Pada suatu masa di daerah Madain Shalih, hiduplah seorang manusia iri. Sebut saja namanya Mirr. Mirr selalu iri pada apapun, siapapun yang dijumpainya. Dia jarang mensyukuri keadaan dirinya sendiri.
Bila seseorang mempunyai permata, Mirr pun ingin mempunyai permata. Bila seseorang mempunyai pekerjaan sebagai pandai besi, Mirr pun ingin mencoba menjadi pandai besi. Bila seseorang mempunyai peliharaan yang jinak, Mirr juga ingin memliharanya. Bila seseorang bisa berbicara kepada pohon, Mirr juga ingin bisa berbicara kepada pohon.
Mirr mempunyai Intelligent Quotientia yang tinggi. Dia dapat dengan mudah mempelajari apapun. Dia dapat dengan mudah memiliki apapun yang dia inginkan. Mudah saja baginya untuk memiliki permata, menjadi pandai besi. Tapi ia tak bisa memiliki peliharaan yang jinak atau berbicara dengan pohon.
Dahulu Mirr sering bermasalah dengan hewan. Dia merasa seolah semua hewan membencinya. Saat membelai kucing, kucing itu mencakarnya. Saat mengelus anjing, anjing itu menggigitnya. Saat menaiki kuda, kuda itu menjatuhkan dirinya dan lalu menyepaknya.
Mirr menjadi truma. Dia jadi membenci hewan sekaligus mencintainya. Pada suatu saat dia berkata ‘Aku benci semua hewan’. Pada kesempatan lain dia berkata ‘Aku mencintai semua hewan’.
Mirr kemudian menganggap berbicara dengan pohon itu tidak mungkin, orang yang dapat melakukannya pasti hanya berbohong. Tapi tetap saja Mirr penasaran, dan lalu, lama kelamaan, Mirr menjadi kagum dengan orang yang bisa bicara dengan pohon tersebut.
Tolak ukur Mirr adalah dan selalu orang lain. Melihat orang lain bahagia saat bermain seruling, Mirr lalu mempelajari cara bermain seruling. Karena kepintarannya, dia dengan cepat menguasai cara bermain seruling. Lalu dia memamerkan keahliannya bermain seruling ke semua orang. Dia bahkan menjadi lebih mahir daripada orang yang mengispirasi dirinya bermain seruling.
Di dunia yang luas ini, cita-cita Mirr sangat kecil. Dia ingin mendapatkan apapun yang orang lain dapatkan. Karena itu, untuk yang satu ini – berbicara dengan pohon – adalah cita-cita dia yang terakhir dan mungkin yang terbesar. Orang yang bisa berbicara dengan pohon itu bernama Dichke.
Mirr mulai mendatangi Dichke. Dia minta diajarkan cara berbicara dengan pohon.
‘Kenapa kau ingin berbicara dengan pohon? (anak yang aneh…)’
‘Ingin saja. Aku ingin bisa sepertimu.’
‘(Anak bodoh…) Kau tak akan bisa berbicara dengan pohon. Tak ada orang yang bisa.’
‘Kau bisa…!!!’
Dichke membalik badan. Lalu dia pergi meninggalkan Mirr. Tapi dia meninggalkan secarik kertas berisi puisi.
Aku sangat sedih
I’m in a deep sorrow of romantic melancholia
Aku bukanlah anak yang pintar
Selain itu aku pun tak terpelajar
Aku tak bisa memiliki batu permata dengan cahayanya yang berpendar
Aku tak bisa memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang besar
Aku tak bisa memiliki peliharaan dengan sorot mata berpijar
Aku tak bisa bermain musik dengan suara yang menggelegar
Aku bahkan tak memiliki teman atau keluarga untuk menceritakan semua keluh-kesahku
Maka aku menceritakan semuanya pada pohon
Kuceritakan bahwa aku ingin batu permata
Tapi tak begitu ingin…
Karena sekarang aku sudah bahagia
Jika aku bersedih, pohon bergoyang karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah barat yang mengatakan ‘bergembiralah’
Jika aku putus asa, daun berkibar karena angin yang mengantarkan suara dari tetangga di sebelah timur yang mengatakan ‘bersemangatlah’
Walau kata-kata itu bukan ditujukan untukku, tapi angin telah mengantarkannya untukku
Melalui pohon itu, seolah itu untukku
Maka aku pun berbicara dengan pohon
Friday, January 27, 2006
Mirr
Tuesday, January 24, 2006
Orang yang kuidolakan
![]() | Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Keren abis. |
Berkat settingan di Blogger yang tidak menampilkan blog saya di list, keyword ‘Mahmoud-Ahmadinejad’ tidak akan menampilkan link ke blog saya di search engine manapun. Sama hal nya ketika saya mengetikkan keyword ‘broery’, ‘bronson’, ‘baruna’, atau ‘tiga-berang-berang’ di search engine. Result zero.
Tragedi di Perbatasan
Pembatas buku gw sekarang bertambah banyak. Ini dia koleksinya:
- Pembatas buku Mashimaro. Aih lutuna. Mashimaro si kelinci gendut yang mirip Marshmallow (haram!).
- Daun lengkap dengan kupu-kupu-nya dari Majalah National Geographic. Kupu-kupu-nya sendiri bisa dipake jadi pembatas buku juga. Keren. Disponsori oleh Honda, ‘The Power of Dreams’, tapi keduluan ama Toyota bikin mobil Hybrid: ‘Prius’.
- Pembatas buku dari Komik Martabak buatan dosen-dosen saya. Ugh…
- Pembatas ‘Sang Alkemis’, dapet pas beli bukunya. Sekarang jarang ada buku yang ngasih pembatas.
- Pembatas “Howd Ter Train Yer Drag’n” dari buku berjudul sama. Aduh nyesel beli bukunya, jelek. Tertipu oleh desain cover bukunya yang bagus…
- Tempat bekas sampel ‘Citra Lotion Teh Hijau’. Bentuknya memang memungkinkan tuk dijadiin pembatas buku. Lumayan.
Sayang gw sering lupa make pembatas-pembatas itu kalo lagi baca. Alhasil, benda-benda berbahaya seperti hape, buku lain, remote kontrol, laptop, cd dan ulekan pun dijadikan pembatas buku kalo lagi terdesak (terdesak naon…).
‘Eh, hape saya mana?!!’
Thursday, January 19, 2006
Maafkan saya, saya sudah berusaha!
First Impression. Inilah apa yang gue pikirkan waktu pertama kali kenal sama orang-orang ini. Untuk beberapa lama, gw membahasakan orang-orang ini dengan sebutan seperti ini:
Si-cewek-anakbuah-gue-yang-namanya-kayak-laki-laki Upi
Si-cewek-baru-liat-di-bul-padahal-temen-dkv Ani
Si-cewek-yang-jadi-model-iklan-kaos-bul Batari
Si-taplok-kacamata-berbingkai-aneh Ikram
Si-temennya-Oskar-kenal-di-forum Tomo
Si-anak-mentoring-temennya-Dito Oskar
Si-cewek-cablak-suka-ngobrol Rahanny
Si-kenal-gue-dari-kuliah-PPKN Jofa
Si-Sigit-satu-lagi Sigit Adinugroho
Si-kacamata-paling-junior-di-bul Zaki
Si-cewek-yang-pake-kawat-gigi Kethy
Si-temennya-Oskar-suaranya-seksi Ade
Si-cewek-nggak-kenal-tampak-cool Maya
Si-cewek-pucat-dari-divisi-perusahaan Yasmin
Si-cewek-kacamata-berbingkai-lebih-aneh-dari-Ikram Andrea
Haha maaf! Jangan tersinggung ya, namanya juga first impression. Walau udah kenalan, kadang-kadang gue juga suka lupa nama. Kadang gue juga suka lupa wajah, soalnya gw klo ngeliat orang suka cuman sekelebat-sekilas saja. Tapi untuk seterusnya, ngga gitu kok. Selanjutnya, terserah anda.
Pernah ngga lo begini?
Saat selesai sholat Maghrib, gw berdoa seperti ini:
‘Ya Allah, doa saya sama seperti saat Ashar tadi.’
Ya ampun gw langsung istighfar trus mengulangi doa yang tadi sampe detil.
Wednesday, January 11, 2006
The Devil wears Prada
Boxer pants for a birthday gift??! Bermotif babi pula. Klo gw itung gambar babinya berjumlah 21 tuh… Haha cukup enak dipakai kok, ntar gw pake pas main basket (bohong).
Thanks ya Fe, Upi, Ndre, Yasmin, Ranee, Ika, Zia, Ikram…
The Scrooge drinks Chocolate Milo
Milo kaleng dingin beli di swalayan. Berbeda dengan Milo bubuk (bikin sendiri) yang hanya terdiri dari susu, coklat, dan gula. Milo kaleng mengandung tambahan vanila, malt (madu), dan sari kedelai (susu kedelai). Porsinya sedikit, hanya 235ml. Tidak seperti kebanyakan minuman kaleng lainnya yang netto 350ml. Harganya cukup mahal, Rp.5500,- per kaleng.
Udah
Enak
Dikit
Mahal
Ada yang minta pula…
Haha gw pelit bgt ya…
Tuesday, December 27, 2005
Perjalanan ke Mekkah, bukan Mecca
Ayah Ibuku tanggal 4 Januari ini akan pergi Haji ke Tanah Suci selama 1 bulan. Mohon doanya ya dari para pembaca blog ku yang budiman.
Semoga dapat pulang dengan selamat, Hajinya mabrur. Dan pulang-pulang tidak menemukanku lagi teler, fly, dililit hutang, dicari pihak berwenang, atau ngehamilin anak orang. Amin.
Kali ini aku ngepost langsung banyak.
Mulai dari Judul ini, aku sang psikopat, kuku patah, dan beli shampo.
Tentang Hati Ini dan Sebuah Kekurangajaran
Om ku yang tinggal di Surabaya sudah lama sakit karena stroke. Lumpuh, ngga bisa gerak, jadi berbaring terus di tempat tidur. Selama ini terus dirawat Tanteku di rumah di daerah Kota Satelit Darmo.
Saat bulan Ramadhan lalu. Ayahku yang baru pulang dari Surabaya memberitakan, Om ku kena serangan. Sekarang lagi diopname di rumahsakit. Keadaannya kritis.
Aku langsung berpikir. Kalo Om ku meninggal, kita sekeluarga bakal ke Surabaya deh Lebaran ini. Asik, bisa jalan-jalan. Bosen di Bandung terus. Warning, what you’re about to hear may disturb you.
Berita terbaru, Om ku sadar dari kritis. Sekarang lagi bercanda sama anak bungsunya yang sudah punya istri. Aku berpikir, biasanya orang yang mau meninggal emang ada saat-saat sadarnya dulu. Pernah juga ada cerita seorang anak yang lama berdoa ingin Ibunya sadar dari amnesia, agar ingat lagi sama keluarganya. Suatu ketika saat sang Ibu sadar, ingat lagi sama sang anak, tak lama kemudian malah meninggal. Allah mungkin memberikan kesempatan untuk ingat dari amnesia itu sebentar, sebelum akhirnya memanggil sang Ibu untuk selama-lamanya. Ibuku yang menceritakan. Dan tiba-tiba saja aku jadi peramal.
Benar saja. Di suatu pagi, ada telepon yang memberitakan Om ku meninggal. Aku berpikir, ‘Akhirnya…’. Setelah sekian lama Om ku berbaring tak berdaya, mungkin lebih baik cepat meninggal saja, kasihan. Guru SD Ibuku pun pernah berkata, orang yang sholatnya ngga bener semasa hidupnya, biasanya kena stroke. Sehingga orang itu bener-bener jadi ngga bisa sholat dengan bener karena kena stroke. Bukannya ngomongin kejelekan orang. Maaf ya Om…
Afeksi ku yang kurang setelah mendengar berita kematian karena merasa sudah tahu lebih dulu, membuat Ayahku tersinggung dan marah. Aku bisa tenang begini mungkin karena Om ku itu jauh. Kalo yang meninggal itu orang terdekatku, mungkin sikapku akan berbeda. Bukan mungkin, pasti.
Mungkin benar kalau aku ini psikopat. Sudah psikopat, autis, madesu, brengsek, gay lagi… (engga deng, itu mah ejekan beberapa orang saja)
Aku sehat mental
Peduli lingkungan
Masa depan cerah
Baik hati, dan
Suka sama perempuan
Great, great…
Begini ceritanya, kuku di jari-jari tangan kananku mengkilat alami karena sering ku-pletak!-kan dengan jari dengan keras seperti orang lagi zikir. Banyak orang terheran dan menyangka kuku ini dipedicure, atau diberi kuteks. Tapi tidak, ini alami, karena kuku di tangan kiri ku nggak begitu (kok kayanya kalimat ini ngga mendukung argumen itu ya?).
Nah kalo mengkilat, terus kukunya panjang, kan permukaan yang mengkilat itu jadi tambah besar. Jadinya tambah bagus. Setelah panjang, kuku di jari tengah patah saat bermain basket (tentu saja!!!).
‘Eh gantiin gue dong…’
Prakkk…!!!
Jadi patahnya bukan karena grusak-grusuk main basket. Tapi pas tabrakan dengan temen yang mu nggantiin gw main… Kesimpulannya hal bodoh itu terjadi pada saat jeda yang santai.
Kuku itu patah sampai merobek jari tengahku. Padahal aku ngga pernah nge-fuck loh! Yah, sebetulnya, aku sudah mempersiapkan resiko ini sejak lama, semenjak aku berniat memanjangkan kuku. Malah aku sudah memikirkan kemungkinan yang lebih parah, kukunya ampe lepas kaya Sadako, ato kaya gitaris Beck.
*****
Saat kejar-kejaran dengan temanku. Kakiku yang hanya memakai sendal bertabrakan dengan kakinya yang memakai sepatu, sehingga kuku jempol kiri ku patah dan mengeluarkan banyak darah. Parahnya, aku masih sempet kejar-kejaran cukup lama ama temenku itu dan belom nyadar kalo kuku jempolku patah. Pas udah capek, aku ngeliat kakiku kok banjir…
Minggu depannya, pas maen basket lagi kukuku patah lagi. Kali ini kelingking. Mungkin minggu depan giliran jari apaa gitu…
Lagi bermasalah ama kuku nih. Untung bukan hati yang patah…

