Tuesday, February 06, 2007

Our Capital is Pulverized

Ada bayi korban banjir ngungsi ke rumahku. Akibatnya, para anggota keluarga (tapi jangan ngebayangin keluarga mafia atau yakuza) ngedatengin rumahku untuk melihat si bayi, yang bernama Harfi. Gabungan dari nama Harsya dan Fikri, dua kakak laki-lakinya. Tapi, nama Harfi ini sering dilafalkan ‘Harvey’ oleh Ibunya yang emang orang bule. Iya, tanteku yang mengadopsi memang orang bule dari Inggris. The name is Jessica.

Harfi ini memang lucu imut-imut nggemesin berpipi tembem walaupun saat pertama kali diadopsi badannya sangat kurus dan kecil! Entah kenapa, hanya dalam beberapa bulan tanteku berhasil membuatnya sehat dan berisi. Kenapa bule lebih ahli dalam mengurus anak? Apakah karena pendidikan disana lebih maju atau karena mereka memang lebih terbiasa untuk membaca buku seperti ‘Panduan Merawat Bayi Sehat’?

Aku sempet coba-coba ngetes si bayi dengan menjentikan jari di sebelah kiri dan kanan telinganya. Tapi kok tak ada reaksi? Hmm…

Kasihan sekali, karena sistem imunitas tubuhnya belum sempurna, hanya kerena salah susu saja tubuhnya bentol-bentoel. Hanya karena digigit nyamuk saja, mukanya bengkak-bengkak. Hanya karena sang Ibu pergi sebentar untuk mengurus sesuatu saja, dia sudah celingukan lalu menangis.

‘Harfi ku yang lucu (Harfi-ku??) jangan menangis. Tidurlah yang nyenyak oh sayang. Lalalalallalalalalalaa………..!!!!!!!!’

No comments: