Tuesday, July 25, 2006

Seekor Lebah yang Terbang Tanpa Arah

Embun di daun ini sudah menetes habis untuk menangisi pagi hari yang telah lewat, kulewati tanpamu, lagi

Harapan yang ada di tanjung ini sudah habis tersapu ombak sementara aku menunggumu, menunggu untuk ikut tersapu ombak

Rasa manis pada buah apel ini mulai membuatnya membusuk, menjadikannya mirip jantung hati yang tak terbalas cintanya

Sunday, July 23, 2006

Just Do It

Anggap saja hidup ini dilambangkan dalam 3 fase. Pertama kau harus mengikat tali sepatumu. Kedua, kau berlari sekuat tenaga. Ketiga, kau menancapkan dan mengibarkan benderamu di garis finish.

Tapi aku takut, saat aku mengikat tali sepatuku, orang-orang sudah duluan berlari. Aku juga takut, saat aku baru mulai berlari, orang-orang sudah duluan mengibarkan bendera mereka. Yang paling aku takut, saat aku baru menancapkan bendera, orang-orang sudah tidak ada.

Sehingga aku tidak juga memulai mengikat tali sepatuku. Sekian lama waktu dihabiskan hanya untuk melihat sepatu itu belum bertali. Sebetulnya aku tahu benar apa yang harus aku lakukan, hanya saja aku tidak melakukannya.

Jika kau sudah memegang tali, gerakan menyimpul itu akan diteruskan dengan sendirinya. Akhirnya aku mengikat tali sepatu, dan mulai berlari. Ternyata, banyak orang-orang yang berlari bersamaku. Aku senang sekali, apalagi melihat mereka yang belum mengikat tali sepatu mereka di belakangku.

Proses berlari ini ternyata cukup lama. Aku berhenti untuk beristirahat. Aku duduk, lalu tiduran. Kepala yang tertekan saat tiduran membuat rasa takutku muncul lagi. Aku takut jika aku kembali melanjutkan berlari, orang-orang sudah mencapai garis finish. Posisi berdiri tanpa kepala tertekan sebetulnya akan membuat semangat muncul kembali. Tapi untuk bangun saja susah, karena semua khayalan buruk menemani tidurku.

Akhirnya aku pun tidak bangun, dan tidak melanjutkan berlari. Hanya tidur-tiduran juga cukup menyenangkan kok. Mereka yang sudah mengibarkan bendera, lalu apa? Begitu pikirku.

Tolong. Seseorang tolong bangunkan aku, ajak aku untuk kembali berlari, bersamamu. Ajak aku baik-baik, atau seret aku. Jangan biarkan aku terinjak-injak oleh pelari lain sementara aku tertidur.

Sekarang atau tidak samasekali. Sekarang atau tidak samasekali. Sekarang atau tidak samasekali. Dalam tidurku, aku berdoa semoga ada gempa yang bisa mengubah posisi tidurku menjadi berdiri. Tapi gempa itu malah terjadi di tempat lain.

Itu doa yang sangat buruk. Aku sungguh tidak ingin terjadi gempa. Aku pun bangun sendiri dan melanjutkan berlari. Sekalipun entah kapan aku bisa menancapkan benderaku. Entah bendera itu akan berkibar atau tidak setelah kutancapkan.



Aku berlari-lari lari-lari mengejar mobilku… bukaaan!!!
Kaki kiriku berlari mengejar kaki kananku yang duluan melangkah. Vice Versa.

Wednesday, July 19, 2006

Oh Casper, muter-muter, kayak helikopter, Bapaknya dokter, Ibunya suster...

Pas lagi makan2 ama temen2 di sebuah café (tak perlu saya sebutkan namanya), kami dikejutkan oleh suatu peristiwa yang membuat bulu kuduk berdiri!

Abis makan – biasa – lalu kami foto2 di tempat yang agak terbuka. Pas lagi foto2 inilah, temen gue ngeliat benda putih terbang-terbang di deket semak-semak. Tadinya kirain cuma cahaya lampu ato apa. Tapi ternyata setelah benda itu muncul lagi, benda itu terlihat jelas dan nyata sekali. Tapi bukan kunang-kunang atau serangga lainnya, kayaknya hantu deeeehhh…!!!


Photobucket - Video and Image Hosting


Benda itu muncul-kelihatan-muncul-kelihatan gitu. Dia meliuk-liuk dengan cepatnya, bercahaya kayak hantu api obor yang suka ada di cerita hantu Jepang. Kami semua nggak ada yang berani mendekat, kecuali salah seorang temen gue (yang wajahnya dengan hormat nongkrong di foto di postingan ini). Kalau boleh saya deskripsikan – maaf – hantu itu kayak sperma.

Untung udah sempet gue foto sebelom benda itu menghilang samasekali dan nggak muncul-muncul lagi, yes!!! Padahal biasanya kan hantu gak bisa ditangkep oleh kamera. Tapi kalo ngefoto ruang kosong, biasanya (menurut pangalaman banyak orang) malah ada hantu suka ikut nongol. Dasarrr…

Anehnya kami semua nggak begitu takut (mungkin karena wujudnya nggak begitu jelas ya), tapi kejadian itu cukup bikin kami merinding dan membuat bulu kuduk berdiri dengan hebatnya. Untung bukan tuyul (ih amit-amit!!!). Keramaian yang kami timbulkan sempat membuat seorang mbak-mbak pelayan datang untuk melihat ada apa. Tapi seperti biasa (kayak di film-film), hantu itu menghilang pas ada orang lain datang…

Lagian nggak etis kan, bilang2 ada hantu di ‘tempat ini’. Ntar orang pada kabur, lagi… atau justru pada berdatangan karena penasaran?

Monday, July 17, 2006

Oh Yuri, Agisa Tau…

Bagimu ini pasti lucu sekali, tawamu begitu keras
Ini hujan dan kita nggak punya payung. Aku juga nggak tahan ngeliatnya :)

Lampu merah menyala di perempatan yang kita lewati
Kamu indesisif, nyebrang ato nggak, bahkan untuk mengambil satu langkah saja

Memang ini tidak sehebat lagu yang pernah kau nyanyikan dengan buruk padaku
Tapi aku akan berusaha mengembalikan suasana musim semi yang telah hilang itu

Aku ada di sini, ah orang yang kusayangi
Selamanya, kan kugenggam tanganmu

Istana pasir kecil yang kita buat tersapu ombak
Kau tersenyum tapi sebetulnya kesal, lalu menengadah melihat awan di langit

Jika hanya ada musuh di dunia ini, aku akan menjaga belakangmu
Jangan sampai kau melupakan rasa percaya ini

Aku ada di sini, ah orang yang kusayangi
Selamanya, kan kugenggam tanganmu

Aku ada di sini, ah lagu yang menyenangkan
Hey, berusahalah demi kami berdua

Aku tahu, jika esok hari cerah
Ayo, akan kuperlihatkan padamu

Langit, laut, semuanya: ah, berkilau berkelip dengan indahnya
Karena kau… aku menyayangimu

Selalu, ku akan selalu di sampingmu. Ah, orang yang kusayangi
Hey, selalu… mm… selalu…
Selalu…

Aku ada di sini
Di sebelah sini
Ya, sebelah sini


- Chisato Nishimura & Zen Yamagen -

Saturday, July 08, 2006

Informasi Sholat dan Adzan

You’re in a middle of nowhere. Mau sholat, tapi bingung udah adzan atau belum. Mau berbuka, tapi bingung udah maghrib atau belum. Hubungi 022-2511308 !!! Line ini disediakan khusus untuk mengetahui jadwal sholat dan waktu adzan. Operatornya ramah, informasinya akurat dan terpercaya.

Hehe sebetulnya ini nomer rumah temen gue. Waktu kita lagi jalan bareng, dia pengen tau udah adzan ato belum, trus dia nelpon rumahnya, nanyain ke si mbok udah adzan ato belum. Soalnya rumahnya di sebelah mesjid.

Persilangan Jalan

Saat liburan seperti ini, aku lebih sering berjalan2 bersama keluarga. Saat itu, aku berdoa kepada Allah, ‘ya Allah, semoga aku bertemu dengan seorang teman malam ini’. Benar saja, aku bertemu teman lama di SMA. Dia bersama adiknya. Nggak mirip.

Jalan-jalan berkutnya, aku pun mulai berpikir, dari sekian banyak orang kok nggak ada yang kenal ya? Aku pun kembali berdoa kepada Allah, ‘ya Allah, semoga aku bertemu seorang kenalan malam ini’. Allah pun kembali mempertemukanku dengan seseorang. Tapi kali ini aku yang menghampiri dia, dia bekerja part-time di sebuah toko. Tumben kali ini bisa ketemu, karena biasanya aku sering ke tokonya tapi dia nggak ada. Hmm, cukup menyenangkan. Terima kasih ya Allah.

Mobil Murah

Pilih mana, Toyota Yaris, Suzuki Swift, atau Honda Jazz? Yang paling banyak berkeliaran mungkin Honda Jazz, sehingga bagi anda yang gengsi kalo punya mobil pasaran, pasti nggak bakal milih Honda Jazz. Dari segi desain body, mungkin yang paling bagus Suzuki Swift. Tapi kalau yang paling murah dari ketiga mobil itu, jelas Honda Jazz. Harganya 150an juta, beda sekian puluh juta lebih murah dibandingkan pesaingnya. Tapi ada yang lebih murah lagi, mobil Honda Jazz keluaran Bandung seharga hanya 36 juta saja!!!

Seperti layaknya mobil yang akan dijual, mobil ini dipake jalan2 sama penjualnya keliling Bandung sambil dipasangi harga. Tapi media untuk menulis harganya bukan kertas biasa bo! Pake plat besi! Plat besi yang diembos pula. Gila banget kan?

Plat besi ini adalah plat mobil bernomor polisi D 36 JT. Tuh kan murah banget cuma 36 juta? Bisa nego.

Kapan ku Punya Pacar (tapi bukan aku)

kaPAN kU puNYA paCAR

KapAn Ku PuNya pAcaR

KAPAN KU PUNYA PACAR

kapan kupunyapacar


-seurius: candil, dkk-

(kapan mereka punya pacar?)