Friday, June 27, 2008

Kartel Para Penyedia Layanan Seluler (Telkomsel, Indosat, XL)

Badan pemerintah mengungkapkan kejahatan kerjasama monopoli (kartel) antara para penyedia layanan seluler such as Telkomsel, Indosat, XL atas tarif SMS yang dimahalkan dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Diungkapkan tarif maksimal SMS seharusnya hanya Rp.75,- (itu pun penyedia layanan seluler sudah mendapatkan untung banyak), padahal selama ini kita membayar Rp.350,- dan bahkan kadang lebih untuk sekali ngSMS!!!

Lalu teman saya bertanya, ‘Kalo misalnya gw pemilik XL, lo pemilik Telkomsel git, pastinya lo mau juga kan untuk ber”kartel-ria” seperti itu?”

Saya jawab, “Tidak!”. Sebagai pemegang teknologi yang krusial untuk hajat hidup orang banyak saya tidak akan mengambil kesempatan demi memperkaya diri sambil membohongi masyarakat. Usaha seperti ini sudah seharusnya dibiarkan apa adanya demi berkembangnya arus informasi yang membawa kemajuan bagi negara. Padahal pemerintah berisik masalah dijualnya saham Indosat ke Qtel oleh Temasek, tapi sebetulnya Telkomsel yang katanya ‘milik bangsa’ saja gitu kelakuannya.

Sikap saya ini mungkin muncul karena kekesalan terhadap teknologi internet yang selama ini ‘disembunyikan’ dan dilepas sedikit demi sedikit oleh para provider sambil dipaketkan dengan harga mahal. Onno W. Purbo bilang, internet itu sebetulnya bisa murah dan lebih cepat dari yang ada sekarang ini.

Dan sikap saya ini adalah prinsip hidup yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Sama dengan prinsip Saya untuk selalu menghormati teman-teman Saya berikut benda-benda kepemilikan mereka.

Lebih baik Saya mati daripada harus kehilangan prinsip itu.

Saturday, June 14, 2008

Dunia

Benar!

Dunia yang harus dipilih untuk mencari alasan telah membentang luas di hadapan mata

Jika mimpi tiada akhir adalah pendamping kalian,

Maka lampauilah di bawah kibaran bendera tekad membara!





Yeiyeiyeiyeiyeeeeeeaaaaaaah……!!!!!!

Akibat Naiknya Harga Minyak Dunia, Tarif Ojek Pun Meningkat 33 Persen

Kasihan Cinta Laura... :(

Thursday, May 08, 2008

Obama Jokes Yo Mama

Obama Joke 1
(Obama & Amerika)


Barrack Obama baru saja tiba di bandara salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Saat sedang berjalan melewati petugas keamanan, seorang polisi menghampirinya dan mulai menginterogasi Obama sesuai prosedur kemanan anti-teroris di bandara-bandara Amerika Serikat:

Polisi: “Permisi mas. Mas ini orang Arab ya?”

Obama yang memiliki kepribadian tegas langsung menjawabnya dengan sigap dan tangkas,

“Bukan, Saya blasteran.”

Polisi: “Oohh… mas ini Moslem bukan?”

Obama pun kembali menjawabnya dengan cepat dan tepat:

“Bukan, Saya sekuler.”

Polisi: “Oooohhh gitu…. Eh, kalo nggak salah, mas ini Barrack Obama yang sering muncul di tipi itu kan ya?”

Akibat terlalu antusias, Obama jadi salah jawab:

“Bukan, Saya bukan Obama.”

..........

Polisi: “Oh bukan? Kalo gitu mas ini siapa dong??”

Gengsi karena tadi sudah salah jawab, Obama berusaha untuk ngeles:


“Ehhhmmmm…… Saya Osama. Sodaranya...”



_________________________________________________


Obama Joke 2
(Masa Kecil Obama)


Ini bukan joke, tapi adalah kisah nyata masa lalu Obama saat bersekolah di Indonesia. Teman-temannya bilang, Obama tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia. Sehingga jika ada orang menjahilinya, dia hanya bisa bilang, “Curang!”. Teman masa kecil Obama pernah mengganti permen cabe kesukaan Obama dengan cabe beneran. Saat Obama memakannya dia kepedesan lalu lari mencari air sambil teriak-teriak curang!

Dan ini adalah pidato kekalahan Obama saat John McCain terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya:


"Saudara-saudara, singkat saja yang ingin Saya sampaikan:


"Curang! Curang!!”



______________________________________________



Yo Alabama. I JUST realized that creating jokes isn't an easy matters. Well, creating one maybe easy, but creating a funny one is not an easy job at all. It's totally different thing when the idea was inside my head, and when I have to transfer it into a writing. I have to check & rechecked wether there's a word that may distract the reader's focus. I have to edit it all the way (it took me 2 days to create these two). I have to read it again and again while taking the reader's position, even the sceptical one. And finally, here it is, my first 'public' jokes, maybe. Hope it make you guys (and girls) laugh. Cheers! :D

Sunday, May 04, 2008

Boulevard Boulevard Boulevard

Sekali lagi aku kesal setelah pulang dari acara Boulevard. Mobil yang kubawa untuk mengangkut beberapa anak Boul jadi berantakan: tempat sampah yang ada di belakang tumpah berserakan karena mungkin ketendang ato kesenggol, isinya kemana-mana.

Itu tidak sengaja? Seseorang yang ikut di belakang malah menaruh bungkus coklat Beng-beng begitu saja di pegangan pintu mobil. Buset, gak punya etika banget. Ikram yang duduk di depan kerap membunyikan klakson seenaknya (baru 2 kali sih). Mungkin dia pikir itu lucu. Dia bilang, "Gue seneng banget mempermainkan emosi orang laen!"

"Oyea kram? Well, I don't want to hear 'that' from you!"

Ethan yang jadi sudah berbaik hati menjadi E.O. syukuran ultah Boulevard pun bertindak bodoh dengan menaruh kardus (entah isinya apa, klo gasalah kue) di atas kap depan mobil. Alhasil, kap itu jadi baret. Baret yang sangat besar. Seharusnya melihat keadaan ekonomi Ethan yang tampak 'cukup mampu/berada', sedikit banyak mengerti lah jika menaruh benda seperti kardus dapat membuat baret cat mobil. But I guess this one is pure ignorance, yet I'm still so upset.

Bukan ingin mengungkit, tapi sesuai kalimat pertama postingan ini: dulu juga pernah saya kesal dengan anak-anak Boulevard yang laen. Saat Aji dan Irfan ikut di mobil saya. Mereka terus menerus membuat saya kesal. Mereka tertawa girang sekali kalau saya menabrak atau menyerempet (dulu saya masih baru menyetir). Saat pulang pun, tidak ada ucapan terimakasih samasekali. Mereka turun begitu saja (boro-boro nyumbang buat parkir...).

Gak heran jumlah angkatan di Boulevard makin turun tiap tahunnya. Pada gak tahan kali ya. Kebodohan itu seolah jadi turun temurun, dan menular. Sebetulnya yang saya sebut di atas hanyalah oknum, tapi ya... udah kesel banget lah gue pokoknya.

Saturday, May 03, 2008

Hal yang tak Dapat Dipungkiri

Tahukah Anda, apa arti hidup ini?

Apakah untuk:

-fame?
-women? (or men, okay)
-money?
-honour?
-power?
-dominance?
-existence? (hadoh lupa gimana nulisnyah)
-to serve?
-or maybe, just to eat one scoop of rice every single day??

Karena semakin kita sibuk, mungkin saja kita semakin lupa tujuan awal. Mungkin kita harus berhenti sejenak. Klo kata orang, "dansa dulu bentar lah...".

Bukan berarti Saya tak mau uang, wanita, atau kehormatan dan ketenaran. I DO WANT IT ALL!!! GIMME SOME...
Tapi, Saya sering melihat orang yang sudah memiliki itu semua tapi hidupnya tidak bahagia. Sementara banyak orang Sufi yang hidup melarat (sederhana) tapi mengaku hidupnya bahagia. Oke, ini sudah sering dibahas. Tapi Saya memang belum pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Ih, mehe-mehe deh...

"Para filsuf adalah orang-orang yang bingung..."

Mungkin kalimat di atas benar. Mungkin memang kita tidak perlu mengetahui arti hidup. Jalani saja lah. "Tuh Mbak Dian (Sastro), jalanin saja lah..."




Kembali ber-retorika: "Apa arti hidup bagi Anda?" :)

Sunday, April 27, 2008

Suara Tangisan di Malam Hari

Malam, 7 Maret 2008, saya sudah berniat tidur. Tapi tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari luar. Saya yakin itu suara tangisan manusia, karena itu saya memutuskan untuk menengok keluar jendela. Tapi di luar sangat gelap dan tidak terlihat apa-apa karena lampu jalan padam semua dikorupsi pejabat setempat.


Saya bersiap tidur, dan suara tangis itu pun kembali terdengar. Saya hanya berpikir kalau suara tangis itu berasal dari seorang pembantu setempat yang baru diputus pacarnya.


Esoknya, Ibu saya memberitakan bahwa anaknya Mang Ndang yang masih kecil meninggal dunia karena komplikasi ginjal. Anak itu kencing darah, dan kemaluannya sudah membengkak sebesar bola tenis. Malam jam 12 kondisinya sudah sangat kritis. Dan pada jam 2 dini hari, anak itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Suara tangis yang kudengar malam itu adalah suara tangis Ibunya yang kebingungan meminta pertolongan.


Bi Elas sudah lama ditinggal mati suaminya, Mang Ndang. Dan kali ini beliau ditinggal mati anak semata-wayangnya, ke surga. Karena kurang mampu, anak itu diangkut dengan truk bak-terbuka/pickup untuk dikuburkan di Garut.


Ternyata penyebab kematiannya adalah, karena anak itu tidak pernah minum air putih/mineral. Sederhana? Remeh? Mengada-ada??


Bi Elas adalah pemilik warung di daerah perumahan tempat tinggal saya. Setiap hari anaknya selalu meminum minuman bersoda seperti coca-cola, sprite, fanta, atau minuman berwarna dan mengandung gula seperti teh botol, sirup rasa jeruk. Tapi anak itu samasekali tidak mau minum air putih/mineral.


Akibatnya, kerja ginjal pun menjadi berat, sampai kencing darah. Saat dibawa ke UGD rumah sakit beberapa bulan lalu, didiagnostik bahwa kadar kolesterol dalam darah anak itu sudah sangat tinggi, padahal masih anak kecil!


Tragis bagi Bi Elas, tapi mungkin gratis (sebagai pelajaran) untuk Anda. Jangan sering-sering minum minuman bersoda, hindari pula teh dan kopi. Sirup rasa jeruk yang biasa dikemas dalam bentuk gelas plastik juga sangat jahat, tidak jauh berbeda dengan minuman jeruk sachet atau minuman sachet lainnya yang sering muncul di iklan-iklan. Semua minuman itu penuh dengan pewarna, pemanis, perasa, pengaroma, dan pengawet buatan.


Salahsatu iklan yang paling menyesatkan adalah iklan yang menargetkan anak-anak SMP untuk minum minuman bersoda warna-warni. Apalagi dalam iklan itu digambarkan bahwa setelah minum itu, mereka akan berkhayal/berfantasi yang macam-macam. Bukankah ini dekat sekali dengan pengenalan terhadap drugs?


Semoga peristiwa tragis ini dapat membuat Anda berpikir untuk lebih sering meminum air putih.


Dan kini, Sang Ibu yang malang tersebut harus menerima kenyataan pahit bahwa anak semata-wayangnya tidak lagi dapat ia peluk, ia sayang, atau ia ajak berjalan bergandengan tangan. Dan mungkin, ia sendiri tidak mengetahui bahwa ia lah salahsatu faktor penyebab kematian anaknya yang kini telah dijemput malaikat-malaikat yang mengajaknya terbang ke surga.


Sampai sekarang, suara tangis yang menyayat hati itu masih tedengar berngiang-ngiang dalam ingatan saya.

Monday, April 14, 2008

Saturday, April 05, 2008

Braveheart

Lama berteman dengannya, tapi baru kali ini kurasakan sesak dada melihat dia mengobrol akrab dengan temanku yang lain. Apakah ini cemburu?

Mataku sejuk melihat dirinya, hatiku sejuk berada dekatnya, aku berpikir keras untuk melontarkan lelucon demi mendengar tawa-nya. Tawa yang datang sepaket dengan suara merdu itu.

Esoknya, dia akan pergi lamaa sekali. Lama, walaupun definisi lama itu hampir mirip dengan pertemuan kami yang sangat jarang. SMS pun, jika ada hal penting saja.

Memang benar kata Ivan, banyak pasangan suami-istri bercerai padahal sudah lama pacaran. Gak pernah ada ceritanya pasangan suami-istri bercerai karena baru kenal sebentar.

Kalau kau pergi, aku ingin oleh-oleh darimu.

Sunday, March 30, 2008

Hujan Salju! Eh... Hujan ES BATU!!!

Siang itu aku membuka jendela rumah dan makan siang dengan tenang. Tiba-tiba saja gelap mencekam, dan hujan pun turun tak tertahankan. Bunyinya keras dan nyaring sekali, tidak seperti biasanya: “Bruk bruk bruk!” “Pletak pletuk!”



Saat kulihat keluar, es batu sebesar kerikil menghujani halaman rumahku. Aku langsung buru-buru ke lantai dua untuk menutup jendela yang tadi kubuka. Dari lantai dua, kulihat fenomena yang belum pernah kurasakan semenjak trend global warming menyeruak: hujan es batu (bukan hujan salju!) di bumi Indonesia.



Es batu itu sebesar kerikil. Bentuk dan ukurannya bervariasi, tapi yang paling besarnya lebih besar dari kelereng. Hembusan udara dingin sedingin kulkas membantuku untuk menjadi lebih gemetar ketakutan, “Apakah akan kiamat?”



Walau jendela sudah kututup, suara es batu yang terus-terusan menabrak jendela membuatku khawatir jendela itu tak akan kuat menahan sehingga akhirnya pecah. Di luar, es batu tersebut berpantulan di atap rumahku. Sebagian jatuh ke halaman, sebagian jatuh ke jalan. Yang jelas, jalan dan halaman sudah putih tertutup es batu. Aku pun buru-buru turun ke bawah lagi untuk menyelamatkan hewan peliharaan yang ada di halaman, untuk kumasukkan ke dalam rumah.



Saat sudah agak reda, kulihat atap carport ku bolong-bolong. Potongan dan serpihan hasil seperti ditabrak meteor kecil berserakan di lantai, dan mobil yang diparkir pun basah (dan mungkin penyok-penyok). Semoga hal ini tak terjadi lagi. Saya lebih senang jika yang turun hujan salju.



Pas udah reda, aku main-main deh. Horeeeee dingiiiiinnnnnnnnn.........!!!!!!!!!!



Anda percaya cerita ini? Hihihi... ;))