Badan pemerintah mengungkapkan kejahatan kerjasama monopoli (kartel) antara para penyedia layanan seluler such as Telkomsel, Indosat, XL atas tarif SMS yang dimahalkan dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Diungkapkan tarif maksimal SMS seharusnya hanya Rp.75,- (itu pun penyedia layanan seluler sudah mendapatkan untung banyak), padahal selama ini kita membayar Rp.350,- dan bahkan kadang lebih untuk sekali ngSMS!!!
Lalu teman saya bertanya, ‘Kalo misalnya gw pemilik XL, lo pemilik Telkomsel git, pastinya lo mau juga kan untuk ber”kartel-ria” seperti itu?”
Saya jawab, “Tidak!”. Sebagai pemegang teknologi yang krusial untuk hajat hidup orang banyak saya tidak akan mengambil kesempatan demi memperkaya diri sambil membohongi masyarakat. Usaha seperti ini sudah seharusnya dibiarkan apa adanya demi berkembangnya arus informasi yang membawa kemajuan bagi negara. Padahal pemerintah berisik masalah dijualnya saham Indosat ke Qtel oleh Temasek, tapi sebetulnya Telkomsel yang katanya ‘milik bangsa’ saja gitu kelakuannya.
Sikap saya ini mungkin muncul karena kekesalan terhadap teknologi internet yang selama ini ‘disembunyikan’ dan dilepas sedikit demi sedikit oleh para provider sambil dipaketkan dengan harga mahal. Onno W. Purbo bilang, internet itu sebetulnya bisa murah dan lebih cepat dari yang ada sekarang ini.
Dan sikap saya ini adalah prinsip hidup yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Sama dengan prinsip Saya untuk selalu menghormati teman-teman Saya berikut benda-benda kepemilikan mereka.
Lebih baik Saya mati daripada harus kehilangan prinsip itu.
Friday, June 27, 2008
Kartel Para Penyedia Layanan Seluler (Telkomsel, Indosat, XL)
Saturday, June 14, 2008
Dunia
Benar!
Dunia yang harus dipilih untuk mencari alasan telah membentang luas di hadapan mata
Jika mimpi tiada akhir adalah pendamping kalian,
Maka lampauilah di bawah kibaran bendera tekad membara!
Yeiyeiyeiyeiyeeeeeeaaaaaaah……!!!!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
