Thursday, August 30, 2007

Tale of the Three Brothers and The Deathly Hallows

Pada zaman dahulu kala di dunia penyihir, 3 bersaudara sedang melakukan perjalanan. Di tengah jalan, mereka terhalang oleh sungai lebar yang berarus deras. Karena kasihan melihatnya, Kematian muncul dalam bentuk personifikasi dan membantu mereka.

Untuk Sang Kakak – Antioch – yang suka bertarung, Kematian menghadiahkan tongkat sihir sakti yang terbuat dari kayu pohon Elder untuk memenangkan setiap pertarungan. Dengan tongkat barunya, Antioch mencoba menyeberangi sungai tersebut. Saat dia mulai terpeleset, Antioch tak kuasa mengayunkan tongkat sihirnya dengan benar sehingga ia pun terbawa arus. Antioch lalu mengulurkan tangannya meminta pertolongan kepada adik2nya yang lucu. Cadmus – Sang Adik – alih2 menarik tangan Sang Kakak, malah menarik tongkat yang dipegang Antioch. Sehingga tak pelak, Antioch pun hanyut terbawa arus sungai sementara tongkatnya selamat.

Kali ini giliran Cadmus – Si Anak Tengah – yang mencoba menyeberanginya. Cadmus adalah seorang sombong yang tidak suka menabung, dan dia ingin menipu Kematian. Kepada Kematian, Cadmus meminta Batu Resureksi… bukan, Batu Ereksi… bukan juga, Batu yang Dapat Menghidupkan Orang Mati. Nah…

Cadmus langsung mencobanya, dia berbisik di hadapan batu-hitam-jelek tersebut. Dan POF!!! Sang Kakak Antioch pun hidup kembali, dalam bentuk hantu. Antioch yang kesal karena kebodohan Cadmus barusan langsung mendorong Cadmus ke sungai tanpa basa-basi. Cadmus pun ikut hanyut terbawa arus sungai. Yang tersisa tinggal Si Bungsu Ignotus yang ternganga melihat kedua kakaknya main arung jeram gak ngajak-ngajak.

Si Bungsu tidak pemalas seperti kedua kakaknya, ia membuat rumah dari batu bata yang kokoh. Eh salah, ini sih cerita tiga babi kecil!!!

Untuk Si Bungsu – Ignotus – yang paling muda tapi paling bijaksana di antara mereka bertiga, Kematian ingin memberikan sesuatu. Tapi Ignotus menolak dengan serta-merta begitu mengetahui nasib kedua kakaknya. Ignotus menyeberangi sungai tersebut, dan mulai terseret arus. Dalam keadaan gelagapan, ia tak sengaja menarik jubah milik Kematian. Jubah itu adalah Jubah Takkelihatan, yang dapat membuat pemakainya tak terlihat. Ignotus pun hanyut dan mati sambil membawa jubah yang dia embat dari Kematian.

Esoknya, Kepolisian (Kepolisian dari dunia sihir tentunya) menemukan dua mayat di hilir sungai: mayat Antioch dan Cadmus. Sementara sampai sekarang mayat Ignotus tak pernah ditemukan. Begitulah cerita 3 bersaudara yang mendapatkan pemberian dari Kematian.

4 comments:

Audrey Cornu said...

And at last, the Elder Wand...
;)

Halo Sigit...
Selamat yaa udah lulus!
:D
Gimana kabarnya?


_Anie TL06

Kamojima said...

Weleh weleh ada Anie!!!

Baik nie :)
Tau blog gw darimane? Yah, mule sekarang, kalo nulis harus disensor dulu donk...

_Sigit UdhLls07

Anonymous said...

dude,
as always,
you never ceased to make me wonder,
could you be any weirder???
what's with the story dude? is it suppose to be funny...or what???

-tom

Kamojima said...

Dear tom, the story should be or what...