Thursday, May 08, 2008

Obama Jokes Yo Mama

Obama Joke 1
(Obama & Amerika)


Barrack Obama baru saja tiba di bandara salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Saat sedang berjalan melewati petugas keamanan, seorang polisi menghampirinya dan mulai menginterogasi Obama sesuai prosedur kemanan anti-teroris di bandara-bandara Amerika Serikat:

Polisi: “Permisi mas. Mas ini orang Arab ya?”

Obama yang memiliki kepribadian tegas langsung menjawabnya dengan sigap dan tangkas,

“Bukan, Saya blasteran.”

Polisi: “Oohh… mas ini Moslem bukan?”

Obama pun kembali menjawabnya dengan cepat dan tepat:

“Bukan, Saya sekuler.”

Polisi: “Oooohhh gitu…. Eh, kalo nggak salah, mas ini Barrack Obama yang sering muncul di tipi itu kan ya?”

Akibat terlalu antusias, Obama jadi salah jawab:

“Bukan, Saya bukan Obama.”

..........

Polisi: “Oh bukan? Kalo gitu mas ini siapa dong??”

Gengsi karena tadi sudah salah jawab, Obama berusaha untuk ngeles:


“Ehhhmmmm…… Saya Osama. Sodaranya...”



_________________________________________________


Obama Joke 2
(Masa Kecil Obama)


Ini bukan joke, tapi adalah kisah nyata masa lalu Obama saat bersekolah di Indonesia. Teman-temannya bilang, Obama tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia. Sehingga jika ada orang menjahilinya, dia hanya bisa bilang, “Curang!”. Teman masa kecil Obama pernah mengganti permen cabe kesukaan Obama dengan cabe beneran. Saat Obama memakannya dia kepedesan lalu lari mencari air sambil teriak-teriak curang!

Dan ini adalah pidato kekalahan Obama saat John McCain terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya:


"Saudara-saudara, singkat saja yang ingin Saya sampaikan:


"Curang! Curang!!”



______________________________________________



Yo Alabama. I JUST realized that creating jokes isn't an easy matters. Well, creating one maybe easy, but creating a funny one is not an easy job at all. It's totally different thing when the idea was inside my head, and when I have to transfer it into a writing. I have to check & rechecked wether there's a word that may distract the reader's focus. I have to edit it all the way (it took me 2 days to create these two). I have to read it again and again while taking the reader's position, even the sceptical one. And finally, here it is, my first 'public' jokes, maybe. Hope it make you guys (and girls) laugh. Cheers! :D

Sunday, May 04, 2008

Boulevard Boulevard Boulevard

Sekali lagi aku kesal setelah pulang dari acara Boulevard. Mobil yang kubawa untuk mengangkut beberapa anak Boul jadi berantakan: tempat sampah yang ada di belakang tumpah berserakan karena mungkin ketendang ato kesenggol, isinya kemana-mana.

Itu tidak sengaja? Seseorang yang ikut di belakang malah menaruh bungkus coklat Beng-beng begitu saja di pegangan pintu mobil. Buset, gak punya etika banget. Ikram yang duduk di depan kerap membunyikan klakson seenaknya (baru 2 kali sih). Mungkin dia pikir itu lucu. Dia bilang, "Gue seneng banget mempermainkan emosi orang laen!"

"Oyea kram? Well, I don't want to hear 'that' from you!"

Ethan yang jadi sudah berbaik hati menjadi E.O. syukuran ultah Boulevard pun bertindak bodoh dengan menaruh kardus (entah isinya apa, klo gasalah kue) di atas kap depan mobil. Alhasil, kap itu jadi baret. Baret yang sangat besar. Seharusnya melihat keadaan ekonomi Ethan yang tampak 'cukup mampu/berada', sedikit banyak mengerti lah jika menaruh benda seperti kardus dapat membuat baret cat mobil. But I guess this one is pure ignorance, yet I'm still so upset.

Bukan ingin mengungkit, tapi sesuai kalimat pertama postingan ini: dulu juga pernah saya kesal dengan anak-anak Boulevard yang laen. Saat Aji dan Irfan ikut di mobil saya. Mereka terus menerus membuat saya kesal. Mereka tertawa girang sekali kalau saya menabrak atau menyerempet (dulu saya masih baru menyetir). Saat pulang pun, tidak ada ucapan terimakasih samasekali. Mereka turun begitu saja (boro-boro nyumbang buat parkir...).

Gak heran jumlah angkatan di Boulevard makin turun tiap tahunnya. Pada gak tahan kali ya. Kebodohan itu seolah jadi turun temurun, dan menular. Sebetulnya yang saya sebut di atas hanyalah oknum, tapi ya... udah kesel banget lah gue pokoknya.

Saturday, May 03, 2008

Hal yang tak Dapat Dipungkiri

Tahukah Anda, apa arti hidup ini?

Apakah untuk:

-fame?
-women? (or men, okay)
-money?
-honour?
-power?
-dominance?
-existence? (hadoh lupa gimana nulisnyah)
-to serve?
-or maybe, just to eat one scoop of rice every single day??

Karena semakin kita sibuk, mungkin saja kita semakin lupa tujuan awal. Mungkin kita harus berhenti sejenak. Klo kata orang, "dansa dulu bentar lah...".

Bukan berarti Saya tak mau uang, wanita, atau kehormatan dan ketenaran. I DO WANT IT ALL!!! GIMME SOME...
Tapi, Saya sering melihat orang yang sudah memiliki itu semua tapi hidupnya tidak bahagia. Sementara banyak orang Sufi yang hidup melarat (sederhana) tapi mengaku hidupnya bahagia. Oke, ini sudah sering dibahas. Tapi Saya memang belum pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Ih, mehe-mehe deh...

"Para filsuf adalah orang-orang yang bingung..."

Mungkin kalimat di atas benar. Mungkin memang kita tidak perlu mengetahui arti hidup. Jalani saja lah. "Tuh Mbak Dian (Sastro), jalanin saja lah..."




Kembali ber-retorika: "Apa arti hidup bagi Anda?" :)