Hari itu aku berjalan-jalan bersama Nares. Ia terlihat amat cantik (toh ia seorang model). Kami mengunjungi suatu tempat yang aku sudah tidak peduli lagi dimana atau kemana. Nares adalah seorang cewek yang dominan, lebih sering dia yang berbicara. Kadang dia curhat atau mengeluh, dan aku hanya mendengarkan sambil beriya-iya menyetujui. Seperti ritual jalan-jalan lainnya, kami pun berfoto. Aku duduk agak jauh, tapi dia memanggilku untuk duduk di sebelahnya dan lalu merangkulku. Kenapa terasa seolah-olah dia yang lebih mengayomi ya?
Entah kenapa, aku tidak begitu ingat kejadian-kejadian lainnya. Singkatnya, di akhir pertemuan dia kembali mengeluarkan uneg-unegnya dan aku hanya bisa mengiyakan. Akhirnya kami berpisah. Dia lalu menyodorkan kepalanya. Refleks, ku kecup dahinya… walau sambil melipat bibirku. Aku pun pergi. Bukankah ini seharusnya adalah jalan-jalan yang menyenangkan? Tapi kenapa aku merasa dingin, sedih, sekaligus pilu…??

4 comments:
Ih.. Nares siapa sih git?
Hihihi.
euhh... temen gw gitu.huhuhu
fotonya gak dipost juga git?
adegan kecup2nya juga?
ihihihihihihihihihiiii...
mana bisa tif, wong itu cuman mimpi. wkwkwkwkwkwkwkw!!!!
ah saya ingat sekarang, kenapa rasanya begitu dingin, sedih, dan pilu. Mungkin karena itu semua hanyalah mimpi... XD
Post a Comment