Friday, October 17, 2008

Pokemon, Kocak deh!!!



Ada yang tau Pokemon? Yang ada makhluk imut mirip tikus gendut warna kuning yang pipinya merah itu loh (itu sebetulnya namanya Pikachu). Nah, ada yang tau kartu Pokemon? Kartu ini mirip2 Magic The Gathering... Ada yang tau Magic The Gathering? (cape deeehhh....). Pokoknya intinya mah kedua kartu ini sama2 diproduksi oleh Wizard of the Coast (ada yang tau Wizard of the Coast? tidaaaaaakkkkk....!!!!!!!).

Jadi gini... dalam game TCG (Trading Card Game) kartu Pokemon ini, setiap kartu diwakili oleh satu gambar Pokemon, dan masing2 mempunyai kekuatan dan skill-nya tersendiri untuk dipertarungkan sesuai peraturan TCg tersebut. Setiap gambar pun dibuat oleh artis (ilustrator maksudnya) yang berbeda2 pula. Saat lagi browsing2 di internet, Saya nemuin situs (entah blog ato apa) yang mengulas desain/gambar dalam kartu Pokemon. Ulasan dan komentar2 dia lucu deh, ini gw quote tulisan2nya (dalam bahasa Inggris):




"...be it the rain storm as Tyranitar prowls the jungle ruins at night, or the bright and sunny day as Blissey strolls out of the bushes (what WAS he doing in there??)."


FYI Tyranitar dan Blissey adalah nama Pokemon...





"LEDYBA by Tomokazu Komiya. No wonder he’s crying. If I had my eight legs stuck to a pile of vomit, I’d be crying too. What a horrible piece of work."


Begitu pula dengan LEDYBA, itu juga nama Pokemon...


"DARK SLOWKING by Tomokazu Komiya. It’s night. A storm rages over a tropical island. The evil Slowking ponders his plan for world domination. And all captured by an artist with no obvious talent…."


Hwakakakak....


"SWINUB
by Kagemaru Himeno. Ok… so Swinub is a BITCH to make an interesting picture of, but, jeeeeez…. Well, one of them seems to have died of embarrassment from appearing on this card. Boring? Doesn’t come close."


Fwafwafwa parah. Jadi penasaran pengen liat gambarnya. Btw, gw sendiri blm liat gambar2nya sperti apa...


"CORSOLA
by Miki Tanaka. WHY can’t we have a nice picture of Corsola for once??"


hmm...


"MIKI TANAKA. Paras. Victreebel and various other crimes against art."


Ada juga fashion crime... dkk.


"YUKIKO BABA. Mr Mime. Doduo. Marill. Consistent. Terrible, but consistent."


Yang penting konsisten, hwihihihihi...


"Hope nobody took this too seriously. It’s only meant as a light-hearted bit of fun. And if any of the artists I insulted are reading this.. I’m real sorry, but, please, FIND ANOTHER PROFESSION!!"


But I don't really think the artists can understand reading your comments, they're japanese you know...


"Horsea
by Miki Tanaka: A combination of horrid drawing with sick colours. I am astounded they continue to employ Miki."


Iya, kenapa ya? (pdhl gw sndiri blm prnh liat gambarnya :P)



"Elekid
by Miki Tanaka: and here Miki is again, ruining one of the best pokemon."
Jadi penasaran sama Miki, organda yang mana sich...




"Tyrogue by Miki Tanaka: I mean…. What IS that???!!!!"


Aduh ngakak gw baca ini...





"Eevee by Aya Kusube: Not as obviously BAD as some others but just a really depressingly POOR picture of Eevee, who is, after all, so “photogenic”!!"


Huhu. Eevee adalah salahsatu jenis Pokemon yang tipenya 'imut'...





"Igglybuff by Miki Tanaka: I’d take a pin to that balloon. Iggly is fairly ugly at the best of times. Yet Miki makes it that bit worse."


Lalalaa... Miki Tanaka again...





"Dunsparce by Yukiko Baba: Now, I know… Dunsparce is the UGLIEST pokemon and the biggest waste of space. But it can be drawn well. Take a look at the Japanese promo Dunsparce if you don’t believe me. However this is just terrible."


Huhuhuhihihihahaha...





"Stantler by Yukiko Baba: Vile beyond measure. Poor old Stantler."


Vile beyond measure... perlu dicatat.





"Zubat by Yukiko Baba: Now come on. A child of eight could do better."


Aduh aduh aduh...





"Geodude by Masako Yamashita: Or is that I-am-a-shit-a(rtist)?"


Uuuu... komentar yang ini agak jahat. Tapi pffttt...!!!

Yang menulis komen-komen di atas memiliki nickname Saturninebear. Tentu saja dia juga mengomentari gambar2 yang bagus dan memujinya. Dia selalu mendata dengan best 5 dan worst 5. Tapi yah, emang yang lucunya cuman yang komentar jelek2, jadinya yang ku-post cuma yang itu fufufufufufu... Btw aku lupa nama situsnya apa.


*Aaakh.. debat capres Amrik ga penting. Mu Obama ato McCain yang menang terserah deh, toh Indonesia dan dunia Islam akan tetap termarjinalkan. Wong Obama itu pendukung nomer satu kaum Yahudi dan Israel. Kok orang2 Indon pake ikut heboh segala ngedukung2 Obama ya? Padahal Obama itu malu dan menutup2i kalo doi pernah tinggal di Indonesia... wkwkwkwkwwk!!!


Tuesday, September 09, 2008

MLM Paling Berprospek Tahun 2008

Mulai sekarang, setiap bulannya, Anda harus minimal membuat:


1 Musuh baru

1 Masalah baru

dan menciptakan

1 Kekacauan baru


Tahukah Anda, sebaik apapun Anda dan sediam apapun Anda, musuh akan datang dengan sendirinya. Pasti akan ada saja orang yang tidak suka pada Anda. Jadi jangan pernah takut untuk mencari musuh!

Dan tahukah Anda, sekalipun Anda diam di rumah tidak melakukan apa-apa sekalipun, masalah akan datang dengan sendirinya! Masalah toh AKAN selalu datang. Apalagi jika Anda benar2 diam di rumah tidak ngapa2in... hihihi.

Dan untuk menciptakan kekacauan, Anda hanya perlu membela kebenaran! Bela SATU saja nilai kebenaran, dan akan timbul kekacauan. Contoh: saat mahasiswa menuntut Soeharto turun di tahun 1998, timbul kekacauan/kerusuhan. Kaum Muslim yang menuntut dibubarkannya Ahmadiyah, apa yang terjadi? KEKACAUAN! Bahkan orang-orang non-Islam yang tidak berkepentingan saja ikut2an menyumbang kekacauan dalam hal ini. Contoh lagi, saat diberlakukan UU Anti Pornografi: banyak pihak yang menolak, malah banyak pihak yang sengaja ngomporin dengan menyebarluaskan pornografi. Itulah yang terjadi kalau Anda membela kebenaran: kekacauan! Tapi jangan antipati, kekacauan akan selalu diakhiri dengan keadaan yang membaik, walau tidak ada yang tahu kapan.

Ada yang mau ikut MLM ini? Jangan lupa ya, cari satu musuh baru, satu masalah baru, dan tebarkan satu kekacauan baru setiap bulannya, maka Anda akan sukses :D

Salam dahsyat!!!

Monday, August 25, 2008

WALL-E is Lost in Translation

Michael Crawford pasti tidak menyangka bahwa lagunya yang berjudul ‘Put On Your Sunday Clothes’ akan menjadi sangat tenar berpuluh-puluh tahun kemudian setelah ia nyanyikan pertama kali. Sebuah ide yang keren untuk menggabungkan tema futuristik dengan lagu jadul. Karena saya tidak pernah suka ‘musik yang futuristik’, saya tidak pernah suka suara gitar listrik.

Dalam film Wall-E ini, lagu jadul yang dinyanyikan Michael memberikan kesan ‘kesepian’ yang dirasakan sang tokoh utama. Sementara score (BGM) yang dikomposisi oleh Thomas Newman dan Peter Gabriel yang berjudul ‘Eve’ dan ‘Define Dancing’ memberikan kesan longing yang seolah menantikan hadirnya seseorang (sebuah) teman untuk melengkapi keinginan Wall-E yang sederhana.


Semenjak ‘Finding Nemo’, saya sudah mengantisipasi bahwa Andrew Stanton (sutradara & penulis cerita) dan Thomas Newman (komposer) adalah para seniman yang berbakat. Adegan ‘space dancing’ adalah adegan yang luar biasa artistik dari segi ide maupun visual, apalagi ditambah BGMnya Thomas yang jenius dengan menambahkan efek echo sehingga seolah-olah ruang angkasa itulah yang sedang bermain musik.




Dan semua musik yang ada di film ini memiliki atmosfer ‘sedih’. Kenapa? Lihat saja bentuk matanya si Wall-E…




Saat pertama melihat trailer film ini, saya mengira Wall-E adalah robot explorer planet Mars. Tapi saya tidak pernah menyangka, bahkan dalam mimpi sekalipun (ceu ile..), bahwa ternyata ini adalah film romantis. Dan ini adalah film animasi 3D romantis pertamanya Pixar!



Tema utamanya memang romans, tapi tema ke-2 nya adalah Go Green. Dan saya tidak begitu mempedulikan yang tema ke-2 karena bagi saya, program/gerakan tanam sejuta tunas pohon adalah program kentang (kena tanggung). Sebetulnya masalah utama bumi kita ini bukanlah sampah, bukan juga kemalasan yang mengakibatkan obesitas; tapi penjajahan terselubung yang berbentuk imperialisme modern. Karena imperialisme modern akan berujung pada masalah pencemaran, kemiskinan, kebodohan, peperangan, dan lain-lain. Film ini jelas mengkritik pemerintahan Bush yang lebih melokasikan uang negara untuk ‘mengirim manusia ke luar angkasa’ daripada untuk mengatasi global warming.



Well back to Wall-E, untung saya nonton film ini sendirian. Karena filmnya sedih banget hu hu hu… (jadi gak ada yang tau klo gw nangis) :D


“Eeeeevvvvvaaaaaaaa????!!!!!!!”

Saturday, August 16, 2008

4:44

Kubelikan tanaman hias yang indah untukmu

Kubelikan makanan yang enak untukmu


Aku jatuh sakit


Kau pun meninggal


Meninggalkanku untuk selamanya oh ikanku yang lucu…

Kuis ‘Masa Kalah Sama Anak Kecil’nya Helmi Yahya Terlalu Dangkal

Di kuis ini dipertandingkan antara artis-artis sebagai bintang tamu dengan anak-anak seumuran SD dalam menjawab soal. Soal-soal yang ditanyakan semuanya adalah soal-soal menyangkut pelajaran SD sehari-hari. Sehingga saat para artis itu kalah, mereka pun ‘merendah diri’ dan mulai memuji-muji bahwa anak-anak itu pintar dan lain sebagainya. Sampai ada yang berkata, “Aduh saya mah bodoh, udah lupa semua pelajaran kayak gini. Anak jaman sekarang mah pinter-pinter.” Dsb.

Yang Saya lihat, anak-anak yang tampil di acara itu semuanya diam seribu bahasa. Mereka bingung dengan apa yang sedang terjadi. Semua kejadian dan perbincangan didominasi oleh para orang dewasa. Saat menang pun mereka tidak bisa berekspresi apa-apa, bahkan sekedar untuk mengangkat tangan mereka dengan gembira. Mereka menelan mentah-mentah semua yang dijejalkan kepada mereka, termasuk pujian KOSONG yang merusak mental seperti, “Aduh, anak-anak ini pinter-pinter banget…”. Anak-anak itu hanya bisa bengong. Inikah generasi penerus bangsa? Anak-anak introvert yang PINTAR BAK SEBUAH ROBOT??!!!



Dalam acara ini digembar-gemborkan tentang pendidikan, dan juga bahwa ‘Anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa’. Oiya? Jadi artis-artis yang ‘kalah’ itu bukan generasi penerus bangsa? Padahal banyak diantara mereka yang merupakan artis-artis muda, seperti: pesinetron muda, seorang aktor di seri OB, penyanyi muda, dan lain-lain. Yang benar-benar ‘generasi penerus bangsa’ ya orang-orang muda itu. Bukan anak-anak kecil yang masih SD. Setidaknya, BELUM!


Inilah budaya bangsa kita yang harus dihapus: saat kecil dibilangnya sebagai ‘generasi penerus bangsa’, tapi saat dewasa malah kembali menunjuk anak kecil sebagai ‘generasi penerus bangsa’. Jadi siapa sesungguhnya yang akan ‘meneruskan bangsa ini’?? Sekali lagi Saya ingatkan: bukan anak-anak kecil itu yang menjadi generasi penerus bangsa. Tapi ANDA! KAMU SEMUA, YANG SEDANG BACA TULISAN INI!!! Sekalipun umur Anda sekarang sudah 40, atau 50, sebelum nafas berhenti berhembus, kalianlah (para pemuda dan para orang dewasa) yang menjadi harapan dan penerus bangsa ini. Termasuk Saya.

Chaos Theory

Chaos Theory dalam Buku ‘Chaos Theory for Dummies’ dijelaskan sebagai efek kepakan sayap kupu-kupu di belahan bumi utara yang berpengaruh terhadap badai besar di belahan bumi selatan.


Chaos Theory menurut saya adalah membuat suatu peristiwa kecil yang memicu kekacauan untuk menimbulkan pertanyaan terhadap kemapanan yang sudah ada, sehingga keadaan akan menjadi lebih buruk sampai pada puncaknya, tapi pada akhirnya akan mengantarkan kepada keadaan yang lebih baik.


Dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998 lalu, yang mempraktekkan Chaos Theory bukanlah para perusuh yang membakar pom bensin, mobil, dan lain-lain, tapi para mahasiswa yang berdemo menuntut turunnya Soeharto. Mereka mendobrak ‘kemapanan’ yang ada, kemapanan Orde Baru yang sebetulnya hanyalah kebohongan. Sementara peristiwa kerusuhan yang terjadi adalah “keadaan yang memburuk”, walaupun saya tidak tahu kapankah puncaknya dan kapankah keadaan yang lebih baik itu akan muncul.


Dalam film The Dark Knight, yang mempraktekkan Chaos Theory bukanlah The Joker, tapi Batman (Bruce Wayne). Dialah yang pertama kali mendobrak kemapanan, dialah yang tidak mengandalkan kepolisian Kota Gotham yang korup untuk membasmi para penjahat dan mafioso. Dan The Joker adalah “keadaaan yang memburuk”. Alfred sang pelayan setia pun berkata, “Keadaan akan selalu menjadi semakin memburuk sampai pada puncaknya, sebelum pada akhirnya semua akan menjadi lebih baik.” saat Bruce lagi down dan mempertanyakan aksinya sebagai Batman.


Dalam kasus tragedi September 2001, yang mempraktekkan Chaos Theory adalah Osama bin Laden. Karena semua orang tahu bahwa ‘kemapanan’ yang dibangun Amerika melalui ideologi demokrasinya adalah sebuah imperialisme modern yang terselubung. Peristiwa pemboman di Bali, Hotel JW Marriot, yang dilancarkan oleh orang-orang bodoh itu adalah “keadaan yang memburuk”. Dan keadaan pun masih semakin memburuk sampai sekarang, dan mungkin puncaknya adalah perang dunia ke-3.


Tapi Saya tidak begitu yakin bahwa membakar gedung sekolah adalah bentuk mempraktekkan Chaos Theory. Menurut Anda bagaimana?

Tuesday, July 22, 2008

The Dark Knight (with no spoiler)

Alias Betmen dibuat berbeda dengan pendahulunya oleh Christopher Nolan (ooww he’s my real hero!). Jika betmen yang dulu-dulu surrealis, yang ini dibuat agak realistis. Diceritakan dalam film ini dunia polisi yang korup, dan gangster yang berkeliaran di kota Gotham yang sudah tidak lagi gothic tetapi lebih menyerupai Washington DC. Jika anda sudah menontonnya, anda mungkin akan teringat dengan film-film Speed, Die Hard, dan Seven. Sementara adegan action si Betmen sendiri malah agak kurang. Sekalipun ada, adegannya terlalu gelap dan cepat (saya agak diseleksia). Si Joker pun kurang psycho. Mungkin karena pertimbangan surrealis-realis yang saya sebut di atas. Ah, saya tidak ingin membahas akting orang yang sudah jadi mendiang.

Kenapa Pemeran Rachel diganti?


Mungkin karena di film ini dia tidak menjadi pacar si Betmen, tapi pacar oranglain. Penonton selalu simpati terhadap tokoh utama (si Betmen), jadinya pemeran Rachel sengaja diganti dengan aktris yang gak begitu cantik kalo kata sayah-Maggie Gyllenhall-bener gak nulisnya? Agar penonton tidak kecewa. Dan juga karena satu alasan yang tak bisa saya tulis di blog ini. Terlepas dari gosip para fans tidak menyukai Katie Holmes pendahulunya.


Banyak Hal yang Ingin Disampaikan


Hanya saja, gaya penceritaan Nolan yang terlalu cepat membuat klimaks di beberapa scene menjadi bias. Ada Bruce yang ingin membuat Rachel cemburu. Ada ‘kemunculan pertama Joker’ yang seharusnya bisa lebih horror. Ada adegan ‘gedung-hancur’ yang bisa lebih dramatis. Ada jiwa sosial-kemanusiaan para sandera yang bisa lebih ditampilkan. Ada ‘rasa minder’ Betmen yang bisa lebih ditonjolkan. Even though, I still do think that this might be the best movie of the century. I wanna watch it again, and then buy the Original DVD.


Christopher Nolan? Who’s that??


Do-oh, ciri khas Nolan adalah gaya penceritaan yang cepat, nonlinier (banyak flashback), dan kamera goyangnya. Tau “The Prestige”? It’s one of my favourite collection on the DVD shelves. Ada yang bisa meminjamkan saya “Memento”? Belom nonton euy…


Harvey Dent for District Attorney


Saya mendapatkan gambar ini dari internet setahun yang lalu. Tepatnya tangal 9 Oktober 2007.


Pertama melihatnya, saya bingung ini kampanye apaan? Apakah hanya guyon, hoax, ato apa… karena saya merasa pernah melihat si ‘Harvey’ (Aaron Eckhart) entah di film apaa gitu. Dan semua itu terjawab saat saya nonton The Dark Knight. Ternyata gambar ini adalah bagian dari (apa namanya?) promosi (aduh suer deh gue lupa namanya, anak-anak periklanan lebih tau sebutannya) The Dark Knight.

Sebuah promosi yang sangat-sangat terselubung.

Tapi bukan teaser juga, itu beda lagi.


The Dark Nite


Kalau Ayat-ayat Cinta adalah film terlaris sepanjang sejarah film Indonesia, The Dark Knight mungkin akan menjadi film terlaris sepanjang sejarah film di Amerika. Kalo saya simpulkan, film ini menggelitik rasa keadilan yang ada di setiap diri kita. Walaupun tidak sepenuhnya akan menumbuhkan keberanian bagi orang yang ingin memperjuangkan rasa keadilan itu. Bagi orang yang mentalnya labil, justru mungkin akan terpengaruh oleh kegilaan The Joker dan malah mendukung teori kekacauan yang dikumandangkannya. Anda masih ingat peristiwa penembakan brutal oleh mahasiswa karena pengaruh game Grand Theft Auto? Ya, pada akhirnya, unsur realistis film ini justru membuat orang berpikir bahwa Joker dapat benar-benar ada sementara dia adalah penjahat fiktif buatan komikus Betmen. Nevertheless, bravo for Nolan and his brother, Chris Bale, Mike Cain, Gary Oldman, Morgan Freeman, Maggie Gylenhall, Harvey Dent… ups, I mean Aaron Eckhart, dan tak lupa: mendiang Heath Ledger :)

The Teacher-Haters Anthem

Wake up kids

We've got the dreamers disease

Age fourteen

They got you down on your knees

So polite

You're busy still saying please...


Frienemies

Who when you're down ain't your friend


The Snow Queen

Hari itu aku berjalan-jalan bersama Nares. Ia terlihat amat cantik (toh ia seorang model). Kami mengunjungi suatu tempat yang aku sudah tidak peduli lagi dimana atau kemana. Nares adalah seorang cewek yang dominan, lebih sering dia yang berbicara. Kadang dia curhat atau mengeluh, dan aku hanya mendengarkan sambil beriya-iya menyetujui. Seperti ritual jalan-jalan lainnya, kami pun berfoto. Aku duduk agak jauh, tapi dia memanggilku untuk duduk di sebelahnya dan lalu merangkulku. Kenapa terasa seolah-olah dia yang lebih mengayomi ya?

Entah kenapa, aku tidak begitu ingat kejadian-kejadian lainnya. Singkatnya, di akhir pertemuan dia kembali mengeluarkan uneg-unegnya dan aku hanya bisa mengiyakan. Akhirnya kami berpisah. Dia lalu menyodorkan kepalanya. Refleks, ku kecup dahinya… walau sambil melipat bibirku. Aku pun pergi. Bukankah ini seharusnya adalah jalan-jalan yang menyenangkan? Tapi kenapa aku merasa dingin, sedih, sekaligus pilu…??

Tuesday, July 08, 2008

Orang Indonesia itu Bodoh ya?

Mungkin anda sering melihat iklan lotion/pemutih/pelembut/penghalus kulit untuk wanita di layar tv indonesia. Seringkali digambarkan, setelah si cewek di iklan itu sukses memakai produk lotion/pemutih/pelembut/penghalus kulit tersebut, cowok idamannya (atau cowok-cowok yang ada di sekitar doi) membelai atau meraba kulit si cewek untuk merasakan betapa mulusnya kulit si cewek. Intinya si cowok itu lalu ‘memegang-megang’ kulit si cewek itu. Loh, ini kan Indonesia

yang katanya memegang teguh adat ketimuran?


Coba bandingkan dengan iklan Lux yang dibintangi Rachel Weisz (pernah bermain di film The Mummy bersama Brendan Fraser) yang tentu saja dibuat oleh orang-orang Amerika. Adegan yang memperlihatkan ‘kemulusan kulit’ si Rachel hanya menampilkan sebatas tali-bahu gaunnya terlepas, lalu si Rachel itu sendiri yang membenarkan posisinya. Bukan tiba-tiba ada cowok yang membantu membenarkan tali-bahu si Rachel sambil curi-curi kesempatan untuk meraba-raba lengan mulusnya. Ingat, iklan ini buatan Amrik loh!


Sementara orang Indonesia yang katanya belajar demokrasi dari Amerika: si cowok dengan seenaknya dan tanpa etika memegang-megang kulit si cewek, bahkan ada iklan yang menampilkan si cowok sampai seluncuran di paha, punggung si cewek (dengan special effect tentunya).


Mana kreativitas dalam beriklan orang-orang Indonesia? Mana etika beriklan orang-orang Indonesia? Mana orang yang koar-koar kalo demokrasi harus ditegakkan di Indonesia? Mana orang yang koar-koar kalau kita harus memulai “gaya hidup modern” di Indonesia? Mana orang yang berkoar-koar untuk menegakkan kebebasan berekspresi di Indonesia? Makan tuh kebebasan berekspresi! Bodoh…