Aku menemukan tempat itu, Kadin, Kamar Dagang dan Industri, atau Chamber of Commerce and Industry. Serasa seperti The Chamber of Secrets-nya Harry Potter. Letaknya juga seperti Kedai jalan masuk ke Diagon Alley seperti yang diceritakan di HP: terpencil, dan orang tidak akan begitu memperhatikan jika lewat di depannya.
Kebetulan pas itu gue menengadah karena silau, dan melihat ke atas, ada tulisan itu: Kadin. Tempat eksklusif yang belom bisa dimasuki orang-orang seperti aku. Ruangannya saja kecil sekali. Bagian depannya nggak mencerminkan kemegahan samasekali.
Tempat itu berada di daerah Braga, pas gue mau beli Gundam(baca: Gandam [ya ampun beda satu hurup doang…] ) di toko sebelahnya. Hebat, harga Gundam disitu bisa lebih murah Rp.50rb dibanding di Vega Ranggamalela. Limapuluhribu lumayan kan… bisa buat beli motor, beli mobil…
Dalam salahsatu brosur pengembangan diri yang gue baca, beda antara orang yang kaya dengan orang yang miskin adalah: orang miskin kalo dapet duit bingung mu dibeliin apa, kalo orang kaya dapet duit bingung dilipatgandakan bagaimana.
Berhubung saat itu saya berniat untuk membeli Gundam yang teramat mahal itu, saya menjadi merasa semakin menjauh dengan Kadin. Tapi toh, penampilan luar tokonya lebih menarik Gundam Tamiya Model Kit Shop daripada Kadin The Chamber of Commerce and Industry.
Friday, November 17, 2006
G.U.N.D.A.M. dan T.C.C.I.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
talaga bodas? setau gue di Suniaraja daerah Braga.
Post a Comment