Mungkin anda sering melihat iklan lotion/pemutih/pelembut/penghalus kulit untuk wanita di layar tv indonesia. Seringkali digambarkan, setelah si cewek di iklan itu sukses memakai produk lotion/pemutih/pelembut/penghalus kulit tersebut, cowok idamannya (atau cowok-cowok yang ada di sekitar doi) membelai atau meraba kulit si cewek untuk merasakan betapa mulusnya kulit si cewek. Intinya si cowok itu lalu ‘memegang-megang’ kulit si cewek itu. Loh, ini kan Indonesia
yang katanya memegang teguh adat ketimuran?

Coba bandingkan dengan iklan Lux yang dibintangi Rachel Weisz (pernah bermain di film The Mummy bersama Brendan Fraser) yang tentu saja dibuat oleh orang-orang Amerika. Adegan yang memperlihatkan ‘kemulusan kulit’ si Rachel hanya menampilkan sebatas tali-bahu gaunnya terlepas, lalu si Rachel itu sendiri yang membenarkan posisinya. Bukan tiba-tiba ada cowok yang membantu membenarkan tali-bahu si Rachel sambil curi-curi kesempatan untuk meraba-raba lengan mulusnya. Ingat, iklan ini buatan Amrik loh!
Sementara orang Indonesia yang katanya belajar demokrasi dari Amerika: si cowok dengan seenaknya dan tanpa etika memegang-megang kulit si cewek, bahkan ada iklan yang menampilkan si cowok sampai seluncuran di paha, punggung si cewek (dengan special effect tentunya).
Mana kreativitas dalam beriklan orang-orang Indonesia? Mana etika beriklan orang-orang Indonesia? Mana orang yang koar-koar kalo demokrasi harus ditegakkan di Indonesia? Mana orang yang koar-koar kalau kita harus memulai “gaya hidup modern” di Indonesia? Mana orang yang berkoar-koar untuk menegakkan kebebasan berekspresi di Indonesia? Makan tuh kebebasan berekspresi! Bodoh…
13 comments:
Gue tau iklan yag lo maksud. Yang ada bagian mengelus2 aurat itu :)
Seperti yang saya bilang Git, syapa sulu sutradaranya.
Btw, thanks untuk link "Menerima Kerja Sampingan"nya :)
Saya menjunjung tinggi kebebasan berekspresi. Tapi dengan catatan, kebebasan berekspresi yang tetap menghormati dan menghargai orang lain tentunya.
Bukan kebebasan berekspresinya yang bodoh, Git. Tapi kebablasan dan kemalasan kreatifitasnya itu =D
Bodoh.
Mana kreativitas dalam beriklan orang-orang Indonesia? <--- menilik latar belakang pendidikan anda, cobalah tanyakan hal tersebut pada diri anda :)
@chi: hehehehe...
@jal: yang namanya kebebasan ekspresi pasti 'dengan catatan' jal.
freesex! juga 'dengan catatan'...
liberalisme!! juga 'dengan catatan'
selalu begitu kan?
@anonymous: mengingat anda 'anonymous', pasti anda tidak punya latar belakang pendidikan apa-apa :)
ayo git bikin iklan pemutih yang beda,
berhubung dikau juga gak putih2 amat
hahahaha
*kabooor
wkwkwk ntar gw bikin iklan pemutih yang bintangnya cowok ah...
ya saya memang orang tidak berpendidikan yang menaruh harapan pada orang2 berpendidikan lebih...
tapi tampaknya banyak yg mengecewakan daripada memberi harapan
Memang banyak yang kecewa: anda, saya, banyak orang. Tapi saya yakin anda lebih kecewa lagi kepada diri anda karena malu mengakui bahwa anda adalah Tomo. Seburuk apapun elo, akuilah saja mo.
yea yea yea...
you're always right git...
puas puas puas???
SBF
-tom
dan gw yang selalu salah
puas?! ea ea ea
btw, iklan mana sih yg ada raba2an?? :P""" wokokookokok
and of course git, i'm "sure" you can make a "better" "commercial"...if, you know what i mean =))
-tom
lo emang salah mo. dan gw ga ngerti selanjutnya lo ngomong apa. dasar orang gila...
lah baru tau ya?
baru tau apa? klo tomo gila? udah dari dulu kok...
Post a Comment