Jika orangtua memuji anaknya, aku cenderung tidak bagitu suka dan tidak mendukung perbuatan itu. Yang penting bukanlah pujian, tapi pengakuan orangtua bahwa perbuatan anaknya itu benar. Pujian dapat berpengaruh buruk bagi perkembangan mental sang anak, ntar anak itu jadi haus pujian, dan jika ngga dipuji dia bakal tidak termotivasi. Perbuatan apapun harus dilakukan dengan kesadaran.
Tapi jika adegannya seperti ini, jadinya berbeda:
Seorang ayah dan anak perempuannya telah menjalani hidup bahagia selama bertahun-tahun. Ternyata sang anak perempuan mempunyai penyakit parah yang amat sulit disembuhkan. Sang ayah berusaha keras mati-matian untuk menyembuhkan anaknya itu. Dan saat sang anak sudah bisa disembuhkan, sang ayah sekarat disebabkan usaha kerasnya itu.
Saat detik-detik terakhir sang ayah, sang anak perempuan akhirnya bisa terbangun sembuh dari komanya. Mereka pun bertemu untuk terakhir kalinya. Sang ayah lega karena bisa melihat anak kesayangannya sehat pada detik terakhir hidupnya.
Saat sang ayah menanyakan keadaan sang anak, ternyata sang anak tidak mengenal ayahnya, amnesia karena parahnya peyakit yang pernah dideritanya.
Shock, sedih dan haru meliputi sang ayah. Anaknya tak lagi mengenal dirinya.
Di saat-saat frustasi itu, sang anak berkata, 'Om ngga apa-apa? Kelihatanya sakit sekali?'.
Sambil tersenyum sang ayah berkata, 'Om ngga apa-apa, gadis manis yang baik hati...'
Lalu ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Pujian yang diberikan sang ayah di saat-saat terakhirnya membuatku mentolerir sikapku yang membenci pujian. Ngga papa deh... malah sangat menyedihkan dan menyayat hati. Pujian seseorang yang sekarat kepada anaknya yang lupa ingatan tapi masih berbaik hati menanyakan keadaan ayahnya itu membuatku terharu.
Wednesday, October 26, 2005
Pujian untuk anak
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

12 comments:
Abis beli hati dimana Git?
ahahahaha...
beberapa hari ini sigit memang lebih berhati kram...terbukti tadi pagi sigit memberikan 1 sms...
Dude... what the heck?
yeah dude...what the heck?
nggak berhati salah. berhati salah. susah juga jadi lo ya git.
Susah juga jadi lo Git, kata Upi.
Makanya, lo ikutin saran gua aja. Masih inget kan?
Dan ini buat Sigit: HRASDFASDGFH5468#MATIAJALOE#REGHEGAJEGHAEJGA.
:)
Aduh ampun! Gw ga ngerti!
Oskar dan Seven ngomong ke siapa sih? Ke Ikram ato ke Gw? Klo ke gw kenapa 'what the heck?'?? Bingung!!!
Eh, emang saran lu apa kram?
Yah git kok link gw jadi blog arsitek sih? Kerenan blog desainer.. Hehehe..
Pi, menyinggung masa-masa spmb dan ujian masuk ya? Hehe... ampun.
hah? menyinggung2 dimana?
Ngg.. nggak jadi!
wish someday i can do the same thing to my dad...
Post a Comment