Tahukah Anda, apa arti hidup ini?
Apakah untuk:
-fame?
-women? (or men, okay)
-money?
-honour?
-power?
-dominance?
-existence? (hadoh lupa gimana nulisnyah)
-to serve?
-or maybe, just to eat one scoop of rice every single day??
Karena semakin kita sibuk, mungkin saja kita semakin lupa tujuan awal. Mungkin kita harus berhenti sejenak. Klo kata orang, "dansa dulu bentar lah...".
Bukan berarti Saya tak mau uang, wanita, atau kehormatan dan ketenaran. I DO WANT IT ALL!!! GIMME SOME...
Tapi, Saya sering melihat orang yang sudah memiliki itu semua tapi hidupnya tidak bahagia. Sementara banyak orang Sufi yang hidup melarat (sederhana) tapi mengaku hidupnya bahagia. Oke, ini sudah sering dibahas. Tapi Saya memang belum pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Ih, mehe-mehe deh...
"Para filsuf adalah orang-orang yang bingung..."
Mungkin kalimat di atas benar. Mungkin memang kita tidak perlu mengetahui arti hidup. Jalani saja lah. "Tuh Mbak Dian (Sastro), jalanin saja lah..."
Saturday, May 03, 2008
Hal yang tak Dapat Dipungkiri
Sunday, April 27, 2008
Suara Tangisan di Malam Hari
Malam, 7 Maret 2008, saya sudah berniat tidur. Tapi tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari luar. Saya yakin itu suara tangisan manusia, karena itu saya memutuskan untuk menengok keluar jendela. Tapi di luar sangat gelap dan tidak terlihat apa-apa karena lampu jalan padam semua dikorupsi pejabat setempat.
Saya bersiap tidur, dan suara tangis itu pun kembali terdengar. Saya hanya berpikir kalau suara tangis itu berasal dari seorang pembantu setempat yang baru diputus pacarnya.
Esoknya, Ibu saya memberitakan bahwa anaknya Mang Ndang yang masih kecil meninggal dunia karena komplikasi ginjal. Anak itu kencing darah, dan kemaluannya sudah membengkak sebesar bola tenis. Malam jam 12 kondisinya sudah sangat kritis. Dan pada jam 2 dini hari, anak itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Suara tangis yang kudengar malam itu adalah suara tangis Ibunya yang kebingungan meminta pertolongan.
Bi Elas sudah lama ditinggal mati suaminya, Mang Ndang. Dan kali ini beliau ditinggal mati anak semata-wayangnya, ke surga. Karena kurang mampu, anak itu diangkut dengan truk bak-terbuka/pickup untuk dikuburkan di Garut.
Ternyata penyebab kematiannya adalah, karena anak itu tidak pernah minum air putih/mineral. Sederhana? Remeh? Mengada-ada??
Bi Elas adalah pemilik warung di daerah perumahan tempat tinggal saya. Setiap hari anaknya selalu meminum minuman bersoda seperti coca-cola, sprite, fanta, atau minuman berwarna dan mengandung gula seperti teh botol, sirup rasa jeruk. Tapi anak itu samasekali tidak mau minum air putih/mineral.
Akibatnya, kerja ginjal pun menjadi berat, sampai kencing darah. Saat dibawa ke UGD rumah sakit beberapa bulan lalu, didiagnostik bahwa kadar kolesterol dalam darah anak itu sudah sangat tinggi, padahal masih anak kecil!
Tragis bagi Bi Elas, tapi mungkin gratis (sebagai pelajaran) untuk Anda. Jangan sering-sering minum minuman bersoda, hindari pula teh dan kopi. Sirup rasa jeruk yang biasa dikemas dalam bentuk gelas plastik juga sangat jahat, tidak jauh berbeda dengan minuman jeruk sachet atau minuman sachet lainnya yang sering muncul di iklan-iklan. Semua minuman itu penuh dengan pewarna, pemanis, perasa, pengaroma, dan pengawet buatan.
Salahsatu iklan yang paling menyesatkan adalah iklan yang menargetkan anak-anak SMP untuk minum minuman bersoda warna-warni. Apalagi dalam iklan itu digambarkan bahwa setelah minum itu, mereka akan berkhayal/berfantasi yang macam-macam. Bukankah ini dekat sekali dengan pengenalan terhadap drugs?
Semoga peristiwa tragis ini dapat membuat Anda berpikir untuk lebih sering meminum air putih.
Dan kini, Sang Ibu yang
Monday, April 14, 2008
Saturday, April 05, 2008
Braveheart
Lama berteman dengannya, tapi baru kali ini kurasakan sesak dada melihat dia mengobrol akrab dengan temanku yang lain. Apakah ini cemburu?
Mataku sejuk melihat dirinya, hatiku sejuk berada dekatnya, aku berpikir keras untuk melontarkan lelucon demi mendengar tawa-nya. Tawa yang datang sepaket dengan suara merdu itu.
Esoknya, dia akan pergi lamaa sekali. Lama, walaupun definisi lama itu hampir mirip dengan pertemuan kami yang sangat jarang. SMS pun, jika ada hal penting saja.
Memang benar kata Ivan, banyak pasangan suami-istri bercerai padahal sudah lama pacaran. Gak pernah ada ceritanya pasangan suami-istri bercerai karena baru kenal sebentar.
Kalau kau pergi, aku ingin oleh-oleh darimu.
Sunday, March 30, 2008
Hujan Salju! Eh... Hujan ES BATU!!!
Siang itu aku membuka jendela rumah dan makan siang dengan tenang. Tiba-tiba saja gelap mencekam, dan hujan pun turun tak tertahankan. Bunyinya keras dan nyaring sekali, tidak seperti biasanya: “Bruk bruk bruk!” “Pletak pletuk!”
Saat kulihat keluar, es batu sebesar kerikil menghujani halaman rumahku. Aku langsung buru-buru ke lantai dua untuk menutup jendela yang tadi kubuka. Dari lantai dua, kulihat fenomena yang belum pernah kurasakan semenjak trend global warming menyeruak: hujan es batu (bukan hujan salju!) di bumi Indonesia.
Es batu itu sebesar kerikil. Bentuk dan ukurannya bervariasi, tapi yang paling besarnya lebih besar dari kelereng. Hembusan udara dingin sedingin kulkas membantuku untuk menjadi lebih gemetar ketakutan, “Apakah akan kiamat?”
Walau jendela sudah kututup, suara es batu yang terus-terusan menabrak jendela membuatku khawatir jendela itu tak akan kuat menahan sehingga akhirnya pecah. Di luar, es batu tersebut berpantulan di atap rumahku. Sebagian jatuh ke halaman, sebagian jatuh ke jalan. Yang jelas, jalan dan halaman sudah putih tertutup es batu. Aku pun buru-buru turun ke bawah lagi untuk menyelamatkan hewan peliharaan yang ada di halaman, untuk kumasukkan ke dalam rumah.
Saat sudah agak reda, kulihat atap carport ku bolong-bolong. Potongan dan serpihan hasil seperti ditabrak meteor kecil berserakan di lantai, dan mobil yang diparkir pun basah (dan mungkin penyok-penyok). Semoga hal ini tak terjadi lagi. Saya lebih senang jika yang turun hujan salju.
Pas udah reda, aku main-main deh. Horeeeee dingiiiiinnnnnnnnn.........!!!!!!!!!!
Anda percaya cerita ini? Hihihi... ;))
Thursday, March 20, 2008
Semoga Allah Mempertemukan Kami di Surga Nya
Ayah saya mungkin bilang ada orang tak bertanggungjawab yang seenaknya menurunkan mereka di dekat rumah kami. Tapi bagi saya, kunjungan selama 3 hari itu adalah sebuah berkah yang manis.
Dimulai pada suatu pagi saat saya akan pergi keluar rumah, mereka langsung menyambut saya di teras dengan tatapan mata yang membuat iba. Dua kucing kecil berwarna oranye-putih yang kembar mengeong-ngeong mengajakku berbicara. Mungkin karena mereka masih balita dan cadel, jadi saya tidak begitu memahami ucapan mereka. Tapi saya setengah yakin kalau kucing kembar yang lucu itu pasti berharap diberi makanan.
Peristiwa teras rumah yang dihuni oleh makhluk halus seperti kucing sebenarnya sudah sering terjadi. Geng kucing sekitar komplek perumahan Suryalaya memang menjadikan halaman depan rumah keluarga saya sebagai basecamp. Pernah ada kucing betina gemuk (nan hamil) yang tiduran berteduh di bawah payung yang saya buka untuk dijemur. Serasa lagi berjemur di bawah tenda aja tu kucing. Sehingga saat melihat 2 tamu baru itu, saya sudah tidak heran. Tapi karena yang berkunjung kali ini adalah anak kucing, tiba-tiba terlintas di benak saya untuk memelihara mereka. Tapi, bahkan dalam mimpi sekalipun, saya tahu itu tidak mungkin.
*****
Karena saya memelihara ikan mas.
Keset teras sudah basah dipipisi, tinggal menunggu kedua anak kucing itu untuk membuang sesuatu yang lebih besar. Karena itu saya tidak memberi mereka makan, selain karena mereka pasti akan balik lagi kalau diusir. Tadinya saya berpikir mereka akan segera pergi, seperti yang terjadi dengan banyak orang dalam hidupku.
Tapi saat saya pulang pada malam harinya, mereka sudah tidak ada. Mungkin karena hujan cukup deras, jadi mereka berteduh di suatu tempat, berdua. Atau mungkin sudah dibuang oleh seseorang di rumah saya. Namun saat saya sibuk memasukkan gagang kunci ke pintu depan, seseorang memanggil saya dari belakang.
Seekor kucing kecil, berdiri menyambut sambil mengeong seolah ternotifikasi oleh kepulangan saya. Kemudian, satu lagi. Satu lagi saudaranya muncul dari kegelapan ikut menyambut seorang laki-laki yang bahkan tidak memberi mereka makan.
Walau terlihat jinak, mereka agak ragu saat akan saya usap-usap. Tapi akhirnya mereka berdua duduk di kursi teras, bergantian saya elus-elus. Dan kursi teras ini akan menjadi tempat mereka saling ‘berpelukan’ sampai akhirnya mereka tiada.
Saturday, March 01, 2008
Look! What Love has done to ye...
Aku punya teman, teman sepermainan. Dan dia jatuh cinta kepada seorang wanita.

Ini gambar orangnya. Aslinya sih tidak seganteng itu. Cuma beda dikit (jauuuuhh!!!)

Dan ini adalah si cewek yang 'beruntung' itu. Sudah dapat diduga: gebetan sejuta umat!!
Mereka kuliah di tempat yang sama, dan berkegiatan yang sama (toh, disitulah mereka bertemu). Mungkin juga sebetulnya si cewek menaruh hati kepada teman saya yang cukup gencar mendekatinya (gencar? kampanye parpol kalee...).
Hanya saja teman saya ini gazebo (baca: gak zelas bo'), sehingga lowongan pun terisi oleh banyak applicant yang ngapply. Toh, hanya shortlisted candidate will be informed for further tests.
Dan Saya, sebagai penengah, harus menerima kenyataan untuk terus dirong-rong dan direngek-rengeki oleh teman saya ini, karena kebetulan saya kenal gadis itu (padahal saya gak dibayar!).
Apabolehbuat, saya hanya bisa bilang: "Tralala... trilili..."
Tuesday, February 26, 2008
My Wonderful Journey in Australia
Tahun Baru lalu saya berlibur ke Australia bersama adik saya. Kami merayakan Natal & Tahun Baru disana, wuih baru kali ini merasakan Natal bersalju seperti di film-film. Di Australia dingin banget bo!
Disana, kami tidak hanya menetap di satu state, kami berpindah-pindah mulai dari Perth - ke Denmark - lalu ke Albania - ke Brisbane - lalu ke Sidney - lalu pulang melewati Denpasar.
Di atas adalah foto saya saat berada di Opera House pada malam hari, gedung berbentuk keong itu begitu indah, sampai2 suara sariosa itu terdengar sampai luar.
Ini foto saya bersama kangguru, lucu deh melihat mereka melompat2. Ada kangguru jantan yang lagi memasukkan anaknya ke kantung di perut lho!
Ini foto saya bersama koala. Mereka binatang yang pemalas sekaliii...!!! Disana saya memberi mereka makan daun mint (makanan favorit koala).
Di atas adalah foto saya bersama adik saya yang lucu, berlatar belakang kota Sidney di malam hari yang spektakuler!!!
Bule2 di sana ternyata very nice banget deh...!!!
Ini saat di Sidney Tower yang terkenal itu. Bangunannya tinggiiiiiiii..... sekali, sampai bisa liat Opera House dari atas situ deh.
Di atas adalah foto saya saat di Sidney Aquarium. Jauuuhh lebih bagus daripada Seaworld Jakarta lah! Ada ikan paus segala disana, tapi yang masih bayi.
Hal yang paling mengesankan adalah, saya duduk sebelah Dinna Olivia pas di PESAWAT!!!
Dan terakhir, saat di bandara, saya ketemu Muhammad Yunus!!! Sang peraih penghargaan Nobel!!! Langsung saya ajak foto deh!
Australia adalah benua yang menawarkan sejuta mimpi. Semua yang ada disitu eksotis, dan belum pernah kita lihat sebelumnya. Orang2 Aborigin disana begitu bahagia hidup berdampingan dengan orang2 keturuan Spanyol (persemakmuran). Orang2 bule-nya juga ramah2 begitu mengetahui saya berasal dari Indonesia. Mereka samasekali tidak mempermasalahkan agama saya apa dan apakah saya teroris atau bukan. Setiap saya bertemu mereka di jalan, mereka selalu akrab menyapa saya dengan teriakan, "Fuck you Moslems!!!"
Kalau kata adik saya itu artinya, "Selamat Datang di Australi!!!". Wah, benar2 negara yang ramah dan hangat, tidak sabar untuk kesana lagi kapan-kapan :)
Wednesday, February 13, 2008
Surat Saya untuk Masyarakat Film Indonesia
Masyarakat Film Indonesia (di antaranya adalah Riri Riza, Mira Lesmana, Nia Dinata, Shanty, dan Dian Sastrowardoyo) bilang, film Indonesia tidak akan bisa maju karena sensor dari LSF yang otoriter.
SALAH!!!
Saya yakin selama ini film Indonesia terhambat pertumbuhannya bukan karena LSF, tapi karena mayoritas sineas Indonesia:
- latah
- profit oriented dan bukannya ingin memberi pesan yang membangun
- tidak berani beresiko sehingga tidak total dalam membuat film (contoh: post-production house dianggap mahal dan hanya dipakai untuk iklan2, sehingga efek2 & animasi dalam iklan terlihat lebih bagus daripada efek2 dan animasi dalam film layar lebar)
- manja, tidak mampu kreatif menampilkan adegan yang simbolik atau “menampilkan sebagian untuk mewakili keseluruhan”, sehingga menyalahkan LSF untuk “merapikan” film mereka yang “berantakan”
Padahal, Hollywood sendiri sudah mulai sopan dalam film2 mereka. Tidak seperti dahulu, sedikit2 adegan telanjang, sedikit2 adegan seks.
- “Film-festival oriented”, sehingga film2 pun dibuat agar agak seragam dengan film-film yang ditayangkan di festival yang kebanyakan memang vulgar, bahkan sangat vulgar, untuk menarik perhatian juri festival film tersebut.
- terlalu terjebak oleh pujian “Film Indonesia itu eksotis” oleh orang2 luar. Padahal bagi orang Indonesia, tidak ada istilah “eksotis” bagi film2 yang berasal dari negara mereka sendiri.
- menganut paham modernisme yang salah. Berpikir bahwa gaya hidup modern berarti freesex. Padahal kota2 termodern di dunia seperti Israel melarang pemasangan billboard Lux yang terlalu mengekspos kulit sang bintang “Sex & the City”. Negara modern seperti Iran yang mampu membuat reaktor nuklir, memberi pinjaman lunak bagi pasangan2 muda untuk menikah, agar mereka tidak terjerumus ke dalam freesex. Australia sebagai salahsatu negara maju di dunia saja memprotes film “The Golden Compass” yang dianggap atheis dan menyudutkan agama Nasrani.
Saya hanya tidak ingin Indonesia ini menjadi negara yang sok demokratis, padahal negara2 pelopor demokrasi sendiri sudah membatasi rakyatnya demi kebaikan rakyat mereka sendiri.
Ada suatu fakta bahwa, volume belanja orang Indonesia (sebagai negara miskin-berkembang) terhadap barang mewah sudah melampaui volume belanja negara2 kaya-makmur seperti Inggris. Itulah Indonesia!
Monday, February 04, 2008
Dahulu di Surga

Aku paling suka melihat wajahmu, kamu lucu seperti kelinci
Aku merasa pernah melihatmu
Di surga kah?
Saat pipimu menggembung, saat kau berpura-pura sombong
Kalau aku menutup mataku aku pasti berbohong
Kutanyakan jalan kepadamu, “Apa kau tahu jalan yang tak berbelok?”
Kau menjawab, “Jalan yang berbelok lebih elok”, aku sudah tahu
Suaramu menggema aku sudah pernah dengar
Namamu renyah kusebut lincah kutulis
Aku merasa pernah mengenalmu,
Di surga kah?
(puisi buat seseorang)

