Allah SWT > Terimakasih atas segalanya.
Nabi Muhammad SAW > Atas teladan akhlaknya yang mulia sehingga blog ini nggak berisi hal-hal aneh bin negatif.
Oskar > Yang menginspirasi saya pertama kali untuk membuat blog, juga menginspirasi atas isi blog tersebut. Jadi nggak cuma sekedar diary online.
Ikram > Yang mengajari saya cara bikin account blog di Blogger.com. Walau akhirnya saya lupa username dan passwordnya sehingga account blog itu hanyut begitu saja di lautan Blogger. Sampe 2 kali malah! Jadi blog ini yang ke-3. Juga terimakasih kepada Ikram atas ke-nggak-begitu-niat-an-nya mengajari saya cara melayout blog dengan Frontpage.
www.blogger.com > Thanks for the free account. Walau kadang ada spam.
El-Cid alias Al-Sid sang pahlawan perang Spanyol > Yang namanya dah dipake tuk alamat blog gue.
Upi > Yang cukup susah dimintai tolong ngedesainin layout blog gue sampe akhirnya gue males mengubah lagi desainnya karena sudah cukup puas dengan yang sekarang.
Tomo, Upi, Fany, Ani, Risa, Batari dan lainnya… > Yang udah rutin ngunjungi blog saya dan membaca postingan di dalamnya. Semoga bisa bermanfaat dan menghibur. :D
Pengunjung lainnya > Yang telah menyempatkan diri mengunjungi blog saya walau nggak pernah ninggalin comment. Contoh: si bodoh Jofa…
Para Blogger yang alamat blog-nya udah gw link > Walaupun sebetulnya gue seenaknya aja main nge-link. Juga terimakasih nggak protes walau di-link dengan nama aneh-aneh.
Aji, Donna, Oskar, Bayu, Ilham, Lucky, Chris, Bulbasaur > Yang udah bersedia fotonya dipajang di blog gue, walau tanpa izin. Hey, it’s illegal in some country you know!
Argyle di Brave Heart, peserta Takeshi Castle, pengemudi sekoci di Titanic > Yang kata-katanya pernah gue quote. Tapi klo yang I’m in a deep…dst itu gue bikin sendiri, nggak nge-quote.
Mbak mbak, dan nama-nama lain… > Yang pernah gue sebut-sebut di blog gue.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad > Yang udah bersedia saya idolakan. Walau ‘idola’ dalam bahasa Inggris sebetulnya artinya ‘berhala’ (patung berhala). Perlu diingat, jika anda (pembaca) melafalkan Indonesian Idol, lafalkanlah Indonesyen AIDOL pake ‘O’. Jadi bukan ‘aidel’, karena itu berarti ‘pengangguran’. Contohlah Ryan Seacrest yang melafalkan American Aidol sampe mulutnya monyong-monyong…
Si Atheis Bill Gates yang wajahnya mirip temen gue Sigit > Yang udah menciptakan Aplikasi Microsoft Word untuk gue pake ngetik tulisan di blog ini sebelum gue upload.
Sigit Firmansyah > Yang udah ngajarin gue cara ngetik 10 jari. Walau sebetulnya Tim Penyusun Buku ‘Menguasai Komputer dan Linux’ yang dari Comlabs ITB nggak cuma dia.
J.K.Rowling, Pak Sapto guru SMA > Yang telah mengajari saya cara menulis yang benar.
Muhammad Isa Dawud > Yang mengajari saya cara menganalisis secara mendalam.
Eiichiro Oda > Yang udah mengajari saya kebebasan, keberanian, dan kenylenehan.
Semua tulisan di blog ini > Kalian sudah seperti anakku sendiri.
Mom > Yang udah ngijinin gue internetan pake Telkomnet Instan setiap bulannya dan ngebayarin iurannya. Thanks a lot mom. Appreciate…
Dad > Thanks for the blood.
Saturday, March 04, 2006
Thanks to…
Wednesday, February 15, 2006
Roy Suryo Pakar IT, Sigit Pakar Marketing
Di kepanitiaan Pasar Seni, gue masuk Tim Marketing. Tim ini yang akan mencari dana untuk pengadaan pasar seni. Katanya dana yang dibutuhkan adalah sekitar 2,7 Miliar Rupiah! Instead of membayar tenaga profesional, KMSR (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa) malah merekrut anak-anak SR untuk pekerjaan ini. Saat gue bergabung – tentu saja – mereka gembira, karena mereka menganggap gue sebagai seorang ahli marketing entah darimana…
‘Git lu kan jago marketing…’
Oh yeah mentang-mentang Bapak gue kerja di Coca-cola, trus gue mahasiswa yang bawa mobil (Mobil Ibu gue: Starlet merah, warna coca-cola pula), tambah lagi gw selalu berpakaian necis dan dandy (dandendi, dandindundendo…), mereka lalu men-judge bahwa gue jago marketing. Anjirr… apa hubungannya coba…??
Sebelum Event Pasar Seni itu sendiri (yang masih lama), KMSR akan lebih dulu mengadakan Event Fun Racing. Dasar anak SR emang hobinya hura-hura. Event ini akan diadakan di seluruh jalanan Bandung. Bandung emang tempatnya hura-hura, tak terhitung banyaknya Event Fun Bike atau Fun Marathon yang pernah berlangsung. Pasti bikin macet jalan trus peserta maupun patrolinya suka rese. Kalau saya perhatikan, calon-calon pembalap-nya udah pada keliatan. Anak-anak SR tuh ada yang bawa Jeep Convertible, pernah ada yang bawa mobil modif ditempeli stiker-stiker stripe, ada juga yang punya mobil klasik buat balapan. Dan tak lupa, mobil Starlet merah Coca-cola gue, hahaha…
Dana yang terkumpul dari acara Fun Racing ini akan digunakan untuk nambah2in dana buat Pasar Seni. Apalagi Event ini diperkirakan akan menyerap labih banyak sponsor jika dibandingkan dengan Pasar Seni itu sendiri yang temanya ‘Tradisionil’, ih nggak menjual!
Saat rapat Tim Marketing, gue nanyain tentang gimana kepanitiaan yang bertanggungjawab atas Event Fun Racing yang keliatannya butuh Tim tersendiri ini.
‘Eh ntar yang ngurusin Event Fun Racing ini siapa? Kok keliatannya buat Pasar Seni aja kita udah empot-empotan kekurangan tenaga? Trus pendanaannya gimana? Padahal buat bikin proposal aja kita dananya kurang?’
‘Event apaan maksud loe?’
‘Ya Fun Racing, emang ntar event nya mau kayak gimana sih? Area balapan nya dimana?’
………………..
……………………..
………………………….
“FUND RAISING” KALI, SIGIIITTT…….!!!!!!!!!!!!!!’
Gubrakksss!!!
Oah ya ampun, astaga naga…
Semua langsung gubrak segubrak-gubraknya.
Tuh kan, ahli marketing apanya… Fund Raising (pengembangan dana) aja gw nggak ngerti…
Jadi sebetulnya paragraf 5 dan 6 postingan ini cuma khayalan gw doang…
Sunday, February 05, 2006
Gara-gara Oprah Winfrey
![]() | Salahsatu episode The Oprah Winfrey Show menampilkan komedian tenar Amrik yang meluncurkan buku miliknya berjudul ‘He’s Just not that into You’. Buku ini berisi tentang pemikiran psikis sang penulis terhadap hubungan pria-wanita. Maksudnya si penulis ingin memberitahukan lewat bukunya kalo seorang cowok deket sama cewek, nggak berarti cowok itu naksir sama si cewek. Kalo di-Indonesia-in kan seharusnya judulnya ‘Dia Nggak Begitu Saja Naksir Kamu (Tau!)’. Tapi ternyata buku ini masuk Indonesia dan judulnya menjadi ‘Cintakah dia Padaku’. Aihh…!!! |
‘De, lagi dimana? Nitip tolong beliin buku “Cintakah dia Padaku” dong…’
Kebetulan waktu itu gw lagi di Gunung Agung ama temen-temen gw abis main basket di Minggu siang yang tenang. Kakakku nitip tolong beliin buku tersebut. Karena judulnya yang nggak banget, gw jadi males dan malu tuk nyari ato nanyain bukunya. Tapi akhirnya terpaksa kulakukan…
Saat masuk ke Gunung Agung, aku langsung mencari ke bagian novel (waktu itu aku belum tau kalo itu bukan novel), nggak nemu. Ohya, cari aja ke BukuBaru atau BestSeller, nggak nemu juga. Berdasar dari gengsi, aku maksain nyari sendiri buku itu di rak-rak yang jumlahnya banyak. Nyarinya sampe menyipit-nyipit. Aduh kayaknya minusku nambah, ngga bawa kacamata lagi.
Akhirnya, aku memutuskan tuk nanya…
‘Ee… mas, “cintakah dia padaku?”’
‘Waduh kurang tau ya mas, coba tanya langsung aja ke orangnya…’
Tuh kan sudah kuduga, bakal susah nyari buku yang judulnya nggak banget kayak gini. Setelah itu, gw nanyanya ke mbak-mbak yang jaga.
‘Mbak, mbak, “cintakah dia padaku?”’
‘Aduh ngga tau ya mas, kok nanyanya ke saya siiihh…’
Lalu muka si mbak itu tiba-tiba memerah, dia menunduk, membalik badan, lalu pergi. Gyaaaaa!!! Bener kan?! Sejak awal emang aku udah males nyarinya, untung bukunya ketemu. Setelah ketemu, gw bawa ke kasir, gw bayar, trus gw langsung cabut dari situ!
Friday, January 27, 2006
Mirr
Pada suatu masa di daerah Madain Shalih, hiduplah seorang manusia iri. Sebut saja namanya Mirr. Mirr selalu iri pada apapun, siapapun yang dijumpainya. Dia jarang mensyukuri keadaan dirinya sendiri.
Bila seseorang mempunyai permata, Mirr pun ingin mempunyai permata. Bila seseorang mempunyai pekerjaan sebagai pandai besi, Mirr pun ingin mencoba menjadi pandai besi. Bila seseorang mempunyai peliharaan yang jinak, Mirr juga ingin memliharanya. Bila seseorang bisa berbicara kepada pohon, Mirr juga ingin bisa berbicara kepada pohon.
Mirr mempunyai Intelligent Quotientia yang tinggi. Dia dapat dengan mudah mempelajari apapun. Dia dapat dengan mudah memiliki apapun yang dia inginkan. Mudah saja baginya untuk memiliki permata, menjadi pandai besi. Tapi ia tak bisa memiliki peliharaan yang jinak atau berbicara dengan pohon.
Dahulu Mirr sering bermasalah dengan hewan. Dia merasa seolah semua hewan membencinya. Saat membelai kucing, kucing itu mencakarnya. Saat mengelus anjing, anjing itu menggigitnya. Saat menaiki kuda, kuda itu menjatuhkan dirinya dan lalu menyepaknya.
Mirr menjadi truma. Dia jadi membenci hewan sekaligus mencintainya. Pada suatu saat dia berkata ‘Aku benci semua hewan’. Pada kesempatan lain dia berkata ‘Aku mencintai semua hewan’.
Mirr kemudian menganggap berbicara dengan pohon itu tidak mungkin, orang yang dapat melakukannya pasti hanya berbohong. Tapi tetap saja Mirr penasaran, dan lalu, lama kelamaan, Mirr menjadi kagum dengan orang yang bisa bicara dengan pohon tersebut.
Tolak ukur Mirr adalah dan selalu orang lain. Melihat orang lain bahagia saat bermain seruling, Mirr lalu mempelajari cara bermain seruling. Karena kepintarannya, dia dengan cepat menguasai cara bermain seruling. Lalu dia memamerkan keahliannya bermain seruling ke semua orang. Dia bahkan menjadi lebih mahir daripada orang yang mengispirasi dirinya bermain seruling.
Di dunia yang luas ini, cita-cita Mirr sangat kecil. Dia ingin mendapatkan apapun yang orang lain dapatkan. Karena itu, untuk yang satu ini – berbicara dengan pohon – adalah cita-cita dia yang terakhir dan mungkin yang terbesar. Orang yang bisa berbicara dengan pohon itu bernama Dichke.
Mirr mulai mendatangi Dichke. Dia minta diajarkan cara berbicara dengan pohon.
‘Kenapa kau ingin berbicara dengan pohon? (anak yang aneh…)’
‘Ingin saja. Aku ingin bisa sepertimu.’
‘(Anak bodoh…) Kau tak akan bisa berbicara dengan pohon. Tak ada orang yang bisa.’
‘Kau bisa…!!!’
Dichke membalik badan. Lalu dia pergi meninggalkan Mirr. Tapi dia meninggalkan secarik kertas berisi puisi.
Aku sangat sedih
I’m in a deep sorrow of romantic melancholia
Aku bukanlah anak yang pintar
Selain itu aku pun tak terpelajar
Aku tak bisa memiliki batu permata dengan cahayanya yang berpendar
Aku tak bisa memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang besar
Aku tak bisa memiliki peliharaan dengan sorot mata berpijar
Aku tak bisa bermain musik dengan suara yang menggelegar
Aku bahkan tak memiliki teman atau keluarga untuk menceritakan semua keluh-kesahku
Maka aku menceritakan semuanya pada pohon
Kuceritakan bahwa aku ingin batu permata
Tapi tak begitu ingin…
Karena sekarang aku sudah bahagia
Jika aku bersedih, pohon bergoyang karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah barat yang mengatakan ‘bergembiralah’
Jika aku putus asa, daun berkibar karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah timur yang mengatakan ‘bersemangatlah’
Walau kata-kata itu bukan ditujukan untukku, tapi angin telah mengantarkannya untukku
Melalui pohon itu, seolah itu untukku
Maka aku pun berbicara dengan pohon
Tuesday, January 24, 2006
Orang yang kuidolakan
![]() | Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Keren abis. |
Berkat settingan di Blogger yang tidak menampilkan blog saya di list, keyword ‘Mahmoud-Ahmadinejad’ tidak akan menampilkan link ke blog saya di search engine manapun. Sama hal nya ketika saya mengetikkan keyword ‘broery’, ‘bronson’, ‘baruna’, atau ‘tiga-berang-berang’ di search engine. Result zero.
Tragedi di Perbatasan
Pembatas buku gw sekarang bertambah banyak. Ini dia koleksinya:
- Pembatas buku Mashimaro. Aih lutuna. Mashimaro si kelinci gendut yang mirip Marshmallow (haram!).
- Daun lengkap dengan kupu-kupu-nya dari Majalah National Geographic. Kupu-kupu-nya sendiri bisa dipake jadi pembatas buku juga. Keren. Disponsori oleh Honda, ‘The Power of Dreams’, tapi keduluan ama Toyota bikin mobil Hybrid: ‘Prius’.
- Pembatas buku dari Komik Martabak buatan dosen-dosen saya. Ugh…
- Pembatas ‘Sang Alkemis’, dapet pas beli bukunya. Sekarang jarang ada buku yang ngasih pembatas.
- Pembatas “Howd Ter Train Yer Drag’n” dari buku berjudul sama. Aduh nyesel beli bukunya, jelek. Tertipu oleh desain cover bukunya yang bagus…
- Tempat bekas sampel ‘Citra Lotion Teh Hijau’. Bentuknya memang memungkinkan tuk dijadiin pembatas buku. Lumayan.
Sayang gw sering lupa make pembatas-pembatas itu kalo lagi baca. Alhasil, benda-benda berbahaya seperti hape, buku lain, remote kontrol, laptop, cd dan ulekan pun dijadikan pembatas buku kalo lagi terdesak (terdesak naon…).
‘Eh, hape saya mana?!!’
Thursday, January 19, 2006
Maafkan saya, saya sudah berusaha!
First Impression. Inilah apa yang gue pikirkan waktu pertama kali kenal sama orang-orang ini. Untuk beberapa lama, gw membahasakan orang-orang ini dengan sebutan seperti ini:
Si-cewek-anakbuah-gue-yang-namanya-kayak-laki-laki Upi
Si-cewek-baru-liat-di-bul-padahal-temen-dkv Ani
Si-cewek-yang-jadi-model-iklan-kaos-bul Batari
Si-taplok-kacamata-berbingkai-aneh Ikram
Si-temennya-Oskar-kenal-di-forum Tomo
Si-anak-mentoring-temennya-Dito Oskar
Si-cewek-cablak-suka-ngobrol Rahanny
Si-kenal-gue-dari-kuliah-PPKN Jofa
Si-Sigit-satu-lagi Sigit Adinugroho
Si-kacamata-paling-junior-di-bul Zaki
Si-cewek-yang-pake-kawat-gigi Kethy
Si-temennya-Oskar-suaranya-seksi Ade
Si-cewek-nggak-kenal-tampak-cool Maya
Si-cewek-pucat-dari-divisi-perusahaan Yasmin
Si-cewek-kacamata-berbingkai-lebih-aneh-dari-Ikram Andrea
Haha maaf! Jangan tersinggung ya, namanya juga first impression. Walau udah kenalan, kadang-kadang gue juga suka lupa nama. Kadang gue juga suka lupa wajah, soalnya gw klo ngeliat orang suka cuman sekelebat-sekilas saja. Tapi untuk seterusnya, ngga gitu kok. Selanjutnya, terserah anda.
Pernah ngga lo begini?
Saat selesai sholat Maghrib, gw berdoa seperti ini:
‘Ya Allah, doa saya sama seperti saat Ashar tadi.’
Ya ampun gw langsung istighfar trus mengulangi doa yang tadi sampe detil.
Wednesday, January 11, 2006
The Devil wears Prada
Boxer pants for a birthday gift??! Bermotif babi pula. Klo gw itung gambar babinya berjumlah 21 tuh… Haha cukup enak dipakai kok, ntar gw pake pas main basket (bohong).
Thanks ya Fe, Upi, Ndre, Yasmin, Ranee, Ika, Zia, Ikram…
The Scrooge drinks Chocolate Milo
Milo kaleng dingin beli di swalayan. Berbeda dengan Milo bubuk (bikin sendiri) yang hanya terdiri dari susu, coklat, dan gula. Milo kaleng mengandung tambahan vanila, malt (madu), dan sari kedelai (susu kedelai). Porsinya sedikit, hanya 235ml. Tidak seperti kebanyakan minuman kaleng lainnya yang netto 350ml. Harganya cukup mahal, Rp.5500,- per kaleng.
Udah
Enak
Dikit
Mahal
Ada yang minta pula…
Haha gw pelit bgt ya…



