Sebetulnya, siapa musuh utama orang Indonesia? Amerika? Mungkin... Malaysia?? Entahlah...
Tetapi tahukah anda musuh2 yang kecil dan tak kita sadari selama ini?
1. MSG dalam makanan. Siapa yang hobi makan mie instan? FYI, MSG adalah bahan kimia yang tak bisa dicerna, sehingga ia akan terus mengalir dalam darah kita. Jika MSG itu mengendap di otak, bayangkan betapa lemotnya kita harus berpikir dan menganalisa dengan endapan MSG yang selalu nempel kayak perangko itu.
2. Karbondioksida & monoksida. Selain bikin bodoh seperti MSG, jelas zat-zat ini dapat meracuni tubuh kita, merusak paru-paru, dan jangan lupa: banyak kasus orang meninggal karena lupa mematikan mesin saat memanaskan mobil di carport/garasi.
3. Asap rokok? Yeah tentu semua orang sudah tau ini, tapi menghentikan kebiasaan memang susah. Saran saya, minimal kalo mau ngerokok tu ya mbok ngumpet dulu. Jangan ajak-ajak orang lain jadi sakit juga dong. Selain itu jika anda menghabiskan Rp.10.000,- untuk membeli satu bungkus rokok per hari, sebulan anda akan menghabiskan Rp.300.000,-
Lumayan padahal seratus ribu-nya bisa buat makan mewah mewiah. Seratusnya lagi bisa buat ditabung, dan seratusnya lagi bisa buat disumbangkan ke Dompet Dhuafa untuk anak-anak yatim-piatu.
4. Bau sampah. Efeknya psikologis? Tetap saja ini mempengaruhi kualitas hidup orang-orang Indonesia.
5. Pewarna, perasa, dan pengawet dalam makanan. Jika anda belanja ke supermarket, jangan hanya sibuk memperhatikan tanggal kadaluwarsa. Perhatikan juga ingridients-nya. Produk yang bagus pasti tidak perlu memakai zat-zat additive.
Jangan lupa, anak-anak anda di sekolah selalu diserang dengan jajanan-jajanan tidak sehat macam ini! Lebih baik bawa bekal dari rumah setiap hari deh!!!
6. Alkuhol. Yang ini jelas, tidak baik bagi kesehatan, dan tidak baik bagi mental.
"Essence"? Ah itu kan permainan kata-kata saja. Essence ya mengandung alkohol juga lah.
"Minum wine adalah lifestyle"? Kalo kata saya: "Minum wine itu lifesucks!"
Bagaimanapun juga perbedaan kita manusia dengan binatang adalah "akal". Kalo sampe "akal" itu hilang (walau cuma sementara) karena alkohol, kita ngga ada bedanya sama binatang dong. Makan aja rumput sono gih..
7. Suara bising. Yeah, sementara di tempat lain orang berusaha keras untuk menghasilkan simfoni musik yang indah dan meningkatkan semangat hidup, kita malah mendengarkan suara yang hingar-bingar? Coba perhatikan efeknya bagi jantung anda, bagi kegelisahan anda, bagi ketenangan jiwa anda.
Suara bising ini terdiri dari musik sampah, musik cinta-cintaan hina, suara mesin motor/mobil berikut klakson-nya (yang suka dibunyikan dengan emosional), suara makian, ejekan, cacian, hinaan, celaan, pelecehan, dan umpatan.
8. Infotainment, gossip, doktrinasi, dan komunisme. Nonton infotainment: jelas, akan membuat orang merasa benar sendiri. Saat menonton infotainment orang akan dilegalkan untuk berkomentar macam-macam terhadap objek berita. Nggak takut kuwalat?
Gossip... sama saja dengan fitnah. Jika anda menyebarkan gossip, maka samasaja anda dengan menjelek2kan orang lain tanpa pengetahuan samasekali mengenai berita yang sebenarnya.
Doktrinasi: benarkah setiap orang harus melewati jenjang ini ==> sekolah, kuliah, kerja di tempat yang bagus, beli mobil, beli rumah, dst... ?? Jalan hidup setiap orang berbeda bukan? Ada yang habis sekolah langsung bekerja. Ada yang ingin berwirausaha. Ada yang ingin menjalani hobinya sebagai pekerjaan. Ada yang lebih memilih untuk naik kendaraan umum. Ada yang lebih memilih tinggal di rumah susun.
Hal ini berhubungan erat dengan komunisme: Kenapa semua orang harus pakai jeans? Kenapa semua orang harus pakai kaos hitam? Kenapa semua orang harus kuliah di itb? Kenapa semua orang harus tinggal di jakarta? Kenapa semua orang harus suka sepakbola? Kenapa semua orang harus berkulit putih? Kenapa semua orang harus berambut panjang-hitam-lurus? Kenapa orang tidak bisa menghargai perbedaan?? Padahal perbedaan itulah yang membuat hidup ini berwarna-warni...!!!
Itulah musuh-musuh utama orang Indonesia. Sesungguhnya musuh-musuh itu amat dekat. Dan bahkan sebagian ada dalam diri kita sendiri.
Saturday, May 09, 2009
Musuh utama orang Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

10 comments:
ini sudah pernah di post di note facebook kalau nggak salah, ya?
setujuu point 6 (sama point lain juga sih). there is no good can come out from drinking alcohol.
iyaa... gw posting dobel-dobel disana dan dimari hehehe
yap, alcohol: go to holl... eh, hell
(gambar jempol tangan) Putri likes this!
bwahahaha emangnya fesbuk XD
Another nice post from u:D
thx :)
Setuju, terutama asap rokok dan MSG.. ini nih yang bikin qt jadi bodo.. mungkin qt bisa sehebat Jepang kalo gak ada 2 hal ini, hahahaha.. *gak penting*
by the way stereotyping = komunisme dunks? :D
Nadia sentimen sama rokok ya, haha
Emangnya orang jepang gak ngerokok ya? Tapi jepang tuh menang "di etos kerja" dan "kehormatan" sih..
iya kurang-lebih sama (stereotyping = komunisme). Tau asal kata "komunis" kan.
Well, setidaknya orang Jepang tidak ngerokok di sembarang tempat kaya di sini. Bayangin, di sini orang ngerokok sembarangan bgt, bahkan di dalem angkot yang pengap.. itu udah bikin banyak orang terganggu kesehatannya karna kena asap rokok.. belum lagi jajanan pinggir jalan juga banyak petsinnya, yang bikin bodo.. aduhhh, udah gak sehat, bodo pula.. padahal orang Indonesia kan pinter2, malah lebih pinter dari orang Jepang kali ya :D.. tapi dirusak oleh benda2 murahan itu!! maka ayo qt musnahkan rokok dan MSG!!!! hihihihi
iya, pemenang olimpiade IPA dunia juga dari Indonesia. Hacker2 paling licin juga dari Indonesia (eh ini mah gabisa dibanggakan ya). Klo MSG sih mungkin bisa dimusnahkan. Soalnya klo di ostrali, produsen mi instan aja udah berlomba2 menuliskan "No MSG" di kemasan produk mereka.
Sementara pemusnahan rokok harus pake cara "hak & kewajiban" ato "reward & punishment". Jadi misalnya, para pengusaha bikin tempat gaul yang oke banget nih, ato taman kota yang bagus banget, ato restoran yg makanannya enak banget, tapi di dalamnya orang dilarang keras merokok. Dan untuk masuk ke dalamnya, ada pemeriksaan rokok dan pemantik dulu.
Ato diimplementasikan ke recruitment-nya HRD. Pas wawancara kerja, ditanyain ngerokok apa nggak. Klo ngerokok gak diterima kerja, sementara ni kerjaan bergengsi dan duitnya gede banget. Misalnye..
Post a Comment