Friday, November 02, 2007

Institut Teknologi Berburu


Di suatu desa yang sederhana, seseorang yang ahli berburu mengumpulkan anak-anak desa untuk diajari berburu.

Anak-anak desa itu begitu senang, beberapa dari mereka datang sambil membawa makanan dari rumah untuk sang guru ahli berburu sebagai rasa terimakasih. Bahkan ada yang membawa beras hasil panen untuk dipersembahkan kepada sang guru ahli berburu.

Pelajaran dimulai, mereka memasuki hutan bersama-sama. Sang guru yang ahli berburu mulai mengeluarkan busur yang ia miliki. Komat-kamit ia menceritakan kehebatan dirinya dalam berburu, lalu langsung menembak seekor kijang tepat sasaran. Semua anak desa bertepuk-tangan.

Setelah mengajari dasar dari berburu, sang guru ahli berburu meminta mereka untuk mencobanya. Dapat diduga, mereka semua payah, apalagi dengan tenaga anak kecil yang mereka miliki. Tapi, ada seorang anak yang berhasil memanah seekor harimau.

Semua melotot kagum, bahkan sang guru ahli berburu. Ternyata anak itu memang sudah sering latihan berburu bersama ayahnya. Dia iseng mengikuti pelatihan ini dengan harap bisa mendapatkan ilmu lebih.
Tiba-tiba sang guru ahli berburu berucap, “Kalau dia bisa, kenapa kalian tidak?!”. “Mulai sekarang kalian latihan sendiri, kalau ada apa-apa, baru panggil saya!!!”

Kalau ada apa-apa, kalau ada harimau memangsa seorang anak, baru panggil dia?

Anak-anak desa itu kecewa, wajah mereka terlihat sedih. Sang anak yang berhasil memanah harimau pun ikut kecewa karena tidak mendapatkan tambahan ilmu apa-apa dari sang guru ahli berburu. Beberapa ada yang pulang sambil menangis. Beberapa melanjutkan: ada yang telilit busur panah, ada yang memanah temannya sendiri, malah ada yang dimakan harimau.

Setiap mereka menanyakan sesuatu ke guru ahli berburu, sang guru malah menyalahkan mereka: “Kamu sih malas!”, “Coba kamu tanya ke ayahmu”, “Coba kamu tanya ke anak yang jago tadi”, “Tapi kamu bangga kan bisa belajar dari saya?”, “Sudahlah, yang penting kamu bisa pulang dengan selamat itu cukup…”

Di desa, sang guru ahli berburu berkoar-koar memamerkan muridnya yang berhasil menangkap harimau karena didikan dirinya. Ayah dari anak yang menangkap harimau itu diam saja. Sang guru ahli berburu juga berkata jika ingin anak kalian jago berburu harimau, datanglah padanya sambil membawa makanan dan sesajen.

Mungkin sejak awal, niat sang guru ahli berburu adalah mengumpulkan makanan dan sesajen dari anak-anak desa sekaligus memamerkan kehebatannya berburu… eh, berkoar-koar. Sungguh cerita yang menyedihkan dari desa yang sangat menyedihkan.

Tuesday, September 18, 2007

Sequen


Sequen adalah majalah tentang komik, yang berasal dari definisi komik oleh seorang pemerhati komik Amerika bernama Scott McCloud yang mengatakan bahwa komik adalah seni sequential.

Scott sendiri tidak membuat komik. Seperti halnya Hermawan Kartajaya atau Rhenald Khazali yang tidak mempunyai bisnis tapi menjadi konsultan bisnis. Bisa dibilang bisnis mereka adalah bisnis konsultan itu sendiri.

Saya tidak begitu menyukai ide tentang penggunaan definisi ini, karena saya mempunyai definisi sendiri terhadap komik. Apalagi penggunaan definisi ini sudah dianggap ilmiah. Saya benci yang ilmiah-ilmiah (untuk urusan seni). Relief pada dinding batu Candi Borobudur adalah seni sekuensial, tapi bukan komik.

Menurut saya, komik adalah "Bacaan yang didominasi gambar dalam panel sebagai bentuk lanjutan dari storyboard film yang dibuat sebagai pengganti film itu sendiri"

Sederhana kan? Apa, tidak?? (masa sih?!!!)

Melihat harganya, mahal: Rp.25.ooo. Sebandingkah dengan isinya? Tidak!

Tulisan2 yg terdapat di dalamnya terlalu opinis dan komik2 volunteer yang ditampilkan juga dibuat asal2an terkesan tak niat. Maklum, toh komik yang dimuat tidak menghasilkan uang. Majalah macam apa ini??

Jangan sampai majalah ini jadi kiblat bagi komikus Indonesia. Tapi apa daya sudah terlanjur: majalah ini menang sebagai majalah terbaik versi Kosasih Award.

Apa itu Kosasih Award juga saya tidak mengacknowledgenya karena saya tidak suka komik buatannya (R.A.Kosasih) yang saya bilang gambarnya jelek jujur saja ya maaf sekali (tanpa titik koma).

Maaf jika sekarang saya hanya bisa mengkritik dan mencaci. Tapi majalah ini memang asli payah.

Silence of the Lamb

Celaka!

Interview PT.ATEJA berlangsung pada hari pertama puasa! Jadi nggak bisa berbohong donk!!!!!!
Huehehehe ternyata gak perlu bohong juga interviewnya lancar kok. HRDnya malah nanyain kenapa gak kerja di stasiun TV, saya bilang ya karena eh karena belum ada lowongan tuch.

Tapi kalau terlalu jujur juga semua hal diomongin kayak muntah. Nah yg ini jangan sampai terjadi.

Masuk bulan puasa dibarengin dengan musim hujan. Bulan puasa membawa berkah. Hidup saya jadi lebih teratur: bangun pagi, sholat tepat waktu (berjamaah pula, pahalanya khan lebih gedhe), dsb. Entah kenapa jadi terasa lebih bahagia...

Teman saya bilang baru2 ini kembali merasakan deg2an hati berdebar2, padahal sudah lama ia tidak merasakannya. Memang bulan suci ini mengembalikan kesucian, kebersihan hati dan perasaan kita. Saya yakin akan hal itu. Lalu saya sendiri? Sudah kembali merasakan hati berdebar2 kah? Tampaknya belum :)


PT. ATEJA adalah perusahaan kain exportir terkenal di mancanegara

Thursday, August 30, 2007

Tale of the Three Brothers and The Deathly Hallows

Pada zaman dahulu kala di dunia penyihir, 3 bersaudara sedang melakukan perjalanan. Di tengah jalan, mereka terhalang oleh sungai lebar yang berarus deras. Karena kasihan melihatnya, Kematian muncul dalam bentuk personifikasi dan membantu mereka.

Untuk Sang Kakak – Antioch – yang suka bertarung, Kematian menghadiahkan tongkat sihir sakti yang terbuat dari kayu pohon Elder untuk memenangkan setiap pertarungan. Dengan tongkat barunya, Antioch mencoba menyeberangi sungai tersebut. Saat dia mulai terpeleset, Antioch tak kuasa mengayunkan tongkat sihirnya dengan benar sehingga ia pun terbawa arus. Antioch lalu mengulurkan tangannya meminta pertolongan kepada adik2nya yang lucu. Cadmus – Sang Adik – alih2 menarik tangan Sang Kakak, malah menarik tongkat yang dipegang Antioch. Sehingga tak pelak, Antioch pun hanyut terbawa arus sungai sementara tongkatnya selamat.

Kali ini giliran Cadmus – Si Anak Tengah – yang mencoba menyeberanginya. Cadmus adalah seorang sombong yang tidak suka menabung, dan dia ingin menipu Kematian. Kepada Kematian, Cadmus meminta Batu Resureksi… bukan, Batu Ereksi… bukan juga, Batu yang Dapat Menghidupkan Orang Mati. Nah…

Cadmus langsung mencobanya, dia berbisik di hadapan batu-hitam-jelek tersebut. Dan POF!!! Sang Kakak Antioch pun hidup kembali, dalam bentuk hantu. Antioch yang kesal karena kebodohan Cadmus barusan langsung mendorong Cadmus ke sungai tanpa basa-basi. Cadmus pun ikut hanyut terbawa arus sungai. Yang tersisa tinggal Si Bungsu Ignotus yang ternganga melihat kedua kakaknya main arung jeram gak ngajak-ngajak.

Si Bungsu tidak pemalas seperti kedua kakaknya, ia membuat rumah dari batu bata yang kokoh. Eh salah, ini sih cerita tiga babi kecil!!!

Untuk Si Bungsu – Ignotus – yang paling muda tapi paling bijaksana di antara mereka bertiga, Kematian ingin memberikan sesuatu. Tapi Ignotus menolak dengan serta-merta begitu mengetahui nasib kedua kakaknya. Ignotus menyeberangi sungai tersebut, dan mulai terseret arus. Dalam keadaan gelagapan, ia tak sengaja menarik jubah milik Kematian. Jubah itu adalah Jubah Takkelihatan, yang dapat membuat pemakainya tak terlihat. Ignotus pun hanyut dan mati sambil membawa jubah yang dia embat dari Kematian.

Esoknya, Kepolisian (Kepolisian dari dunia sihir tentunya) menemukan dua mayat di hilir sungai: mayat Antioch dan Cadmus. Sementara sampai sekarang mayat Ignotus tak pernah ditemukan. Begitulah cerita 3 bersaudara yang mendapatkan pemberian dari Kematian.

Tuesday, August 07, 2007

6 KeAnehaN SayA

Each player of this game starts with 6 weird things about themselves in the past. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.

Wah saya kena Tag! (dari Batari) Aaaaahhhhhh...... tidaaaaaaaakkkkkk!!!! Semua rahasia terbongkarlah sudah...

oiya bacalah postingan ini sambil dengerin mp3 lagu sedih atau melankolis

1. Apa ya? Masih mengompol sampai kelas 4 SD. Ups, kurangin 2 tahun ah: ya, jadi saya masih mengompol sampai kelas 2 SD. Loh, itu normal kan berarti? Yasudah, gak begitu aneh donk!

2. Penakut. Ahh saya benar2 takut hantu!!! Kalo tidur selalu ngebayangin ada yg berdiri di sebelah saya. Ada yang ngeliatin dari sudut kamar. Ada yang ngumpet di kolong tempat tidur. Ada yang nemplok di luar jendela (cicak kalee). Ada yang nunguin pintu di luar, terus ngetuk2. SAKIT lah itu mah pokoknya...
Cara menyembuhkannya? Maksain nonton Jelangkung-nya Rizal Mantouvani biar immune. Hehehe cukup berhasil.

3. Menjalani SD, SMP kayak robot. Entahlah, yang jelas sekarang saya lupa kenapa dulu bisa ranking 1 terus2an. Sekarang? Lalalalalalalalalalala............

4. Tidak mau mengakui kalau saya hitam dan keriting. Saya selalu marah kalo ada orang bilang saya hitam, keriting, negro, item, dkk. Mungkin sebagai imbas dari perlakuan tidak adil, jijik, dan diskriminasi dari orang2 sekitar. Karena saya berpikir bahwa ada orang yg lebih item dari saya. Saya, pertengahan lah. Untuk rambut keriting, saya baru menyadari sekarang setelah manjangin rambut. Bahwa saya benar, saya tidak keriting:   tapi kribo.

5. Cengeng. Saya gampang nangis kalo digangguin. Aih lucunya saya, jadi gemes ke diri sendiri. Selain itu saya juga nangis saat peliharaan saya Abon si kelinci bongsor, mati. (tapi bukan mati karena obesitas, yang jelas)

6. Suka berbohong. Oiya, semua yang saya tulis di atas itu bohong.

***

Hmm, sekalipun saya haqqul yaqqin mereka gak bakalan nerusin, tapi tetep gw tag:

Ade > de, tulis selain elo homo ya
Tomo > mo, tulis selain elo homo juga ya. Itu mah semua orang juga tau
Alby > bi, tulis selain elo ho...   eh, oiya elo hetero yah?
Sigit > bukan saya!
Ray > ray, gw juga tau kalo elo itu homo. Iihh, daritadi homo-homo terus deh...
Zaki > zak, gw juga tau...   eh, jangan deng. Zaki mah baek. Tapi pasti tetep punya keanehan kan ya?

(Untuk borobudur, sekali lagi maaf. Lagi-lagi anda tidak terpilih dalam daftar keajaiban maupun keanehan. Sekian dan terimakasih)

Tuesday, July 31, 2007

Ocean Pasific

Saya ingin lari ke pantai,
Lalu nyebur ke laut

Tapi surfing tidak bisa santai,
Harus waspada ada belut

Saya belok ke hutan,
Lalu memanjat pohon

Berlibur bersama mantan,
Abis gitu janjian nonton


puisi liburan


Saturday, July 21, 2007

Angkot Jurusan Baru!!!

Kalo lagi jalan2 trus liat angkot di depan tulisannya Sigit S.Ds, nah itu berarti angkot jurusan Sigit - Sadangserang. Naikilah dan anda akan tersesat entah kemana..... atau malah nyampe rumah saya. Tapi masih lebih baik kan? Daripada naik keranda.

*Ada sebuah becandaan dari temanku (padahal seharusnya kami duduk diam tenang saat upacara wisudaan):

"Maas map, kalo jalan Martadimana dinata ya?"

"Oh, naik Bineng aja nong..."


Hihihi ngakak gue...

Monday, June 18, 2007

Iklan TERNGAWUR sepanjang masa...

Iklan 30 tahun Tropicana Slim


Memaniskan INDONESIA, selama 30 tahun.

Tapi,

Aktor aktrisnya bule.


(Gila, iklan2nya Siantar Top aja sampe
kalah ngaco sama iklan ini, wuih...)

Iklan L.A. Lights Ringgo, kesalahan besar COPYWRITING dalam periklanan

Apa itu Copywriting? Kata2 ato kalimat yang muncul di iklan (bisa berupa dialog).

Anda pasti tahu iklan yang merongrong Ringgo Agus Rachman menanyakan KAPAN dia kawin.

Jawaban dia:

"May, (Waa... Ringgo mu nikah bulan Mei!!!)

May-be Yes, May-be No"


Nah, kenapa kelanjutannya nggak nyambung? Terus kenapa juga Ringgo nggak mau nikah? (maybe no)

Mungkin seharusnya: "Maybe next month, maybe next year..."

Mungkin juga agency periklanan yang membuat iklan ini mengunderestimate pemahaman mayoritas orang Indonesia terhadap bahasa Inggris. Sehingga Copyright-nya dibuat lebih simpel?

Kalau begitu, cukup membingungkan jika melihat iklan ini bersetting pesta mewah yang seharusnya orang2 yang ada di dalamnya terbiasa mendengar bahasa Inggris, begitu pula dengan target audience iklan ini.

Enjoy aja! (nggak ah nggamau, saya protes...)

Monday, May 21, 2007

Iservasia's Seven Sins

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket 

Hehe just kidding! So no one shall protest okay?
(no personal insult guarantee)

Thursday, May 03, 2007

Sugar Baby Love

Wakwikwuk aku lagi TA.

Kata temen, kalo maen 'DOTA' jangan sampe lupa 'TA' nya, ntar jadi 'DO'.

Hahaha bener banget tuh, ntar bisa2 aku di DO dari TA.

Pernah ngerasain kehilangan perasaan? Kehilangan hasrat dalam apapun? Sampe2 denger lagu kesukaan aja udah gak ngaruh, gak ngehibur lagi. Ih kok gue bisa kayak gini ya?

Dosen aja sampe negur dengan sangat baik hati. "Git yang rajin ya", nah gimana ya caranya sembuh dari penyakit kehilangan-semangat-hidup?

Aku juga lagi sakit: flu disertai pilek - hidung perih dan tenggorokan ikut2an. gejala awalnya sempet panas, tapi gak sampe sakit kaya kaka gue atau temen gue Gilang. Kaka gue kena panas sampe 2 minggu yg hampir mendekati Typus (nulisnya gimana sih?). Kalo Gilang kena DB tapi trombositnya di atas rata2 dikit, jadi gak usah diopname. Terakir kali ktemu dia, dia gue 'bantai'. Di DOTA.

Gue baru aja nyadar, ternyata cewe2 DKV oke-oke ya. Apalagi yang geng yang sering berempat itu loh. Mereka sungguh manis, ramah, baik hati, dan sopan-sopan. Mereka adalah tipe2 cewek yang berkepribadian baik. Wuih!!!

Entah kenapa kerjaan berdatangan dari berbagai penjuru: job grafis dari PIB ITB, lalu... errr... udah. Oiya, dari Om gue, tapi ya... harga keluarga. Hehehe.

Kayaknya dunia emang udah mu kiamat. Semoga aku mati dalam keadaan Khusnul Khotimah, amin...

Monday, April 16, 2007

Yohoho

“I don’t like geeky girl who wears skinny tight-end blue jeans”

-Ade Freddy-

::

Si Danang

"Eh ada Michael Jackson!"

-Komentar Taura Danang pas ngeliat gue-

::

Daging, Tulang, dan Darah

Ario, Birowo, dan Cokrowinoto adalah tiga serangkai yang sering belajar, bermain, dan berjalan bersama. Pada suatu majelis, Ario memperkenalkan seorang teman baru kepada Birowo dan Cokrowinoto. Orang itu bernama Zero. Void. Empty. Nothingness. Oblivion.

Zero mengaku bekerja di pemahatan gunung. Sebagian bangunan gunung di Madain Shalih adalah hasil karya Zero.

Mereka jarang bertemu, tapi setiap bertemu adalah saat-saat yang menyenangkan bagi mereka berempat. Zero memiliki apa yang tidak mereka miliki, dan mereka memiliki apa yang tidak Zero miliki.

Kedatangan dan kepergian Zero seperti hantu. Entah darimana dia dan entah pergi kemana dia. Suatu saat Cokrowinoto bertanya kepadanya, ‘Bagaimana kalau kau kenalkan kami ke teman-temanmu sesama pemahat gunung?’

Zero mengajak 5ony dan 9erry keesokan harinya. Mereka adalah para pemahat gunung. Tapi karena mereka tidak begitu cocok, Zero mengajak yang lain: 1van dan 7obias. Mereka adalah perancang bangunan, bukan pemahat. Walaupun begitu hasilnya vidak begitu berbeda, mereka dan Ario Birowo Cokrowinoto tidak saling cocok.

Setiap Zero dan Ario dan Birowo dan Cokrowinoto makan bersama, Zero sering menceritakan tentang orang-orang yang bernama 2uth atau 4isyah. Tentu saja karena hanya cerita bibir, Ario dkk tidak bisa membayangkan seperti apa 2uth atau 4isyah itu.

Sampai suatu saat, Birowo mempertanyakan keberadaan Zero. Zero yang terusik pun menghilang, seperti sebelumnya saja saat Ario-Bromor-Cokrowinoto masih tiga sahabat.

Birowo yang merasa bersalah berusaha mencari Zero kemana-mana walau dia sendiri tahu bahwa dia tak akan pernah menemukannya. Walaupun begitu, Ario Birowo dan Cokrowinoto tidak akan pernah melupakan Zero.

Void, empty, nothingness, but not really oblivious.

::

Sunday, April 15, 2007

Sang Aktris

Derores memasuki sebuah bangunan tua, disana tiga orang temannya menunggu di ruangan gelap yang hanya diterangi sebuah bohlam bercahaya kuning kecil yang tergantung bersama kabelnya. Sosok tiga orang itu, yang memakai topi lebar, membentuk bayangan di tembok retak. Bayangan mereka bergoyang-goyang karena bohlam yang tergantung itu terayun-ayun ditiup angin kecil yang ikut masuk saat Derores membuka pintu.

Tapi Derores tidak langsung masuk ke ruangan tempat tiga orang itu menunggu. Dia tersesat ke sebuah ruangan dengan proyektor menyala yang menampilkan film tua. Tokoh utamanya yang rupawan tergambar di posterior Derores saat Derores menghalangi proyektor itu menembakkan gambar dengan benar di dinding putih.

Alih-alih menontonnya, Derores lebih tertarik untuk membuat bayangan-bayangan anjing atau kelinci dengan menghalangi jalannya sorotan cahaya proyektor. Tiga temannya yang menunggu terus-menerus mendorong sang bohlam agar berayun kembali saat seharusnya sudah diam.

Akhirnya satu dari tiga orang itu menelponnya, dan malah mendengar suara dialog film yang sedang Derores tonton di suatu ruangan bangunan itu. Derores tidak menjawab ‘halo’ tapi diam saja.

'Derores sayang, Derores manis, kenapa kau harus berlama-lama?'


Orang itu memutuskan untuk menyusulnya ke atas, sebagai seorang yang paling mengetahui seluk beluk bangunan. Menaiki tangga rapuh yang salah-salah malah mengantarkannya ke lantai paling bawah dan bukannya naik.

Dan benar, orang itu terjeblos lalu meninggal. Kali ini Derores yang menelponnya:

'Suamiku sayang, suamiku malang, kenapa kau harus berlama-lama?'


Love, Thy Will be Done
I can no longer hide
I can no longer run
No longer...


::

Thursday, February 15, 2007

Walkie Talkie

'Talk the Talk, but can you Walk the Walk?'

Oskar Trophy

Wednesday, February 14, 2007

Omedetto Gozaimasu – Congratulations – Selamat (temennya Neil Armstrong)



Satu
‘Gimana kemaren sidangnya? > Alhamdulillah lancar.
Cie, udah lolos, eh lulus dong? > Ya, begitulah…
Wah, SELAMAT YA!!! > Makasii… makasii…’

Tapi entah kenapa, suaraku terdengar aneh.

Dua
‘Apa kabar terbaru dari Inggris? > Udah dapet email lagi, katanya tim gue masuk final.
Trus gimana? > Dapet runner-up. Tapi gak menang.
SeLAmaT yAa…!!! > Iya, makasih!

Entah ada apa dengan tenggorokanku, semua ucapan selamat itu terdengar tidak tulus. Bahkan oleh telingaku sendiri…

Mirr pun ingin berbicara dengan pohon. Tapi Hairy Otter tidak pernah bertemu dengan Ron Weasel. Dan belum sempat menanyakan, ‘Cintakah Dia Padaku?’

Pecinta dari Abad 21

Aku tahu aku sudah mengecewakanmu
Aku bertingkah seperti orang bodoh
Aku kira aku dapat hidup sendiri
Tapi sekarang, setelah melalui begitu banyak kepedihan
Saatnya aku untuk menghargai
Bahwa orang yang kau cinta, berarti lebih dari apapun

Begitu pula dengan kesedihan di hatiku
Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin
Mengakhiri semuanya, dan meninggalkan selamanya
Apa yang terjadi sudah terjadi, rasanya sangat tidak enak
Apa yang tadinya membahagiakan sekarang menyakitkan
Aku takkan pernah mencintai lagi
Duniaku sudah berakhir

Aku harap, aku bisa membalikkan waktu
Karena sekarang semua kesalahan adalah milikku
Tak bisa hidup tanpa orang-orang yang kau cintai
Aku tahu kita takkan bisa melupakan masa lalu
Kau tak bisa melupakan cinta dan kebanggaan
Karena itu semua, membunuhku dari dalam

Semuanya, kembali ke kekosongan
Semuanya tergulung, tergulung, dan tergulung…

Semuanya, kembali ke kehampaan
Aku tetap murung, murung, dan murung…

Di dalam hatiku yang paling dalam
Aku tahu bahwa aku takkan bisa mencinta lagi
Aku kehilangan segalanya, segalanya…
Semua yang berarti bagiku, berarti di dunia ini…

[kembali ke ‘Aku harap’]

Tapi aku sudah masuk terlalu dalam
Kau tahu aku hanya orang bodoh bagimu
Kau buat aku terjerat di dalam jemarimu
Haruskah kau menundanya
Haruskah, haruskah kau?
Haruskah kau menunda-nunda dan melama-lamakannya?


Dari berbagai lagu.

Tuesday, February 06, 2007

Our Capital is Pulverized

Ada bayi korban banjir ngungsi ke rumahku. Akibatnya, para anggota keluarga (tapi jangan ngebayangin keluarga mafia atau yakuza) ngedatengin rumahku untuk melihat si bayi, yang bernama Harfi. Gabungan dari nama Harsya dan Fikri, dua kakak laki-lakinya. Tapi, nama Harfi ini sering dilafalkan ‘Harvey’ oleh Ibunya yang emang orang bule. Iya, tanteku yang mengadopsi memang orang bule dari Inggris. The name is Jessica.

Harfi ini memang lucu imut-imut nggemesin berpipi tembem walaupun saat pertama kali diadopsi badannya sangat kurus dan kecil! Entah kenapa, hanya dalam beberapa bulan tanteku berhasil membuatnya sehat dan berisi. Kenapa bule lebih ahli dalam mengurus anak? Apakah karena pendidikan disana lebih maju atau karena mereka memang lebih terbiasa untuk membaca buku seperti ‘Panduan Merawat Bayi Sehat’?

Aku sempet coba-coba ngetes si bayi dengan menjentikan jari di sebelah kiri dan kanan telinganya. Tapi kok tak ada reaksi? Hmm…

Kasihan sekali, karena sistem imunitas tubuhnya belum sempurna, hanya kerena salah susu saja tubuhnya bentol-bentoel. Hanya karena digigit nyamuk saja, mukanya bengkak-bengkak. Hanya karena sang Ibu pergi sebentar untuk mengurus sesuatu saja, dia sudah celingukan lalu menangis.

‘Harfi ku yang lucu (Harfi-ku??) jangan menangis. Tidurlah yang nyenyak oh sayang. Lalalalallalalalalalaa………..!!!!!!!!’

Friday, January 19, 2007

Blog ku yang lucu, kembalilah...

Bandung ama Jakarta emang beda banget. Pas aku jalan-jalan ke PIM (Pondok Indah Mall) 2 di Jakarta, aku ngeliat cewek cantiiiiiikkkkkk...... banget! Wajahnya putih dengan lesung pipit di pipi, rambutnya coklat, tapi alisnya hitam. Mirip Emma Watson! Tapi mungkin yang ini lebih cantik kali ya...?

Saya kira dia orang bule, atau blasteran Indo dengan Indonesia gitu (bingung gak?). Tapi dilihat dari tipe wajahnya, mungkin juga dia orang Arab. Tapi ada kemungkinan lain, mungkin juga dia orang Yahudi.

Orang Yahudi memang terkenal cantik-cantik. Bagi orang yang sudah pernah kesana (ke daerah Timur Tengah) dan pernah melihat mereka, pasti berkomentar bahwa cewek2 Yahudi itu Yahud-yahud...

Saat itu dia lagi jalan bareng temennya, orang Indonesia, wajahnya Jawa banget. Dan kalo nggak salah, bareng adiknya. Dan kalo nggak salah lagi, adiknya ngeliatin gue gitu... Mungkin sebagai bentuk proteksi kepada kakaknya yang lucu itu ya? Kakaknya itu sendiri mungkin masih seusia SMP. Tapi oh, dia memang manis sekali.

Saya ketemu dia dua kali hari itu. Jodoh kali ya? Hihihi, nggak lah. Masa aku mau nerusin jejak Ayahnya Ahmad Dhani... Tapi, kalo nikah sama orang Yahudi, mungkin anakku bisa jadi lebih pintar.