Monday, August 25, 2008

WALL-E is Lost in Translation

Michael Crawford pasti tidak menyangka bahwa lagunya yang berjudul ‘Put On Your Sunday Clothes’ akan menjadi sangat tenar berpuluh-puluh tahun kemudian setelah ia nyanyikan pertama kali. Sebuah ide yang keren untuk menggabungkan tema futuristik dengan lagu jadul. Karena saya tidak pernah suka ‘musik yang futuristik’, saya tidak pernah suka suara gitar listrik.

Dalam film Wall-E ini, lagu jadul yang dinyanyikan Michael memberikan kesan ‘kesepian’ yang dirasakan sang tokoh utama. Sementara score (BGM) yang dikomposisi oleh Thomas Newman dan Peter Gabriel yang berjudul ‘Eve’ dan ‘Define Dancing’ memberikan kesan longing yang seolah menantikan hadirnya seseorang (sebuah) teman untuk melengkapi keinginan Wall-E yang sederhana.


Semenjak ‘Finding Nemo’, saya sudah mengantisipasi bahwa Andrew Stanton (sutradara & penulis cerita) dan Thomas Newman (komposer) adalah para seniman yang berbakat. Adegan ‘space dancing’ adalah adegan yang luar biasa artistik dari segi ide maupun visual, apalagi ditambah BGMnya Thomas yang jenius dengan menambahkan efek echo sehingga seolah-olah ruang angkasa itulah yang sedang bermain musik.




Dan semua musik yang ada di film ini memiliki atmosfer ‘sedih’. Kenapa? Lihat saja bentuk matanya si Wall-E…




Saat pertama melihat trailer film ini, saya mengira Wall-E adalah robot explorer planet Mars. Tapi saya tidak pernah menyangka, bahkan dalam mimpi sekalipun (ceu ile..), bahwa ternyata ini adalah film romantis. Dan ini adalah film animasi 3D romantis pertamanya Pixar!



Tema utamanya memang romans, tapi tema ke-2 nya adalah Go Green. Dan saya tidak begitu mempedulikan yang tema ke-2 karena bagi saya, program/gerakan tanam sejuta tunas pohon adalah program kentang (kena tanggung). Sebetulnya masalah utama bumi kita ini bukanlah sampah, bukan juga kemalasan yang mengakibatkan obesitas; tapi penjajahan terselubung yang berbentuk imperialisme modern. Karena imperialisme modern akan berujung pada masalah pencemaran, kemiskinan, kebodohan, peperangan, dan lain-lain. Film ini jelas mengkritik pemerintahan Bush yang lebih melokasikan uang negara untuk ‘mengirim manusia ke luar angkasa’ daripada untuk mengatasi global warming.



Well back to Wall-E, untung saya nonton film ini sendirian. Karena filmnya sedih banget hu hu hu… (jadi gak ada yang tau klo gw nangis) :D


“Eeeeevvvvvaaaaaaaa????!!!!!!!”

12 comments:

Anonymous said...

hahaha, padahal kita nonton bareng lo gittt

Kamojima said...

oiya? ih nggak nyapa...

takut gw gosipin lagi ya wkwkwkwk XD

Anonymous said...

mana wordpress mu git??

padahal di blogspot bisa buat nyari DUITTT lho..

ato tetep mo ketering :P wakak

-Udah nonton wall-e yg dubbing Indo??
jelek ga tuch?

Anonymous said...

serius lo didubbing? cuman isu kali?

iya wordpress belon bikin nih, ntar lah gampang.

katering? hahaha, si rama gimana??

Sigit Adinugroho said...

Git, reviewmu bagus sekali... terharu juga jadinya...

Kamojima said...

lah? hahaha teharunya 2x dong git :D

Unknown said...

git git,,,

icha ikutan baca niy...
huhuhu,, review yg so sweeeeeeeet*

*pake gaya icha - masih inget g yaaa...


eniwey...
yah, stuju dengan reviewnyah..

evaaaaaaaa....

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

eh git, avatar gw lucu yaa...
mirip ma gw g??

:P

Kamojima said...

eh ada icha!!

iya mirip, tapi itu kan kelinci bukan tupai...?? hwahahaha...

udah lama ngeblog cha? ato baru aja...

Unknown said...

blog gw ada yg dah lamaaaaaaaaa ada yg masih baru, ada juga yg bgitu buat.. ngepost trus lupa passwordnya :D

maklum...

:P

Kamojima said...

ah... serasa dejavu... (gw pernah gitu juga huhuhuhuhu)