Wednesday, February 14, 2007

Pecinta dari Abad 21

Aku tahu aku sudah mengecewakanmu
Aku bertingkah seperti orang bodoh
Aku kira aku dapat hidup sendiri
Tapi sekarang, setelah melalui begitu banyak kepedihan
Saatnya aku untuk menghargai
Bahwa orang yang kau cinta, berarti lebih dari apapun

Begitu pula dengan kesedihan di hatiku
Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin
Mengakhiri semuanya, dan meninggalkan selamanya
Apa yang terjadi sudah terjadi, rasanya sangat tidak enak
Apa yang tadinya membahagiakan sekarang menyakitkan
Aku takkan pernah mencintai lagi
Duniaku sudah berakhir

Aku harap, aku bisa membalikkan waktu
Karena sekarang semua kesalahan adalah milikku
Tak bisa hidup tanpa orang-orang yang kau cintai
Aku tahu kita takkan bisa melupakan masa lalu
Kau tak bisa melupakan cinta dan kebanggaan
Karena itu semua, membunuhku dari dalam

Semuanya, kembali ke kekosongan
Semuanya tergulung, tergulung, dan tergulung…

Semuanya, kembali ke kehampaan
Aku tetap murung, murung, dan murung…

Di dalam hatiku yang paling dalam
Aku tahu bahwa aku takkan bisa mencinta lagi
Aku kehilangan segalanya, segalanya…
Semua yang berarti bagiku, berarti di dunia ini…

[kembali ke ‘Aku harap’]

Tapi aku sudah masuk terlalu dalam
Kau tahu aku hanya orang bodoh bagimu
Kau buat aku terjerat di dalam jemarimu
Haruskah kau menundanya
Haruskah, haruskah kau?
Haruskah kau menunda-nunda dan melama-lamakannya?


Dari berbagai lagu.

No comments: