Tuesday, July 25, 2006

Seekor Lebah yang Terbang Tanpa Arah

Embun di daun ini sudah menetes habis untuk menangisi pagi hari yang telah lewat, kulewati tanpamu, lagi

Harapan yang ada di tanjung ini sudah habis tersapu ombak sementara aku menunggumu, menunggu untuk ikut tersapu ombak

Rasa manis pada buah apel ini mulai membuatnya membusuk, menjadikannya mirip jantung hati yang tak terbalas cintanya

13 comments:

18november said...

duh, lu kenapa sih git??

Kamojima said...

Yaa seperti terlihat di puisi itu kan...

Eh, puisinya bagus nggak? Bagus kan ya? ya?

Anonymous said...

mati aja lu!

Anonymous said...

jujur aja Pi.

jangan boong.

boong dosa lho Pi!

Anonymous said...

dude that's life bitter & sweet
but you can count on yourself, that's what ego for, right?

anyway the poet's interesting

kaze -<>-

Anonymous said...

wa...
git...
knp?
aw

Kamojima said...

Fah, kayanya lo hrs menghentikan sarkasme itu sekarang juga deh.
It's not gonna work.

Ze, gw udah berusaha ngilangin ego gw udah lama.

Ndre, 'aw' itu apa sih??!!

ikram said...

mau tahu siapa cewek yang ditaksir sigit?

bener, mau tau?

yakin?

hehehehe

adi nugroho said...

cinta terhadap wanita itu fana. cinta sejati adalah ketika kau menghirup udara ini, mendengar hembusan angin, menerima bahwa sungguh.. kecilnya dirimu di alam ini.. : )

Kamojima said...

Betapa kecilnya diriku di alam ini, sehingga aku menyadari tidak bisa hidup sendiri tanpa kehadiran seorang pendamping hidup.

great ani said...

mwahahahahahahaha

git......kau knapa?miscall miscall tengah malam....ke semua orang pula!

ya elah git....klo butuh painkiller beli aja sana...
*tidak simpatik sama sekali*

btw...apa itu cinta sejati? emang pernah ada ya?

Anonymous said...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you!
» » »

Anonymous said...

You have an outstanding good and well structured site. I enjoyed browsing through it » » »