Tuesday, July 08, 2008

Iklan Dancow Coklat Berpengaruh Buruk Pada Anak

Anda tahu iklan susu Dancow coklat yang menampilkan beberapa anak sedang mendengarkan cerita di rumah pohon? Mungkin anda akan dengan mudah menyimpulkan bahwa tokoh utama iklan ini adalah si anak berambut keriting yang sedang bercerita. Dan si anak pemarah adalah tokoh antagonis. Tapi tunggu dulu! Ada yang salah dengan iklan ini. Karena menurut saya, si anak berambut keriting memiliki kepribadian yang membuatnya cocok untuk menjadi politikus di masa depan: jago ngomong panjang lebar tapi isinya nggak penting.


Sementara, justru si anak yang emosional dan tidak sabar adalah orang yang berpandangan lurus dan fokus dengan tujuannya. Saya tidak bilang bahwa si anak emosional ini akan menjadi sukses di masa depannya. Bisa saja masa depannya suram karena sifat emosionalnya. Sementara si anak berambut keriting justru (mungkin) akan sukses… secara material. Tapi tidak secara riil.


Lihat saja, si rambut keriting sudah sukses menjadikan dirinya sebagai tokoh utama iklan ini. Tapi coba pikir sekali lagi, benarkah si rambut keriting adalah tokoh utama yang patut dicontoh oleh banyak anak-anak yang melihat iklan ini? Tidak.


Saya tidak ngejudge. Tentu saja keduanya masih bisa berubah (toh mereka masih anak-anak). Si rambut keriting bisa mempergunakan keahlian ngebullshit-nya untuk menulis novel, sementara si emosional bisa mulai belajar untuk mengontrol emosinya dan lebih bersabar.


Tokoh manakah yang mirip dengan anda? Apa yang anda pikirkan sebelumnya saat melihat iklan ini? Apakah sekarang persepsi anda terhadap iklan ini sudah berubah? :)


10 comments:

tiffatora said...

iya ih,
gw suka sama si anak emosian itu. kok endingnya dia dibekep sprei ya?

kesiaan bener...

Kamojima said...

eh ada tiffa!

oh endingnya gitu ya? gw baru ngeh... :D

Yessi Pratiwi Surya Budhi said...

Ah, Git. Kau bukan sutradaranya. Anak2 cuma tools mereka menyampaikan pesan :)

Kamojima said...

Iya chi, saya kan hanya berusaha melihat dari sudut pandang sekiranya adegan itu berupa kenyataan. Tentu saja anak-anak itu hanya pemeran yang dibayar :D

Maksut saya, jikalau ada anak-anak yang menonton iklan itu, bisa berpengaruh buruk pada mereka.

Sigit Adinugroho said...

Mungkin elo memposisikan diri elo di anak yang emosional ya, Git?

Kamojima said...

yoiii git. gw juga pernah 'terposisi' sebagai anak yang bercerita, tapi akhirnya... gw gak suka diri gue sendiri. Jadi orang 'ga penting' tuh bener2 gak penting deh. Takutnya kebawa2 terus sampe tua. Makanya gw peringatkan bahwa iklan ini sedikit-banyak berpengaruh buruk.

Anonymous said...

git dikau juga keriting kan?
hahahaha

-kribo yang sudah cepak

Kamojima said...

Iya saya keriting tapi sayangnya saya bukan tipe orang rasis yang lalu hobi membentuk golongan pro atau sentimen terhadap rambut keriting, kulit hitam, atau lain sebagainya seperti seseorang yang kau kenal ray :D

Anonymous said...

boong ea!
makanya git, jgn suka bilang orang "pendek" when you, yourself, not THAT "tall"...
sentimen kalipun :))
ea!

oh, wait...lo pernah "terposisi" seperti itu...dan akhirnya lo gak suka diri lo sendiri. dan lo menganggap diri lo penting sekarang...WTFHYDL™ ea!

-tom

Kamojima said...

aduh,ngomong apa sih lo mo? orang aneh...