Tuesday, September 18, 2007

Sequen


Sequen adalah majalah tentang komik, yang berasal dari definisi komik oleh seorang pemerhati komik Amerika bernama Scott McCloud yang mengatakan bahwa komik adalah seni sequential.

Scott sendiri tidak membuat komik. Seperti halnya Hermawan Kartajaya atau Rhenald Khazali yang tidak mempunyai bisnis tapi menjadi konsultan bisnis. Bisa dibilang bisnis mereka adalah bisnis konsultan itu sendiri.

Saya tidak begitu menyukai ide tentang penggunaan definisi ini, karena saya mempunyai definisi sendiri terhadap komik. Apalagi penggunaan definisi ini sudah dianggap ilmiah. Saya benci yang ilmiah-ilmiah (untuk urusan seni). Relief pada dinding batu Candi Borobudur adalah seni sekuensial, tapi bukan komik.

Menurut saya, komik adalah "Bacaan yang didominasi gambar dalam panel sebagai bentuk lanjutan dari storyboard film yang dibuat sebagai pengganti film itu sendiri"

Sederhana kan? Apa, tidak?? (masa sih?!!!)

Melihat harganya, mahal: Rp.25.ooo. Sebandingkah dengan isinya? Tidak!

Tulisan2 yg terdapat di dalamnya terlalu opinis dan komik2 volunteer yang ditampilkan juga dibuat asal2an terkesan tak niat. Maklum, toh komik yang dimuat tidak menghasilkan uang. Majalah macam apa ini??

Jangan sampai majalah ini jadi kiblat bagi komikus Indonesia. Tapi apa daya sudah terlanjur: majalah ini menang sebagai majalah terbaik versi Kosasih Award.

Apa itu Kosasih Award juga saya tidak mengacknowledgenya karena saya tidak suka komik buatannya (R.A.Kosasih) yang saya bilang gambarnya jelek jujur saja ya maaf sekali (tanpa titik koma).

Maaf jika sekarang saya hanya bisa mengkritik dan mencaci. Tapi majalah ini memang asli payah.

Silence of the Lamb

Celaka!

Interview PT.ATEJA berlangsung pada hari pertama puasa! Jadi nggak bisa berbohong donk!!!!!!
Huehehehe ternyata gak perlu bohong juga interviewnya lancar kok. HRDnya malah nanyain kenapa gak kerja di stasiun TV, saya bilang ya karena eh karena belum ada lowongan tuch.

Tapi kalau terlalu jujur juga semua hal diomongin kayak muntah. Nah yg ini jangan sampai terjadi.

Masuk bulan puasa dibarengin dengan musim hujan. Bulan puasa membawa berkah. Hidup saya jadi lebih teratur: bangun pagi, sholat tepat waktu (berjamaah pula, pahalanya khan lebih gedhe), dsb. Entah kenapa jadi terasa lebih bahagia...

Teman saya bilang baru2 ini kembali merasakan deg2an hati berdebar2, padahal sudah lama ia tidak merasakannya. Memang bulan suci ini mengembalikan kesucian, kebersihan hati dan perasaan kita. Saya yakin akan hal itu. Lalu saya sendiri? Sudah kembali merasakan hati berdebar2 kah? Tampaknya belum :)


PT. ATEJA adalah perusahaan kain exportir terkenal di mancanegara