Kasihan Cinta Laura... :(
Saturday, June 14, 2008
Thursday, May 08, 2008
Obama Jokes Yo Mama
Obama Joke 1
(Obama & Amerika)
Barrack Obama baru saja tiba di bandara salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Saat sedang berjalan melewati petugas keamanan, seorang polisi menghampirinya dan mulai menginterogasi Obama sesuai prosedur kemanan anti-teroris di bandara-bandara Amerika Serikat:
Polisi: “Permisi mas. Mas ini orang Arab ya?”
Obama yang memiliki kepribadian tegas langsung menjawabnya dengan sigap dan tangkas,
“Bukan, Saya blasteran.”
Polisi: “Oohh… mas ini Moslem bukan?”
Obama pun kembali menjawabnya dengan cepat dan tepat:
“Bukan, Saya sekuler.”
Polisi: “Oooohhh gitu…. Eh, kalo nggak salah, mas ini Barrack Obama yang sering muncul di tipi itu kan ya?”
Akibat terlalu antusias, Obama jadi salah jawab:
“Bukan, Saya bukan Obama.”
..........
Polisi: “Oh bukan? Kalo gitu mas ini siapa dong??”
Gengsi karena tadi sudah salah jawab, Obama berusaha untuk ngeles:
“Ehhhmmmm…… Saya Osama. Sodaranya...”
_________________________________________________
Obama Joke 2
(Masa Kecil Obama)
Ini bukan joke, tapi adalah kisah nyata masa lalu Obama saat bersekolah di Indonesia. Teman-temannya bilang, Obama tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia. Sehingga jika ada orang menjahilinya, dia hanya bisa bilang, “Curang!”. Teman masa kecil Obama pernah mengganti permen cabe kesukaan Obama dengan cabe beneran. Saat Obama memakannya dia kepedesan lalu lari mencari air sambil teriak-teriak curang!
Dan ini adalah pidato kekalahan Obama saat John McCain terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya:
"Saudara-saudara, singkat saja yang ingin Saya sampaikan:
"Curang! Curang!!”
______________________________________________
Yo Alabama. I JUST realized that creating jokes isn't an easy matters. Well, creating one maybe easy, but creating a funny one is not an easy job at all. It's totally different thing when the idea was inside my head, and when I have to transfer it into a writing. I have to check & rechecked wether there's a word that may distract the reader's focus. I have to edit it all the way (it took me 2 days to create these two). I have to read it again and again while taking the reader's position, even the sceptical one. And finally, here it is, my first 'public' jokes, maybe. Hope it make you guys (and girls) laugh. Cheers! :D
Sunday, May 04, 2008
Boulevard Boulevard Boulevard
Sekali lagi aku kesal setelah pulang dari acara Boulevard. Mobil yang kubawa untuk mengangkut beberapa anak Boul jadi berantakan: tempat sampah yang ada di belakang tumpah berserakan karena mungkin ketendang ato kesenggol, isinya kemana-mana.
Itu tidak sengaja? Seseorang yang ikut di belakang malah menaruh bungkus coklat Beng-beng begitu saja di pegangan pintu mobil. Buset, gak punya etika banget. Ikram yang duduk di depan kerap membunyikan klakson seenaknya (baru 2 kali sih). Mungkin dia pikir itu lucu. Dia bilang, "Gue seneng banget mempermainkan emosi orang laen!"
"Oyea kram? Well, I don't want to hear 'that' from you!"
Ethan yang jadi sudah berbaik hati menjadi E.O. syukuran ultah Boulevard pun bertindak bodoh dengan menaruh kardus (entah isinya apa, klo gasalah kue) di atas kap depan mobil. Alhasil, kap itu jadi baret. Baret yang sangat besar. Seharusnya melihat keadaan ekonomi Ethan yang tampak 'cukup mampu/berada', sedikit banyak mengerti lah jika menaruh benda seperti kardus dapat membuat baret cat mobil. But I guess this one is pure ignorance, yet I'm still so upset.
Bukan ingin mengungkit, tapi sesuai kalimat pertama postingan ini: dulu juga pernah saya kesal dengan anak-anak Boulevard yang laen. Saat Aji dan Irfan ikut di mobil saya. Mereka terus menerus membuat saya kesal. Mereka tertawa girang sekali kalau saya menabrak atau menyerempet (dulu saya masih baru menyetir). Saat pulang pun, tidak ada ucapan terimakasih samasekali. Mereka turun begitu saja (boro-boro nyumbang buat parkir...).
Gak heran jumlah angkatan di Boulevard makin turun tiap tahunnya. Pada gak tahan kali ya. Kebodohan itu seolah jadi turun temurun, dan menular. Sebetulnya yang saya sebut di atas hanyalah oknum, tapi ya... udah kesel banget lah gue pokoknya.
Saturday, May 03, 2008
Hal yang tak Dapat Dipungkiri
Tahukah Anda, apa arti hidup ini?
Apakah untuk:
-fame?
-women? (or men, okay)
-money?
-honour?
-power?
-dominance?
-existence? (hadoh lupa gimana nulisnyah)
-to serve?
-or maybe, just to eat one scoop of rice every single day??
Karena semakin kita sibuk, mungkin saja kita semakin lupa tujuan awal. Mungkin kita harus berhenti sejenak. Klo kata orang, "dansa dulu bentar lah...".
Bukan berarti Saya tak mau uang, wanita, atau kehormatan dan ketenaran. I DO WANT IT ALL!!! GIMME SOME...
Tapi, Saya sering melihat orang yang sudah memiliki itu semua tapi hidupnya tidak bahagia. Sementara banyak orang Sufi yang hidup melarat (sederhana) tapi mengaku hidupnya bahagia. Oke, ini sudah sering dibahas. Tapi Saya memang belum pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Ih, mehe-mehe deh...
"Para filsuf adalah orang-orang yang bingung..."
Mungkin kalimat di atas benar. Mungkin memang kita tidak perlu mengetahui arti hidup. Jalani saja lah. "Tuh Mbak Dian (Sastro), jalanin saja lah..."
Sunday, April 27, 2008
Suara Tangisan di Malam Hari
Malam, 7 Maret 2008, saya sudah berniat tidur. Tapi tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari luar. Saya yakin itu suara tangisan manusia, karena itu saya memutuskan untuk menengok keluar jendela. Tapi di luar sangat gelap dan tidak terlihat apa-apa karena lampu jalan padam semua dikorupsi pejabat setempat.
Saya bersiap tidur, dan suara tangis itu pun kembali terdengar. Saya hanya berpikir kalau suara tangis itu berasal dari seorang pembantu setempat yang baru diputus pacarnya.
Esoknya, Ibu saya memberitakan bahwa anaknya Mang Ndang yang masih kecil meninggal dunia karena komplikasi ginjal. Anak itu kencing darah, dan kemaluannya sudah membengkak sebesar bola tenis. Malam jam 12 kondisinya sudah sangat kritis. Dan pada jam 2 dini hari, anak itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Suara tangis yang kudengar malam itu adalah suara tangis Ibunya yang kebingungan meminta pertolongan.
Bi Elas sudah lama ditinggal mati suaminya, Mang Ndang. Dan kali ini beliau ditinggal mati anak semata-wayangnya, ke surga. Karena kurang mampu, anak itu diangkut dengan truk bak-terbuka/pickup untuk dikuburkan di Garut.
Ternyata penyebab kematiannya adalah, karena anak itu tidak pernah minum air putih/mineral. Sederhana? Remeh? Mengada-ada??
Bi Elas adalah pemilik warung di daerah perumahan tempat tinggal saya. Setiap hari anaknya selalu meminum minuman bersoda seperti coca-cola, sprite, fanta, atau minuman berwarna dan mengandung gula seperti teh botol, sirup rasa jeruk. Tapi anak itu samasekali tidak mau minum air putih/mineral.
Akibatnya, kerja ginjal pun menjadi berat, sampai kencing darah. Saat dibawa ke UGD rumah sakit beberapa bulan lalu, didiagnostik bahwa kadar kolesterol dalam darah anak itu sudah sangat tinggi, padahal masih anak kecil!
Tragis bagi Bi Elas, tapi mungkin gratis (sebagai pelajaran) untuk Anda. Jangan sering-sering minum minuman bersoda, hindari pula teh dan kopi. Sirup rasa jeruk yang biasa dikemas dalam bentuk gelas plastik juga sangat jahat, tidak jauh berbeda dengan minuman jeruk sachet atau minuman sachet lainnya yang sering muncul di iklan-iklan. Semua minuman itu penuh dengan pewarna, pemanis, perasa, pengaroma, dan pengawet buatan.
Salahsatu iklan yang paling menyesatkan adalah iklan yang menargetkan anak-anak SMP untuk minum minuman bersoda warna-warni. Apalagi dalam iklan itu digambarkan bahwa setelah minum itu, mereka akan berkhayal/berfantasi yang macam-macam. Bukankah ini dekat sekali dengan pengenalan terhadap drugs?
Semoga peristiwa tragis ini dapat membuat Anda berpikir untuk lebih sering meminum air putih.
Dan kini, Sang Ibu yang
Monday, April 14, 2008
Saturday, April 05, 2008
Braveheart
Lama berteman dengannya, tapi baru kali ini kurasakan sesak dada melihat dia mengobrol akrab dengan temanku yang lain. Apakah ini cemburu?
Mataku sejuk melihat dirinya, hatiku sejuk berada dekatnya, aku berpikir keras untuk melontarkan lelucon demi mendengar tawa-nya. Tawa yang datang sepaket dengan suara merdu itu.
Esoknya, dia akan pergi lamaa sekali. Lama, walaupun definisi lama itu hampir mirip dengan pertemuan kami yang sangat jarang. SMS pun, jika ada hal penting saja.
Memang benar kata Ivan, banyak pasangan suami-istri bercerai padahal sudah lama pacaran. Gak pernah ada ceritanya pasangan suami-istri bercerai karena baru kenal sebentar.
Kalau kau pergi, aku ingin oleh-oleh darimu.
Sunday, March 30, 2008
Hujan Salju! Eh... Hujan ES BATU!!!
Siang itu aku membuka jendela rumah dan makan siang dengan tenang. Tiba-tiba saja gelap mencekam, dan hujan pun turun tak tertahankan. Bunyinya keras dan nyaring sekali, tidak seperti biasanya: “Bruk bruk bruk!” “Pletak pletuk!”
Saat kulihat keluar, es batu sebesar kerikil menghujani halaman rumahku. Aku langsung buru-buru ke lantai dua untuk menutup jendela yang tadi kubuka. Dari lantai dua, kulihat fenomena yang belum pernah kurasakan semenjak trend global warming menyeruak: hujan es batu (bukan hujan salju!) di bumi Indonesia.
Es batu itu sebesar kerikil. Bentuk dan ukurannya bervariasi, tapi yang paling besarnya lebih besar dari kelereng. Hembusan udara dingin sedingin kulkas membantuku untuk menjadi lebih gemetar ketakutan, “Apakah akan kiamat?”
Walau jendela sudah kututup, suara es batu yang terus-terusan menabrak jendela membuatku khawatir jendela itu tak akan kuat menahan sehingga akhirnya pecah. Di luar, es batu tersebut berpantulan di atap rumahku. Sebagian jatuh ke halaman, sebagian jatuh ke jalan. Yang jelas, jalan dan halaman sudah putih tertutup es batu. Aku pun buru-buru turun ke bawah lagi untuk menyelamatkan hewan peliharaan yang ada di halaman, untuk kumasukkan ke dalam rumah.
Saat sudah agak reda, kulihat atap carport ku bolong-bolong. Potongan dan serpihan hasil seperti ditabrak meteor kecil berserakan di lantai, dan mobil yang diparkir pun basah (dan mungkin penyok-penyok). Semoga hal ini tak terjadi lagi. Saya lebih senang jika yang turun hujan salju.
Pas udah reda, aku main-main deh. Horeeeee dingiiiiinnnnnnnnn.........!!!!!!!!!!
Anda percaya cerita ini? Hihihi... ;))
Thursday, March 20, 2008
Semoga Allah Mempertemukan Kami di Surga Nya
Ayah saya mungkin bilang ada orang tak bertanggungjawab yang seenaknya menurunkan mereka di dekat rumah kami. Tapi bagi saya, kunjungan selama 3 hari itu adalah sebuah berkah yang manis.
Dimulai pada suatu pagi saat saya akan pergi keluar rumah, mereka langsung menyambut saya di teras dengan tatapan mata yang membuat iba. Dua kucing kecil berwarna oranye-putih yang kembar mengeong-ngeong mengajakku berbicara. Mungkin karena mereka masih balita dan cadel, jadi saya tidak begitu memahami ucapan mereka. Tapi saya setengah yakin kalau kucing kembar yang lucu itu pasti berharap diberi makanan.
Peristiwa teras rumah yang dihuni oleh makhluk halus seperti kucing sebenarnya sudah sering terjadi. Geng kucing sekitar komplek perumahan Suryalaya memang menjadikan halaman depan rumah keluarga saya sebagai basecamp. Pernah ada kucing betina gemuk (nan hamil) yang tiduran berteduh di bawah payung yang saya buka untuk dijemur. Serasa lagi berjemur di bawah tenda aja tu kucing. Sehingga saat melihat 2 tamu baru itu, saya sudah tidak heran. Tapi karena yang berkunjung kali ini adalah anak kucing, tiba-tiba terlintas di benak saya untuk memelihara mereka. Tapi, bahkan dalam mimpi sekalipun, saya tahu itu tidak mungkin.
*****
Karena saya memelihara ikan mas.
Keset teras sudah basah dipipisi, tinggal menunggu kedua anak kucing itu untuk membuang sesuatu yang lebih besar. Karena itu saya tidak memberi mereka makan, selain karena mereka pasti akan balik lagi kalau diusir. Tadinya saya berpikir mereka akan segera pergi, seperti yang terjadi dengan banyak orang dalam hidupku.
Tapi saat saya pulang pada malam harinya, mereka sudah tidak ada. Mungkin karena hujan cukup deras, jadi mereka berteduh di suatu tempat, berdua. Atau mungkin sudah dibuang oleh seseorang di rumah saya. Namun saat saya sibuk memasukkan gagang kunci ke pintu depan, seseorang memanggil saya dari belakang.
Seekor kucing kecil, berdiri menyambut sambil mengeong seolah ternotifikasi oleh kepulangan saya. Kemudian, satu lagi. Satu lagi saudaranya muncul dari kegelapan ikut menyambut seorang laki-laki yang bahkan tidak memberi mereka makan.
Walau terlihat jinak, mereka agak ragu saat akan saya usap-usap. Tapi akhirnya mereka berdua duduk di kursi teras, bergantian saya elus-elus. Dan kursi teras ini akan menjadi tempat mereka saling ‘berpelukan’ sampai akhirnya mereka tiada.
Saturday, March 01, 2008
Look! What Love has done to ye...
Aku punya teman, teman sepermainan. Dan dia jatuh cinta kepada seorang wanita.

Ini gambar orangnya. Aslinya sih tidak seganteng itu. Cuma beda dikit (jauuuuhh!!!)

Dan ini adalah si cewek yang 'beruntung' itu. Sudah dapat diduga: gebetan sejuta umat!!
Mereka kuliah di tempat yang sama, dan berkegiatan yang sama (toh, disitulah mereka bertemu). Mungkin juga sebetulnya si cewek menaruh hati kepada teman saya yang cukup gencar mendekatinya (gencar? kampanye parpol kalee...).
Hanya saja teman saya ini gazebo (baca: gak zelas bo'), sehingga lowongan pun terisi oleh banyak applicant yang ngapply. Toh, hanya shortlisted candidate will be informed for further tests.
Dan Saya, sebagai penengah, harus menerima kenyataan untuk terus dirong-rong dan direngek-rengeki oleh teman saya ini, karena kebetulan saya kenal gadis itu (padahal saya gak dibayar!).
Apabolehbuat, saya hanya bisa bilang: "Tralala... trilili..."

