang malah sering menghardik begini, ‘Huh, penampilan aja diurusin, skill ga seberapa…’. Kita hidup di lingkungan yang kejam.

Semua yang kulakukan, semua yang kulalui, hampir kurasa sia-sia. Tapi ngga juga. Klo seseorang aim for nilai 10, segagal-gagalnya masih bisa dapet nilai 8. Bagaimanapun juga, aku berubah. Aku merasa menjadi lebih baik. Tadinya kupikir aku bisa melakukan apapun, aku bisa menjadi apapun, tak ada batasan di dunia ini. Aku sempat berpikir kalau seseorang bisa hidup bahagia selamanya di dunia ini, dan itu adalah rahasia hidup yang akan saya cari dan temukan caranya. Tapi Sigit sudah terlalu sombong. Dan orang sombong akan mengalami flashback kejadian semua hal yang pernah dikatakan dan dilakukannya. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa, sekali lagi, aku mempunyai batasan.

I’m so sad. But I’ll keep on living my life.




(bener nggak inggrisnya?)

Friday, March 24, 2006

‘V’ for hugo weaVing

Berawal dari ajakan teman tuk menonton film ini yang katanya dibuat oleh pembuat yang sama dengan The Matrix Trilogy. Memang benar, Wachowsky Brothers memegang screenplay, tapi sutradaranya orang lain. Paling terlihat kemiripannya dengan The Matrix yaitu saat action tentu saja. Saat Guy Fawkes melempar pisaunya. Saat ledakan yang dislow motion. Juga berbagai pengambilan sudut pandang kreatif lainnya. Yang jelas bukan seperti pengambilan sudut pandang sok-sok keren dari seorang disiplin Cerahati Production yang terlalu mendominasi kelompok Audio Visual gue saat tugas bikin film. Atau seorang impostor yang cuma bisa marah-marah.

Ini film yang kutonton setelah terakhir kali nonton ‘Jomblo’. Kalo Jomblo ceritanya terlalu bodoh, seperti Jo… Nah ‘V for Vendetta’ ceritanya terlalu bergaya komik superhero, toh memang. Pembuatnya David nama keluarga, seorang Yahudi. Ceritanya sok-sok ngebelain Islam, dan ngejelek-jelekin Kristen. Entah ini Inggris jaman kapan, namanya jadi Inggris Raya. Pemerintahan dikuasai diktator yang berlambang salib dicoret (jadi garis horizontalnya ada dua). Muslim dan segala yang berhubungan dengannya dilarang di negara itu setelah peristiwa peracunan dengan senjata biologis oleh kaum Ekstrimis Religius terhadap ribuan warga Inggris. Padahal pelaku sebenarnya adalah Pemerintah Inggris sendiri. The Movie Team nastily create a Big Bang on Big Band at the end of the movie.

Film dimulai dengan dilarangnya merokok dan mengacungkan 2 jari tangan ke atas bagi para penonton. Jika penonton tetap melakukan hal tersebut, pertunjukan tidak akan dimulai.

Topengnya bagus, itu salahsatu alasan saya tertarik menonton film ini. Desain poster film ini tampak seperti poster-poster politik Polandia pada masa-masa Perang Dunia kedua. Kasihan sekali Hugo Weaving yang maen di The Matrix dan The Lord of the Ring tidak dimunculkan wajahnya samasekali sampai akhir film. Dicium Natalie Portman pun cuma di ‘bibir’ topengnya.

Habis nonton, makan es krim, trus jalan-jalan bareng temen-temen ke Rumah Mode seolah-olah dunia ini damai-damai saja. Minggu depan UTS 5 matakuliah teori plus tugas-tugas berat menumpuk!!!

Saturday, March 04, 2006

Thanks to…

Allah SWT > Terimakasih atas segalanya.

Nabi Muhammad SAW > Atas teladan akhlaknya yang mulia sehingga blog ini nggak berisi hal-hal aneh bin negatif.

Oskar > Yang menginspirasi saya pertama kali untuk membuat blog, juga menginspirasi atas isi blog tersebut. Jadi nggak cuma sekedar diary online.

Ikram > Yang mengajari saya cara bikin account blog di Blogger.com. Walau akhirnya saya lupa username dan passwordnya sehingga account blog itu hanyut begitu saja di lautan Blogger. Sampe 2 kali malah! Jadi blog ini yang ke-3. Juga terimakasih kepada Ikram atas ke-nggak-begitu-niat-an-nya mengajari saya cara melayout blog dengan Frontpage.

www.blogger.com > Thanks for the free account. Walau kadang ada spam.

El-Cid alias Al-Sid sang pahlawan perang Spanyol > Yang namanya dah dipake tuk alamat blog gue.

Upi > Yang cukup susah dimintai tolong ngedesainin layout blog gue sampe akhirnya gue males mengubah lagi desainnya karena sudah cukup puas dengan yang sekarang.

Tomo, Upi, Fany, Ani, Risa, Batari dan lainnya… > Yang udah rutin ngunjungi blog saya dan membaca postingan di dalamnya. Semoga bisa bermanfaat dan menghibur. :D

Pengunjung lainnya > Yang telah menyempatkan diri mengunjungi blog saya walau nggak pernah ninggalin comment. Contoh: si bodoh Jofa…

Para Blogger yang alamat blog-nya udah gw link > Walaupun sebetulnya gue seenaknya aja main nge-link. Juga terimakasih nggak protes walau di-link dengan nama aneh-aneh.

Aji, Donna, Oskar, Bayu, Ilham, Lucky, Chris, Bulbasaur > Yang udah bersedia fotonya dipajang di blog gue, walau tanpa izin. Hey, it’s illegal in some country you know!

Argyle di Brave Heart, peserta Takeshi Castle, pengemudi sekoci di Titanic > Yang kata-katanya pernah gue quote. Tapi klo yang I’m in a deep…dst itu gue bikin sendiri, nggak nge-quote.

Mbak mbak, dan nama-nama lain… > Yang pernah gue sebut-sebut di blog gue.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad > Yang udah bersedia saya idolakan. Walau ‘idola’ dalam bahasa Inggris sebetulnya artinya ‘berhala’ (patung berhala). Perlu diingat, jika anda (pembaca) melafalkan Indonesian Idol, lafalkanlah Indonesyen AIDOL pake ‘O’. Jadi bukan ‘aidel’, karena itu berarti ‘pengangguran’. Contohlah Ryan Seacrest yang melafalkan American Aidol sampe mulutnya monyong-monyong…

Si Atheis Bill Gates yang wajahnya mirip temen gue Sigit > Yang udah menciptakan Aplikasi Microsoft Word untuk gue pake ngetik tulisan di blog ini sebelum gue upload.

Sigit Firmansyah > Yang udah ngajarin gue cara ngetik 10 jari. Walau sebetulnya Tim Penyusun Buku ‘Menguasai Komputer dan Linux’ yang dari Comlabs ITB nggak cuma dia.

J.K.Rowling, Pak Sapto guru SMA > Yang telah mengajari saya cara menulis yang benar.

Muhammad Isa Dawud > Yang mengajari saya cara menganalisis secara mendalam.

Eiichiro Oda > Yang udah mengajari saya kebebasan, keberanian, dan kenylenehan.

Semua tulisan di blog ini > Kalian sudah seperti anakku sendiri.

Mom > Yang udah ngijinin gue internetan pake Telkomnet Instan setiap bulannya dan ngebayarin iurannya. Thanks a lot mom. Appreciate…

Dad > Thanks for the blood.

Wednesday, February 15, 2006

Roy Suryo Pakar IT, Sigit Pakar Marketing


Image hosting by Photobucket

Dalam rangka mencari kegiatan baru, gue memutuskan tuk terlibat kegiatan Pasar Seni 2006 yang akan diadakan tanggal 9 Juli 2006 nanti. Berisikan stand-stand seni, wahana-wahana, dan live music, semua dalam satu hari. Stand seni dan live music yang ditampilkan pun bukan seni-seni kontemporer, tapi seni tradisional. Jadi nggak bakal ada live music Peter Pan atau Radja dalam event ini. Tema yang diangkat adalah ‘Langkah Mengakar Lepas’, maksudnya kita berharap Indonesia bakal lepas dari ketergantungan terhadap seni asing dan mengembangkan seni tradisionalnya sendiri. Judul ‘Langkah Mengakar Lepas’ tuh SR banget sih, nggak meaning klo menurut gue. Udah gitu logonya gue gak suka, tulisan ‘pasar seni’ nya jelek kayak tulisan anak-anak lagi…


Di kepanitiaan Pasar Seni, gue masuk Tim Marketing. Tim ini yang akan mencari dana untuk pengadaan pasar seni. Katanya dana yang dibutuhkan adalah sekitar 2,7 Miliar Rupiah! Instead of membayar tenaga profesional, KMSR (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa) malah merekrut anak-anak SR untuk pekerjaan ini. Saat gue bergabung – tentu saja – mereka gembira, karena mereka menganggap gue sebagai seorang ahli marketing entah darimana…

‘Git lu kan jago marketing…’

Oh yeah mentang-mentang Bapak gue kerja di Coca-cola, trus gue mahasiswa yang bawa mobil (Mobil Ibu gue: Starlet merah, warna coca-cola pula), tambah lagi gw selalu berpakaian necis dan dandy (dandendi, dandindundendo…), mereka lalu men-judge bahwa gue jago marketing. Anjirr… apa hubungannya coba…??

Sebelum Event Pasar Seni itu sendiri (yang masih lama), KMSR akan lebih dulu mengadakan Event Fun Racing. Dasar anak SR emang hobinya hura-hura. Event ini akan diadakan di seluruh jalanan Bandung. Bandung emang tempatnya hura-hura, tak terhitung banyaknya Event Fun Bike atau Fun Marathon yang pernah berlangsung. Pasti bikin macet jalan trus peserta maupun patrolinya suka rese. Kalau saya perhatikan, calon-calon pembalap-nya udah pada keliatan. Anak-anak SR tuh ada yang bawa Jeep Convertible, pernah ada yang bawa mobil modif ditempeli stiker-stiker stripe, ada juga yang punya mobil klasik buat balapan. Dan tak lupa, mobil Starlet merah Coca-cola gue, hahaha…

Dana yang terkumpul dari acara Fun Racing ini akan digunakan untuk nambah2in dana buat Pasar Seni. Apalagi Event ini diperkirakan akan menyerap labih banyak sponsor jika dibandingkan dengan Pasar Seni itu sendiri yang temanya ‘Tradisionil’, ih nggak menjual!

Saat rapat Tim Marketing, gue nanyain tentang gimana kepanitiaan yang bertanggungjawab atas Event Fun Racing yang keliatannya butuh Tim tersendiri ini.

‘Eh ntar yang ngurusin Event Fun Racing ini siapa? Kok keliatannya buat Pasar Seni aja kita udah empot-empotan kekurangan tenaga? Trus pendanaannya gimana? Padahal buat bikin proposal aja kita dananya kurang?’

‘Event apaan maksud loe?’

‘Ya Fun Racing, emang ntar event nya mau kayak gimana sih? Area balapan nya dimana?’


………………..
……………………..
………………………….


“FUND RAISING” KALI, SIGIIITTT…….!!!!!!!!!!!!!!’

Gubrakksss!!!
Oah ya ampun, astaga naga…
Semua langsung gubrak segubrak-gubraknya.
Tuh kan, ahli marketing apanya… Fund Raising (pengembangan dana) aja gw nggak ngerti…
Jadi sebetulnya paragraf 5 dan 6 postingan ini cuma khayalan gw doang…

Sunday, February 05, 2006

Gara-gara Oprah Winfrey


Image hosting by Photobucket

Salahsatu episode The Oprah Winfrey Show menampilkan komedian tenar Amrik yang meluncurkan buku miliknya berjudul ‘He’s Just not that into You’. Buku ini berisi tentang pemikiran psikis sang penulis terhadap hubungan pria-wanita. Maksudnya si penulis ingin memberitahukan lewat bukunya kalo seorang cowok deket sama cewek, nggak berarti cowok itu naksir sama si cewek. Kalo di-Indonesia-in kan seharusnya judulnya ‘Dia Nggak Begitu Saja Naksir Kamu (Tau!)’. Tapi ternyata buku ini masuk Indonesia dan judulnya menjadi ‘Cintakah dia Padaku’. Aihh…!!!


‘De, lagi dimana? Nitip tolong beliin buku “Cintakah dia Padaku” dong…’

Kebetulan waktu itu gw lagi di Gunung Agung ama temen-temen gw abis main basket di Minggu siang yang tenang. Kakakku nitip tolong beliin buku tersebut. Karena judulnya yang nggak banget, gw jadi males dan malu tuk nyari ato nanyain bukunya. Tapi akhirnya terpaksa kulakukan…

Saat masuk ke Gunung Agung, aku langsung mencari ke bagian novel (waktu itu aku belum tau kalo itu bukan novel), nggak nemu. Ohya, cari aja ke BukuBaru atau BestSeller, nggak nemu juga. Berdasar dari gengsi, aku maksain nyari sendiri buku itu di rak-rak yang jumlahnya banyak. Nyarinya sampe menyipit-nyipit. Aduh kayaknya minusku nambah, ngga bawa kacamata lagi.

Akhirnya, aku memutuskan tuk nanya…

‘Ee… mas, “cintakah dia padaku?”’

‘Waduh kurang tau ya mas, coba tanya langsung aja ke orangnya…’

Tuh kan sudah kuduga, bakal susah nyari buku yang judulnya nggak banget kayak gini. Setelah itu, gw nanyanya ke mbak-mbak yang jaga.

‘Mbak, mbak, “cintakah dia padaku?”’

‘Aduh ngga tau ya mas, kok nanyanya ke saya siiihh…’

Lalu muka si mbak itu tiba-tiba memerah, dia menunduk, membalik badan, lalu pergi. Gyaaaaa!!! Bener kan?! Sejak awal emang aku udah males nyarinya, untung bukunya ketemu. Setelah ketemu, gw bawa ke kasir, gw bayar, trus gw langsung cabut dari situ!

Friday, January 27, 2006

Mirr

Pada suatu masa di daerah Madain Shalih, hiduplah seorang manusia iri. Sebut saja namanya Mirr. Mirr selalu iri pada apapun, siapapun yang dijumpainya. Dia jarang mensyukuri keadaan dirinya sendiri.

Bila seseorang mempunyai permata, Mirr pun ingin mempunyai permata. Bila seseorang mempunyai pekerjaan sebagai pandai besi, Mirr pun ingin mencoba menjadi pandai besi. Bila seseorang mempunyai peliharaan yang jinak, Mirr juga ingin memliharanya. Bila seseorang bisa berbicara kepada pohon, Mirr juga ingin bisa berbicara kepada pohon.

Mirr mempunyai Intelligent Quotientia yang tinggi. Dia dapat dengan mudah mempelajari apapun. Dia dapat dengan mudah memiliki apapun yang dia inginkan. Mudah saja baginya untuk memiliki permata, menjadi pandai besi. Tapi ia tak bisa memiliki peliharaan yang jinak atau berbicara dengan pohon.

Dahulu Mirr sering bermasalah dengan hewan. Dia merasa seolah semua hewan membencinya. Saat membelai kucing, kucing itu mencakarnya. Saat mengelus anjing, anjing itu menggigitnya. Saat menaiki kuda, kuda itu menjatuhkan dirinya dan lalu menyepaknya.

Mirr menjadi truma. Dia jadi membenci hewan sekaligus mencintainya. Pada suatu saat dia berkata ‘Aku benci semua hewan’. Pada kesempatan lain dia berkata ‘Aku mencintai semua hewan’.

Mirr kemudian menganggap berbicara dengan pohon itu tidak mungkin, orang yang dapat melakukannya pasti hanya berbohong. Tapi tetap saja Mirr penasaran, dan lalu, lama kelamaan, Mirr menjadi kagum dengan orang yang bisa bicara dengan pohon tersebut.

Tolak ukur Mirr adalah dan selalu orang lain. Melihat orang lain bahagia saat bermain seruling, Mirr lalu mempelajari cara bermain seruling. Karena kepintarannya, dia dengan cepat menguasai cara bermain seruling. Lalu dia memamerkan keahliannya bermain seruling ke semua orang. Dia bahkan menjadi lebih mahir daripada orang yang mengispirasi dirinya bermain seruling.

Di dunia yang luas ini, cita-cita Mirr sangat kecil. Dia ingin mendapatkan apapun yang orang lain dapatkan. Karena itu, untuk yang satu ini – berbicara dengan pohon – adalah cita-cita dia yang terakhir dan mungkin yang terbesar. Orang yang bisa berbicara dengan pohon itu bernama Dichke.

Mirr mulai mendatangi Dichke. Dia minta diajarkan cara berbicara dengan pohon.

‘Kenapa kau ingin berbicara dengan pohon? (anak yang aneh…)’

‘Ingin saja. Aku ingin bisa sepertimu.’

‘(Anak bodoh…) Kau tak akan bisa berbicara dengan pohon. Tak ada orang yang bisa.’

‘Kau bisa…!!!’

Dichke membalik badan. Lalu dia pergi meninggalkan Mirr. Tapi dia meninggalkan secarik kertas berisi puisi.

Aku sangat sedih
I’m in a deep sorrow of romantic melancholia

Aku bukanlah anak yang pintar
Selain itu aku pun tak terpelajar
Aku tak bisa memiliki batu permata dengan cahayanya yang berpendar
Aku tak bisa memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang besar
Aku tak bisa memiliki peliharaan dengan sorot mata berpijar
Aku tak bisa bermain musik dengan suara yang menggelegar
Aku bahkan tak memiliki teman atau keluarga untuk menceritakan semua keluh-kesahku

Maka aku menceritakan semuanya pada pohon
Kuceritakan bahwa aku ingin batu permata
Tapi tak begitu ingin…
Karena sekarang aku sudah bahagia

Jika aku bersedih, pohon bergoyang karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah barat yang mengatakan ‘bergembiralah’
Jika aku putus asa, daun berkibar karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah timur yang mengatakan ‘bersemangatlah’

Walau kata-kata itu bukan ditujukan untukku, tapi angin telah mengantarkannya untukku
Melalui pohon itu, seolah itu untukku

Maka aku pun berbicara dengan pohon

Tuesday, January 24, 2006

Orang yang kuidolakan


Image hosting by Photobucket

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Keren abis.


Berkat settingan di Blogger yang tidak menampilkan blog saya di list, keyword ‘Mahmoud-Ahmadinejad’ tidak akan menampilkan link ke blog saya di search engine manapun. Sama hal nya ketika saya mengetikkan keyword ‘broery’, ‘bronson’, ‘baruna’, atau ‘tiga-berang-berang’ di search engine. Result zero.

Tragedi di Perbatasan

Pembatas buku gw sekarang bertambah banyak. Ini dia koleksinya:

- Pembatas buku Mashimaro. Aih lutuna. Mashimaro si kelinci gendut yang mirip Marshmallow (haram!).

- Daun lengkap dengan kupu-kupu-nya dari Majalah National Geographic. Kupu-kupu-nya sendiri bisa dipake jadi pembatas buku juga. Keren. Disponsori oleh Honda, ‘The Power of Dreams’, tapi keduluan ama Toyota bikin mobil Hybrid: ‘Prius’.

- Pembatas buku dari Komik Martabak buatan dosen-dosen saya. Ugh…

- Pembatas ‘Sang Alkemis’, dapet pas beli bukunya. Sekarang jarang ada buku yang ngasih pembatas.

- Pembatas “Howd Ter Train Yer Drag’n” dari buku berjudul sama. Aduh nyesel beli bukunya, jelek. Tertipu oleh desain cover bukunya yang bagus…

- Tempat bekas sampel ‘Citra Lotion Teh Hijau’. Bentuknya memang memungkinkan tuk dijadiin pembatas buku. Lumayan.

Sayang gw sering lupa make pembatas-pembatas itu kalo lagi baca. Alhasil, benda-benda berbahaya seperti hape, buku lain, remote kontrol, laptop, cd dan ulekan pun dijadikan pembatas buku kalo lagi terdesak (terdesak naon…).

‘Eh, hape saya mana?!!’

Thursday, January 19, 2006

Maafkan saya, saya sudah berusaha!

First Impression. Inilah apa yang gue pikirkan waktu pertama kali kenal sama orang-orang ini. Untuk beberapa lama, gw membahasakan orang-orang ini dengan sebutan seperti ini:

Si-cewek-anakbuah-gue-yang-namanya-kayak-laki-laki Upi

Si-cewek-baru-liat-di-bul-padahal-temen-dkv Ani

Si-cewek-yang-jadi-model-iklan-kaos-bul Batari

Si-taplok-kacamata-berbingkai-aneh Ikram

Si-temennya-Oskar-kenal-di-forum Tomo

Si-anak-mentoring-temennya-Dito Oskar

Si-cewek-cablak-suka-ngobrol Rahanny

Si-kenal-gue-dari-kuliah-PPKN Jofa

Si-Sigit-satu-lagi Sigit Adinugroho

Si-kacamata-paling-junior-di-bul Zaki

Si-cewek-yang-pake-kawat-gigi Kethy

Si-temennya-Oskar-suaranya-seksi Ade

Si-cewek-nggak-kenal-tampak-cool Maya

Si-cewek-pucat-dari-divisi-perusahaan Yasmin

Si-cewek-kacamata-berbingkai-lebih-aneh-dari-Ikram Andrea

Haha maaf! Jangan tersinggung ya, namanya juga first impression. Walau udah kenalan, kadang-kadang gue juga suka lupa nama. Kadang gue juga suka lupa wajah, soalnya gw klo ngeliat orang suka cuman sekelebat-sekilas saja. Tapi untuk seterusnya, ngga gitu kok. Selanjutnya, terserah anda.

Pernah ngga lo begini?

Saat selesai sholat Maghrib, gw berdoa seperti ini:

‘Ya Allah, doa saya sama seperti saat Ashar tadi.’

Ya ampun gw langsung istighfar trus mengulangi doa yang tadi sampe detil.

Wednesday, January 11, 2006

The Devil wears Prada

Boxer pants for a birthday gift??! Bermotif babi pula. Klo gw itung gambar babinya berjumlah 21 tuh… Haha cukup enak dipakai kok, ntar gw pake pas main basket (bohong).

Thanks ya Fe, Upi, Ndre, Yasmin, Ranee, Ika, Zia, Ikram…

The Scrooge drinks Chocolate Milo

Milo kaleng dingin beli di swalayan. Berbeda dengan Milo bubuk (bikin sendiri) yang hanya terdiri dari susu, coklat, dan gula. Milo kaleng mengandung tambahan vanila, malt (madu), dan sari kedelai (susu kedelai). Porsinya sedikit, hanya 235ml. Tidak seperti kebanyakan minuman kaleng lainnya yang netto 350ml. Harganya cukup mahal, Rp.5500,- per kaleng.

Udah
Enak
Dikit
Mahal
Ada yang minta pula…

Haha gw pelit bgt ya…