Tahukah anda arti angka empat?
Akhir-akhir ini aku sering melihat angka empat dalam keseharian. Lama koneksi internet-ku 4 menit 4 detik atau sejenisnya. Itu pun berulang kali.
And I Ask Him… ‘Kar, emang ada apa sih dengan angka empat? Kok akhir2 ini gue sering ngeliat angka 4, kenapa ya?’
And He Told Me… ‘Angka 4 dalam bahasa Jepang itu dibaca shi, yang artinya mati atau kematian. Makanya orang-orang Jepang ato Cina anti menggunakan angka 4 dalam produk atau lantai bangunan mereka. Nah lo, Git!’
Dan saat itu gue lagi berkumpul bersama temen2 gue berempat.
‘Udah Git, ga usah dipikirin. Mampir ke rumah gue dulu yok?’
‘Nomer rumah lo nomer berapa kar?’
‘Nomer empat…’
Dingin, saat itu pula semuanya terasa dingin. Gue mikirin yang enggak-enggak ngebayangin pas gue nyetir mobil pulangnya. Bakal ada yang nangis gak ya kalo gue meninggal? Apa yang sudah gue lakukan selama ini? Barang2 gue yang menumpuk itu bakal diapain? Gue nggak percaya hal-hal ginian. Tapi toh, aku memang belom siap mati. Selama ini gue ngebayangin kalo gue bakal hidup sampe tua. Gue selalu khawatir ntar pas lulus gue bakal kerja apa. Padahal bahkan belom tentu gue bakal ‘kerja’…
Dan tau nggak, nomer registrasi gue pas ikutan Training ESQ : 0404
Aku akan mati. Well, aku memang akan mati. Semua orang akan mati.
Wednesday, December 06, 2006
Komm Susser Todd (Come come, Sweet Death…)
Thursday, November 30, 2006
And I Ask You…
Sebetulnya masa depan itu cerah atau gelap?
Gw sering menanyakan hal ini ke temen-temen gue. Biasanya jawaban mereka berkisar antara cerah, atau gelap. Bagi yang optimis menjawab cerah, tapi kebanyakan anak dkv multimedia menjawab gelap… Kadang mereka juga menjawab sesuai dengan suasana hati mereka saat itu. Pas lagi seneng, jawabnya ‘cerah’. Pas lagi bete, jawabnya ‘gelap’.
Ada juga yang menjawab, ‘Ya seperti hari ini, menurut lo gimana?’. Dan saat itu cuaca sedang mendung-mendungnya. Orang yang berbeda menjawab begini, ‘Sekarang sih emang lagi gelap, tapi nanti pasti bakal terang lagi, liat aja besok’. Jawaban-jawaban mereka cukup melegakan hatiku.
Yang paling unik, ada temen gue yg terdiam dan nggak bisa ngejawab apa-apa. Nah! Itulah yg membuat dia menjadi seperti sekarang ini, berdedikasi dan sarat oleh berbagai achievement. Karena life is about now now now now. Tak perlu risau gundah galau memikirkan esok!
Tapi, ada 2 jawaban yang paling gue suka dari 2 orang tersebut ini:
Temen gue si A bilang: ‘Masa depan itu pasti gelap, jadinya orang nggak tau entar akan jadi bagaimana sehingga dia akan berusaha sungguh-sungguh’
Tapi gue lebih suka jawaban yang ini, temen gue si V:
‘Masa depan itu ya harus cerah! Karena itu adalah masa depan kita!!!’
Tiba-tiba malam yang dingin terasa hangat setelah mendengar jawaban temen gue itu pas nganterin dia pulang.
Sigit bodoh bertanya-tanya hal nggak penting. Padahal gue sendiri yang bilang sok-sok nasehatin ke temen gue ‘kalo nggak gelap kan bintang nggak bisa kelihatan…’
And He Asked Me...

Git, apa bedanya Presiden Iran Ahmadinejad dengan Presiden AS George W. Bush????
Sigit:
Wajahnya mirip2 sih. Cuma kalo Ahmadinejad dateng ke Indonesia disambut, Bush disambit.
Kalo Ahmadinejad dimintain tandatangan, Bush dimintain tanggungjawab.
Kalo Ahmadinejad senyum tulus ke keramaian, Bush senyum sinis ke keramaian.
Kalo Ahmadinejad dibenci masyarakat Barat, Bush dibenci masyarakat Timur dan Barat.
Kalo Ahmadinejad bukan dari golongan ulama di Iran, Bush adalah golongan evangelis.
Kalo Ahmadinejad anak tukang besi, Bush anak bapaknya (you know what i mean).
Kalo Ahmadinejad nggak pake dasi dan bajunya sederhana, Bush pake dasi yang ikatannya rumit sehingga keputusan kepresidenannya pun kepengaruh rumit. (mulai ngaco... ehm, dari awal udah ngaco kok)
Kalo Ahmadinejad berdialog pake bahasa Parsi dan diterjemahin, Bush pake bahasa Inggris dan tetep diterjemahin soalnya orang sini dikit yang fasih Inggris.
Sunday, November 26, 2006
Friday, November 17, 2006
The English Patient
Heri bilang, orang yang mau jadi cewek/isteri gue harus teramat sabaaaaaaarrrrrrr…….. Nggak bisa kalo dia itu yang no.2 sabarnya, apalagi nomer 3. Harus yang nomer satuuuUUUU sabarnya. Heh, kok gue merasa terhina ya??? Sialan, maksud dia ngomong gitu apaan ya? (Heri adalah nama temen gue, bukan Harry, bukan Hari, bukan Heru, bukan Hera nyokapnya Hercules, apalagi Hero)
Be Smart
Be Strong
Behold
and
Be FREE…!!!!!
K.K.N. dan T.M.N.T.
Kura-kura ninja idolaku
Kura-kura ninja sayang Ibu
Kura-kura ninja memang lucu
Tapi tidak, kau gantungkannnnnnn…..
Coba nyanyikan dengan nada lagu Pura-pura Cinta-nya Ada Band.
G.U.N.D.A.M. dan T.C.C.I.
Aku menemukan tempat itu, Kadin, Kamar Dagang dan Industri, atau Chamber of Commerce and Industry. Serasa seperti The Chamber of Secrets-nya Harry Potter. Letaknya juga seperti Kedai jalan masuk ke Diagon Alley seperti yang diceritakan di HP: terpencil, dan orang tidak akan begitu memperhatikan jika lewat di depannya.
Kebetulan pas itu gue menengadah karena silau, dan melihat ke atas, ada tulisan itu: Kadin. Tempat eksklusif yang belom bisa dimasuki orang-orang seperti aku. Ruangannya saja kecil sekali. Bagian depannya nggak mencerminkan kemegahan samasekali.
Tempat itu berada di daerah Braga, pas gue mau beli Gundam(baca: Gandam [ya ampun beda satu hurup doang…] ) di toko sebelahnya. Hebat, harga Gundam disitu bisa lebih murah Rp.50rb dibanding di Vega Ranggamalela. Limapuluhribu lumayan kan… bisa buat beli motor, beli mobil…
Dalam salahsatu brosur pengembangan diri yang gue baca, beda antara orang yang kaya dengan orang yang miskin adalah: orang miskin kalo dapet duit bingung mu dibeliin apa, kalo orang kaya dapet duit bingung dilipatgandakan bagaimana.
Berhubung saat itu saya berniat untuk membeli Gundam yang teramat mahal itu, saya menjadi merasa semakin menjauh dengan Kadin. Tapi toh, penampilan luar tokonya lebih menarik Gundam Tamiya Model Kit Shop daripada Kadin The Chamber of Commerce and Industry.
Tianshi adalah Perusahaan Cabang dari TIENS Group Sodara-sodara…
Saya tidak pernah menyukai MLM, apalagi tertarik untuk mengikutinya. Tapi, saya melihat, teman-teman saya yang ikut MLM adalah orang-orang yang penuh hasrat. They’re lively ones. Senang sekali melihat mereka penuh percaya diri, penuh semangat, dengan sorot mata yang berbinar-binar seperti binatang liar yang siap mencakar sampai lukamu perih seperti terbakar (aaarrrrrrrRRRRRRR….).
Dan saya, sering ditawari untuk ikutan MLM. Dari sekian banyak orang dan teman yang mereka kenal, para MLMers itu memilih untuk mendatangi saya dan menawari join. Kenapa? Apakah saya memiliki sorot mata yang sama seperti saya melihat mereka (tidak, tulisan ini tidak akan berkembang ke arah romantis atau sentimentil). Pernah waktu itu ada temen yang nawarin ikutan MLM karena pernah melihat saya baca majalah Warta Ekonomi. Dang! Saya pun pernah disangka jago marketing padahal Fun Racing aja nggak ngerti. Baru masuk LFM, saya udah ditawari jadi Kabid. Aduh, tolong… jangan overestimate saya, jangan underestimate juga. Ya, lihat saja kumis dan janggut yang menempel di muka saya, juga rambut saya yang keriting (maksudnya, lihatlah yang sebenarnya).
Testi dari temen saya, dia jadi lebih percaya diri saat berkenalan dengan lawan jenis setelah ikut pelatihan dan motivasi dari MLM yang dia ikuti. Bahkan dia pun aktif berkenalan dengan tukang bakso, tukang parkir, tukang… yang suka nemplok di pohon itu loh… oh itu mah kukang. Ini ada satu garingan bentuk baru rayuan gombal:
‘Mbak mbak… mau ikutan MLM nggak?’
‘Apa? Nggak deh kayanya…’
‘Kalo jadi pacar saya?’
‘…’

