Iklan 30 tahun Tropicana Slim
Memaniskan INDONESIA, selama 30 tahun.
Tapi,
Aktor aktrisnya bule.
(Gila, iklan2nya Siantar Top aja sampe
kalah ngaco sama iklan ini, wuih...)
Monday, June 18, 2007
Iklan TERNGAWUR sepanjang masa...
Iklan L.A. Lights Ringgo, kesalahan besar COPYWRITING dalam periklanan
Apa itu Copywriting? Kata2 ato kalimat yang muncul di iklan (bisa berupa dialog).
Anda pasti tahu iklan yang merongrong Ringgo Agus Rachman menanyakan KAPAN dia kawin.
Jawaban dia:
"May, (Waa... Ringgo mu nikah bulan Mei!!!)
May-be Yes, May-be No"
Nah, kenapa kelanjutannya nggak nyambung? Terus kenapa juga Ringgo nggak mau nikah? (maybe no)
Mungkin seharusnya: "Maybe next month, maybe next year..."
Mungkin juga agency periklanan yang membuat iklan ini mengunderestimate pemahaman mayoritas orang Indonesia terhadap bahasa Inggris. Sehingga Copyright-nya dibuat lebih simpel?
Kalau begitu, cukup membingungkan jika melihat iklan ini bersetting pesta mewah yang seharusnya orang2 yang ada di dalamnya terbiasa mendengar bahasa Inggris, begitu pula dengan target audience iklan ini.
Enjoy aja! (nggak ah nggamau, saya protes...)
Monday, May 21, 2007
Thursday, May 03, 2007
Sugar Baby Love
Wakwikwuk aku lagi TA.
Kata temen, kalo maen 'DOTA' jangan sampe lupa 'TA' nya, ntar jadi 'DO'.
Hahaha bener banget tuh, ntar bisa2 aku di DO dari TA.
Pernah ngerasain kehilangan perasaan? Kehilangan hasrat dalam apapun? Sampe2 denger lagu kesukaan aja udah gak ngaruh, gak ngehibur lagi. Ih kok gue bisa kayak gini ya?
Dosen aja sampe negur dengan sangat baik hati. "Git yang rajin ya", nah gimana ya caranya sembuh dari penyakit kehilangan-semangat-hidup?
Aku juga lagi sakit: flu disertai pilek - hidung perih dan tenggorokan ikut2an. gejala awalnya sempet panas, tapi gak sampe sakit kaya kaka gue atau temen gue Gilang. Kaka gue kena panas sampe 2 minggu yg hampir mendekati Typus (nulisnya gimana sih?). Kalo Gilang kena DB tapi trombositnya di atas rata2 dikit, jadi gak usah diopname. Terakir kali ktemu dia, dia gue 'bantai'. Di DOTA.
Gue baru aja nyadar, ternyata cewe2 DKV oke-oke ya. Apalagi yang geng yang sering berempat itu loh. Mereka sungguh manis, ramah, baik hati, dan sopan-sopan. Mereka adalah tipe2 cewek yang berkepribadian baik. Wuih!!!
Entah kenapa kerjaan berdatangan dari berbagai penjuru: job grafis dari PIB ITB, lalu... errr... udah. Oiya, dari Om gue, tapi ya... harga keluarga. Hehehe.
Kayaknya dunia emang udah mu kiamat. Semoga aku mati dalam keadaan Khusnul Khotimah, amin...
Monday, April 16, 2007
Daging, Tulang, dan Darah
Ario, Birowo, dan Cokrowinoto adalah tiga serangkai yang sering belajar, bermain, dan berjalan bersama. Pada suatu majelis, Ario memperkenalkan seorang teman baru kepada Birowo dan Cokrowinoto. Orang itu bernama Zero. Void. Empty. Nothingness. Oblivion.
Zero mengaku bekerja di pemahatan gunung. Sebagian bangunan gunung di Madain Shalih adalah hasil karya Zero.
Mereka jarang bertemu, tapi setiap bertemu adalah saat-saat yang menyenangkan bagi mereka berempat. Zero memiliki apa yang tidak mereka miliki, dan mereka memiliki apa yang tidak Zero miliki.
Kedatangan dan kepergian Zero seperti hantu. Entah darimana dia dan entah pergi kemana dia. Suatu saat Cokrowinoto bertanya kepadanya, ‘Bagaimana kalau kau kenalkan kami ke teman-temanmu sesama pemahat gunung?’
Zero mengajak 5ony dan 9erry keesokan harinya. Mereka adalah para pemahat gunung. Tapi karena mereka tidak begitu cocok, Zero mengajak yang lain: 1van dan 7obias. Mereka adalah perancang bangunan, bukan pemahat. Walaupun begitu hasilnya vidak begitu berbeda, mereka dan Ario Birowo Cokrowinoto tidak saling cocok.
Setiap Zero dan Ario dan Birowo dan Cokrowinoto makan bersama, Zero sering menceritakan tentang orang-orang yang bernama 2uth atau 4isyah. Tentu saja karena hanya cerita bibir, Ario dkk tidak bisa membayangkan seperti apa 2uth atau 4isyah itu.
Sampai suatu saat, Birowo mempertanyakan keberadaan Zero. Zero yang terusik pun menghilang, seperti sebelumnya saja saat Ario-Bromor-Cokrowinoto masih tiga sahabat.
Birowo yang merasa bersalah berusaha mencari Zero kemana-mana walau dia sendiri tahu bahwa dia tak akan pernah menemukannya. Walaupun begitu, Ario Birowo dan Cokrowinoto tidak akan pernah melupakan Zero.
Void, empty, nothingness, but not really oblivious.
::
Sunday, April 15, 2007
Sang Aktris
Derores memasuki sebuah bangunan tua, disana tiga orang temannya menunggu di ruangan gelap yang hanya diterangi sebuah bohlam bercahaya kuning kecil yang tergantung bersama kabelnya. Sosok tiga orang itu, yang memakai topi lebar, membentuk bayangan di tembok retak. Bayangan mereka bergoyang-goyang karena bohlam yang tergantung itu terayun-ayun ditiup angin kecil yang ikut masuk saat Derores membuka pintu.
Tapi Derores tidak langsung masuk ke ruangan tempat tiga orang itu menunggu. Dia tersesat ke sebuah ruangan dengan proyektor menyala yang menampilkan film tua. Tokoh utamanya yang rupawan tergambar di posterior Derores saat Derores menghalangi proyektor itu menembakkan gambar dengan benar di dinding putih.
Alih-alih menontonnya, Derores lebih tertarik untuk membuat bayangan-bayangan anjing atau kelinci dengan menghalangi jalannya sorotan cahaya proyektor. Tiga temannya yang menunggu terus-menerus mendorong sang bohlam agar berayun kembali saat seharusnya sudah diam.
Akhirnya satu dari tiga orang itu menelponnya, dan malah mendengar suara dialog film yang sedang Derores tonton di suatu ruangan bangunan itu. Derores tidak menjawab ‘halo’ tapi diam saja.
'Derores sayang, Derores manis, kenapa kau harus berlama-lama?'
Orang itu memutuskan untuk menyusulnya ke atas, sebagai seorang yang paling mengetahui seluk beluk bangunan. Menaiki tangga rapuh yang salah-salah malah mengantarkannya ke lantai paling bawah dan bukannya naik.
Dan benar, orang itu terjeblos lalu meninggal. Kali ini Derores yang menelponnya:
'Suamiku sayang, suamiku malang, kenapa kau harus berlama-lama?'
Love, Thy Will be Done
I can no longer hide
I can no longer run
No longer...
::
Thursday, February 15, 2007
Wednesday, February 14, 2007
Omedetto Gozaimasu – Congratulations – Selamat (temennya Neil Armstrong)

Satu
‘Gimana kemaren sidangnya? > Alhamdulillah lancar.
Cie, udah lolos, eh lulus dong? > Ya, begitulah…
Wah, SELAMAT YA!!! > Makasii… makasii…’
Tapi entah kenapa, suaraku terdengar aneh.
Dua
‘Apa kabar terbaru dari Inggris? > Udah dapet email lagi, katanya tim gue masuk final.
Trus gimana? > Dapet runner-up. Tapi gak menang.
SeLAmaT yAa…!!! > Iya, makasih!
Entah ada apa dengan tenggorokanku, semua ucapan selamat itu terdengar tidak tulus. Bahkan oleh telingaku sendiri…
Mirr pun ingin berbicara dengan pohon. Tapi Hairy Otter tidak pernah bertemu dengan Ron Weasel. Dan belum sempat menanyakan, ‘Cintakah Dia Padaku?’

